Maka kemudian Presiden Joko Widodo bersama Sekjen Kementerian LHK, Kepala BNPB Syamsul Maarif, Memteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo terjun langsung ke salah satu titik panas pada Minggu (6/9/2015). Sebuah titik di Sumatera Selatan didatangi karena daerah itu memiliki titik panas terbanyak.
Hari itu seharusnya menjadi Minggu yang cerah, tetapi asap yang menyelimuti membuat mentari hanya terasa teriknya saja tanpa banyak sinar. Bahkan ketika Pesawat Kepresidenan mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II pun jarak pandang nyaris nol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah perjalanan, Jokowi menyempatkan untuk tengok pembangunan tol Trans Sumatera di wilayah Ogan Ilir. Jokowi kagum dengan para pekerja yang tetap semangat bekerja membangun tol meski kondisi langit diselimuti asap. Tentu saja aspek keamanan diingatkan oleh Presiden.
Dimulailah perjalanan menuju hutan di Dusun Garonggang, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Perjalanan ditempuh dalam waktu dua jam dan kondisi jalan yang layaknya sebuah jalur off road.
Pasir-pasir beterbangan ketika kendaraan melintas sehingga jarak pandang amat pendek. Belum lagi 'ombak darat' dari jalan bergelombang yang membuat iring-iringan harus memperlambat laju. Di tengah-tengah jalur itu terlihat kebun-kebun sawit yang tak hangus dan masih berdiri tegak. Tetapi bukan titik ini yang dituju.
Lama kemudian, akhirnya sampai pada sebuah titik di mana tenda-tenda posko BNPB didirikan. Tampak hutan yang telah hangus terbakar dan membuat raut wajah Jokowi sedih.
Lulusan Fakultas Kehutanan UGM itu lalu berbincang dengan Bupati Iskandar. Tak lama kemudian, kaki Jokowi melangkah menuju hutan dan diikuti rombongan lainnya. Sementara awak media tak diperkenankan mengikuti.
Hutan itu semula adalah lahan gambut, sehingga ketika terbakar membuat tanahnya labil dan amblas ketika diinjak. Salah-salah menginjak, maka kaki dapat terperosok ke tanah yang masih hangat hingga panas.
Jokowi dan rombongan masuk ke tengah hutan semakin dalam lagi. Mereka tampak berkoordinasi ketika dilihat dari kejauhan. Jokowi, Badrodin, dan Gatot tampak tak pakai masker. Sementara lainnya ada yang menggunakan masker karena kualitas udara yang buruk.
Satu demi satu batang pohon yang masih tegak dihampiri dan mereka berbincang dekat situ. 30 menit kemudian Jokowi pun menyampaikan pernyataannya dan beberapa media diperkenankan mendekat. Bukan tanpa alasan ketika tak semua boleh mendekat, tetapi tanah yang labil akan semakin berbahaya ketika banyak orang menginjaknya. Satu hingga dua awak media yang mendekat pun agak terpeleset.
"Memang kalau sudah masuk ke musim panas seperti ini dan sudah kejadian, memang penanganannya sulit. Tadi pak Bupati sampaikan tahun lalu 8.000 hektare sekarang 1.000 hektare, lebih sedikit. Tetapi 1.000 hektare kalau sudah seperti ini penanganannya sangat sulit," ujar Jokowi.
Jokowi juga mengancam pidana bagi perusahaan atau pun oknum lain yang dengan sengaja membakar hutan demi membuka lahan. Kepentingan perusahaan dan oknum itu tak sebanding dengan keselamatan rakyat banyak. Jokowi dan rombongan pun perlahan keluar dari hutan hangus itu. Sempat pula dia kunjungi posko penanggulangan kebakaran. Sejumlah relawan BNPB juga tak sia-siakan kesempatan bersalaman.
Setelah itu Jokowi kembali menuju Kota Palembang dengan melintasi 'jalur off road' yang sama. Tetapi waktu tempuh kembali ini lebih lama dari keberangkatan karena ada kegiatan lain yang disempatkan oleh Jokowi. Dalam setiap kunjungan ke daerah, Jokowi selalu membagikan kaos kepada masyarakat. Kali ini bukan hanya kaos, tetapi buku tulis yang ditujukan bagi anak-anak sekolah.
Tak pelak aksi itu membuat anak-anak berlarian mendekati mobil berpelat Indonesia 1 dan bersorak-sorai gembira. Ekspresi wajah anak-anak yang natural itu memang tak ternilai. Bahkan orang dewasa juga ikut mengerubungi mobil Jokowi. Hampir tiap lima menit sekali laju iring-iringan kendaraan berhenti untuk Jokowi bagi-bagi buku dan bersalaman dengan warga. Semua senang ketika pimpinan negara datang langsung ke lokasi terdampak kebakaran laham hutan. (bag/rvk)











































