DetikNews
Rabu 02 September 2015, 10:07 WIB

Teten Masduki, Aktivis ICW yang Masuk Ring 1 Istana

Ahmad Toriq - detikNews
Teten Masduki, Aktivis ICW yang Masuk Ring 1 Istana Foto: (Dok. Sekretariat Kabinet)
Jakarta - Kepala Staf Presiden (KSP) pengganti Luhut Pandjaitan sudah dilantik. Presiden Jokowi memilih Teten Masduki, pilihan yang terbilang mengejutkan.

Mengejutkan karena nama Teten sebelumnya tak disebut-sebut sebagai salah satu calon pengganti Luhut. Nama-nama yang beredar adalah para purnawirawan jenderal TNI, seperti eks Wakil Panglima TNI Jenderal (Purn) Fahrul Razi dan eks Wakil KSAD Johny Lumintang. Namun ternyata akhirnya Jokowi memilih seorang sipil, seorang aktivis antikorupsi.

Dikutip dari berbagai sumber, Teten Masduki lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963. Dia terlahir dari keluarga petani. Masa kecilnya dihabiskan di Kecamatan Limbangan, Garut. Setamat dari SMA, dia kuliah di IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia -red), mengambil jurusan kimia.

Saat kuliah Teten sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut yang tanahnya dirampas. Setelahnya, Teten aktif menjadi aktivis sosial dan antikorupsi.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dipimpinnya membongkar kasus suap yang melibatkan Andi M Ghalib, Jaksa Agung pada masa pemerintahan BJ Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Tak lama kemudian Teten keluar dari ICW dan bergabung ke Transparency International Indonesia (TII). Teten menjadi sekjen.

Pada tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013 dan mundur dari TII. Pasangan Rieke-Teten yang diberi nama PATEN ini diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5.

Pada tanggal 3 Maret 2013 diumumkan baha Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2 dari 5 pasangan calon dengan perolehan suara 5.714.997 suara arau 28,41 persen dari suara sah. Teten kalah.

Gagal di Pilgub Jabar, Teten tak patah arang berpolitik. Dia kemudian terjun di Pilpres 2014, bukan sebagai kandidat, tapi menjadi tim sukses pasangan Jokowi-JK. Pilihan Teten tepat, Jokowi-JK keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta.

Sebagai bagian dari tim pemenang, Teten pun masuk Istana. Dia mengawali kariernya di Istana sebagai staf Sekretariat Negara, di bawah Mensesneg Pratikno. Dalam perjalanan pemerintahan Jokowi-JK, suasana politik Indonesia gaduh. Evaluasi pihak Istana, salah satu penyebabnya adalah karena komunikasi yang buruk ke rakyat. Kerja-kerja pemerintah dinilai tak tersiarkan dengan baik. Dibentuklah Tim Komunikasi Presiden, Teten masuk ke dalamnya.

Kegaduhan pun berkurang. Teten cukup berperan aktif menyampaikan hasil-hasil kerja pemerintah dan menerjemahkan keputusan-keputusan Presiden Jokowi. Meski demikian, isu reshuffle tetap bergulir.

Reshuffle perdana Kabinet Kerja pun terjadi. Luhut Pandjaitan, yang menjabat Kepala Staf Presiden diberi jabatan baru, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan. Luhut rangkap jabatan sementara.

Namun rangkap jabatan Luhut tak dibiarkan berjalan terlalu lama, pengganti dicari, dipilihlah Teten Masduki. Belum ada penjelasan dari pihak Istana soal alasan pemilihan Teten. Namun yang jelas, tugas berat menanti Teten.

Selamat bertugas, Kang Teten!


(tor/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed