DetikNews
Jumat 21 Agustus 2015, 19:58 WIB

Relokasi Kampung Pulo

Ketua DPRD DKI: Harga Rusun Jatinegara Murah, Rugi Kalau Nggak Mau

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Ketua DPRD DKI: Harga Rusun Jatinegara Murah, Rugi Kalau Nggak Mau Rusun Jatinegara (Grandyos Zafna/detikFOTO)
Jakarta - Ada warga Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, yang direlokasi mengeluhkan harga sewa rusun yang dinilainya memberatkan yakni Rp 300 ribu per bulan. Namun Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menyebut harga tersebut terbilang murah apalagi dengan fasilitas dan kualitas rusunnya.

"Itu harga sewanya murah loh. Hitungannya hanya Rp 10 ribu per hari," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (21/8/2015).

Hal ini dikatakan Prasetio setelah meninjau langsung kondisi rusun Jatinegara Barat. Menurutnya, rusun tersebut layak huni dengan fasilitas lift. Bahkan Prasetio menyebut rusunawa di Jatinegara Barat lebih bagus daripada Kalibata City.

"Rugi kalau warga nggak mau tinggal di sana. Itu bahkan lebih bagus daripada Apartemen Kalibata City. Kalau dijual Rp 500 juta juga pasti banyak yang berminat," terangnya.



Dengan kondisi rusun yang bagus, sebenarnya rusun itu bisa disamakan dengan rusunami yang kerap disewa orang Rp 5 juta per bulan. Apalagi, warga relokasi tak perlu membayar air dan listrik karena sudah termasuk dalam biaya sewa yang akan mereka bayarkan tersebut.

"Sama aja. Emangnya dulu waktu di Kampung Pulo mereka tidak bayar air? tidak bayar listrik? tidak bayar sewa rumah? Ini kan unitnya sudah bagus dan layak huni," terangnya.

Ia mencontohkan Kalibata City saat masih berstatus rusunami, rusun itu dijual dengan harga Rp 100 juta dan langsung diborong oleh para pengusaha. Sebulan kemudian, pengusaha-pengusaha itu menjual unit rusunnya senilai Rp 250 juta dan ludes dibeli warga.

Namun, langkah 'membeli lalu menjual' ini tak bisa dilakukan penghuni rusun Jatinegara Barat. Sebab saat melakukan serah terima kunci, warga harus menyerahkan KTP miliknya untuk diganti dengan KTP beralamatkan rusun tersebut sehingga akan terdata dan tak bisa menjual unit sewaannya.

Jika terbukti menyewakan unitnya, maka warga tersebut langsung dikeluarkan dari unit huniannya. Langkah ini diambil untuk mengurangi aksi para makelar yang membeli unit rusun dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.

Rusun Jatinegara Barat ini seluruhnya diperuntukkan untuk warga relokasi Kampung Pulo. Gedung berlantai 16 dengan fasilitas lift ini seluruhnya ada 520 unit.
(mnb/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed