DetikNews
Kamis 13 Agustus 2015, 05:41 WIB

Rizal Ramli, Ekonom Bertangan Dingin yang Kini Jadi Menko Maritim

Nur Khafifah - detikNews
Rizal Ramli, Ekonom Bertangan Dingin yang Kini Jadi Menko Maritim Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo melantik Rizal Ramli sebagai Menko Maritim menggantikan Indroyono Susilo. Rizal bukan orang baru di dunia perekonomian.

Ia diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bulog dan Menko Bidang Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Kinerjanya dinilai cemerlang, terbukti dengan adanya kenaikan pada nilai ekspor Indonesia mencapai 27% saat ia menjabat sebagai Menko Perekonomian. Saat menjabat sebagai Kabulog, meski hanya 15 bulan, Rizal berhasil memberikan terobosan baru yang seketika mendongkrak nilai perekonomian Bulog hanya dalam kurun waktu enam bulan.

Di bawah tangan dinginnya, Rizal membuat Bulog menjadi sebuah instansi yang lebih transparan dan accountable, misalnya dengan penghapusan rekening off-budget menjadi on-budget yang mengakibatkan angka surplus yang cukup tinggi bagi Bulog. Jelas saja itu merupakan suatu prestasi setelah krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998.

Pria yang mendapat gelar doktor dari Boston Univesrity ini juga dinilai tegas dan berani. Keberaniannya telah terlihat sejak masa kuliah, di mana ia kerap memimpin pergerakan mahasiswa kala itu. Pria kelahiran Padang, Sumatera Barat 60 tahun silam ini bahkan sempat mencicipi dinginnya jeruji besi pada masa Orde Baru.

"Rizal Ramli memiliki keberpihakan pada rakyat, kepentingan nasional, terbuka, pekerja keras dan suka turun ke lapangan," ujar Ketua Komisi Informasi Pusat, Abdulhamid Dipopramono, Rabu (12/8/2015).

Dari sikapnya itu, Rizal dinilai cocok dengan karakter Susi Pudjiastuti sebagai menteri yang dikoordinasinya. Rizal diharapkan dapat memulihkan perekonomian Indonesia yang saat ini tengah terpuruk.

Ketegasan dan keberanian bapak 3 anak ini tak hanya ia tunjukkan pada masa Orde Baru, Rizal juga kerap mengkritik pemerintah pada periode setelahnya. Seperti pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, disebutnya lebih buruk dari masa Orde Baru karena korupsi semakin massif. Rizal juga pernah mengkritik Presiden Joko Widodo. Bahkan sesaat setelah dilantik, Rizal telah mengkritik nama kementerian yang dipimpinnya. Menurutnya, seharusnya kementeriannya disebut Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya, karena di bawahnya ada Kementerian ESDM, Perikanan, Pariwisata dan Perumahan.


(khf/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed