Sayembara Cegah Kebakaran Hutan di Riau, Desa Tanpa Api Diganjar Rp 100 Juta

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 28 Jul 2015 19:29 WIB
Foto: Chaidir Anwar Tanjung/detikcom
Pekanbaru - Riau saat ini dikepung asap imbas kebakaran hutan dan lahan. Sayembara dilakukan, bagi desa tanpa 'api' akan menerima dana bantuan  Rp100 juta.

Sayembara bersih dari kebakaran lahan ini dicanangkan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) perusahaan bubur kertas yang ada di Kab Pelalawan Riau.

Sayembara ini diberlakukan untuk 9 desa yang berada di lingkungan PT RAPP di Kabupaten Pelalawan. Pihak perusahaan akan memberikan dana hibah  Rp100 juta untuk dana pembangunan desa yang berhasil mencegah kebakaran lahan.

"Kita akan  bekerjasama dengan desa, aparat penegak hukum, militer, pemerintah setempat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan LSM untuk menjalankan program Desa Bebas Api. Program tahun ini mencakup 9 desa rawan kebakaran di sekitar sungai Kampar," kata Direktur PT RAPP Rudi Fajar  saat meluncurkan program itu di Kerinci, Pelalawan, Riau, Selasa (28/7/2015).

Program Desa Bebas Api ini dihadiri mantan Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Menurut Rudi,  program Desa Bebas Api terbukti sukses sebelumnya. Keberhasilan tersebut memberi motivasi untuk meningkatkan upaya dan peningkatan kapasitas di tingkat masyarakat agar program itu makin sukses di tahun keduanya.

"Fokus pada masyarakat, bekerjasama pemerintahan setempat dan LSM, adalah kunci untuk menyelesaikan akar masalah kebakaran hutan dan lahan. Menyediakan alternatif untuk pengolahan lahan bagi masyarakat juga sejalan dengan pendekatan untuk pengelolaan hutan lestari baik di dalam maupun di sekitar konsesi kami," katanya.

Sementara itu Moeldoko mengapresiasi dan menyebut program Desa Bebas Api sebagai solusi baru untuk pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

"Memang harus ada solusi 'out of the box' yang di luar kebiasan untuk menghentikan kebakaran hutan dan lahan," kata dia.

Moeldoko mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Riau seolah menjadi tradisi. Situasi tersebut terjadi karena ada kebutuhan pengolahan lahan sementara masyarakat tidak memiliki peralatan yang memadai.

 "Jadi daripada mengeluarkan dana besar untuk pemadaman dan pemulihan, lebih baik untuk menyediakan perlengkapan dan bantuan untuk pengolahan lahan yang tentu lebih murah," katanya.

Untuk diketahui, RAPP/APRIL group, telah menerapkan kebijakan pengoalahan lahan tanpa bakar yang ketat sejak pertama kali beroperasi tahun 1994. Meski demikian, kebakaran yang dipicu oleh pihak lain membuat perusahaan  kehilangan asetnya berupa hutan tanaman sekitar 140 juta dolar AS sejak tahun 2009.

Merespons hal itu perusahaan itu membelanjakan 6 juta dolar AS untuk berbagai peralatan pemadaman. Sementara setiap tahunnya sebanyak 3 juta-4 juta dolar AS dikucurkan untuk mengoperasikan pasukan pemadam kebakaran.

 Di tingkat lokal, juga menyediakan ber agai perlengkapan pemadaman termasuk helikopter perusahaan dan pompa-pompa air. Perusahaan juga melatih lebih dari 630 relawan dari 39 desa di Riau untuk pengendalian kebakaran. (cha/try)