DetikNews
Jumat 19 Juni 2015, 14:18 WIB

Raja Juli Antoni: PSI Bakal Jadi Perahu Tokoh Muda Potensial

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Raja Juli Antoni: PSI Bakal Jadi Perahu Tokoh Muda Potensial
Jakarta - Anak muda yang gemas dengan kondisi perpolitikan saat ini mendirikan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mereka ingin menawarkan partai yang benar-benar baru, bukan berisi tokoh-tokoh stok lama.

"Saya kira kita partai baru tetapi benar-benar menawarkan sesuatu yang baru. Kebaruan kita paling tidak dilihat dari segi usia maksimal menjadi pengurus kita 45 tahun. Kemudian sekarang ini kan kekuasaan ada di tangan orang tua dan itu berakibat buruk pada regenerasi di tanah air. Prinsipnya kita tetap respek kepada orang tua tetapi kita ingin mengatakan bahwa regenerasi parpol itu penting," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni, kepada detikcom, Jumat (19/6/2015).

Mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ini menegaskan PSI bukan daur ulang partai lama. "Partai ini benar-benar berisi orang yang tak pernah terlibat di jajaran pengurus partai politik sebelumnya," terangnya.

Lalu sebenarnya apa mimpi besar PSI? Doktor lulusan Australia ini menegaskan misi PSI memperbaiki citra parpol dengan melakukan reformasi di tubuh parpol sendiri. "Parpol sesungguhnya dalam konteks reformasi sangat penting karena segala sumber daya politik, APBN, presiden, gubernur, bupati, wali kota, dilahirkan dari sana tetapi sekarang ini tidak ada reformasi di internal partai politik. Sistem politik kita sudah sedemikian demokratis akan tetapi tidak diiringi demokratisasi di dalam diri kita sendiri," paparnya.

Sekarang ini, menurut Raja, banyak tokoh potensial kehilangan kesempatan menjadi pemimpin karena tidak didukung parpol. Sejumlah tokoh seperti Joko Widodo, Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, sampai Basuki Tjahaja Purnama adalah sejumlah tokoh yang baru didukung oleh parpol menjelang kontestasi politik.

"Kita ingin masuk sebagai solusi, kita menawarkan perahu bagi orang baik yang punya visi dan komitmen besar untuk perubahan dan mengutamakan kerja politik untuk menyejahterakan rakyat," katanya.

Karena komitmen untuk memberi ruang kepada tokoh muda potensial itu para pengurus PSI tidak berambisi meraih jabatan politik. Kalau pun kemudian akan mengambil posisi di DPR, calon kepala daerah atau capres-cawapres, maka yang bersangkutan diharuskan mundur dari partai.

"Kalau mereka mau terlibat (di posisi politik) maka mereka harus lepas jabatan di parpol," katanya.
(van/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed