Jokowi Bertemu MER-C di Istana, Bicara Peresmian RS Indonesia di Gaza

Jokowi Bertemu MER-C di Istana, Bicara Peresmian RS Indonesia di Gaza

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 17 Jun 2015 12:38 WIB
Jokowi Bertemu MER-C di Istana, Bicara Peresmian RS Indonesia di Gaza
foto: Rifky/Setpres
Jakarta - Delegasi MER-C menemui Presiden Joko Widodo untuk melaporkan rencana peluncuran Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Jokowi mengapresiasi pembangunan RS itu dan memungkinkan diri untuk hadir saat pembukaan nanti.

"Presiden akan melihat apakah dimungkinkan untuk menghadiri acara peresmian rumah sakit tersebut," ujar Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Rabu (17/6/2015).

Teten mengatakan, Presiden Jokowi mengapresiasi rencana grand opening RS Indonesia di Gaza, Palestina, dalam waktu dekat. Pembangunan RS Indonesia ini sepenuhnya merupakan wujud solidaritas rakyat Indonesia kepada rakyat Palestina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden juga menyatakan komitmen pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait dan Perwakilan RI untuk memfasilitasi agar bantuan kepada rakyat Palestina bisa sampai ke tujuan," kata Teten.

RS Indonesia yang berdiri di atas lahan seluas 16.261 m2 saat ini berada dalam proses pengadaan alat kesehatan yang kesiapannya sudah mencapai 90 persen. Rencananya RS Indonesia akan dikhususkan untuk pelayanan traumatology dan bedah bagi masyarakat Palestina.

Pada kesempatan itu, lanjut Teten, Presiden juga menyampaikan Pemerintah RI sudah mengambil langkah-langkah konkret untuk mendukung perjuangan Palestina. Ini diwujudkan dalam bentuk antara lain pendirian Konsulat Kehormatan di Ramallah dan pembangunan Indonesia Cardiac Centre di RS Al Syifa di Gaza.

"Berkaitan dengan rencana Grand-Opening RS Indonesia, Presiden berpesan agar pihak MER-C perlu bersabar menunggu izin Pemerintah Mesir untuk memasuki Palestina melalui Rafah, untuk menghindari ditolaknya rombongan yang dapat menjadi pemberitaan negatif," kata Teten.

"Presiden juga meminta pihak Mer-C berhati-hati agar bantuan dimaksud tidak terkesan diterima oleh salah satu yayasan atau organisasi atau lembaga yang anggotanya berafiliasi dengan salah satu faksi tertentu di Palestina. Di antaranya memastikan manajemen rumah sakit yang nantinya akan mengelola RS Indonesia, yaitu RS Kamal Edwan, bukanlah RS yang berafiliasi atau dimiliki oleh salah satu faksi di Palestina," tambah Teten. (jor/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads