DetikNews
Kamis 30 April 2015, 06:21 WIB

Laporan dari Rotterdam

Dr Arifin Siregar Dianugerahi Linggarjati Award di Belanda

- detikNews
Dr Arifin Siregar Dianugerahi Linggarjati Award di Belanda
Rotterdam - Mantan Gubernur Bank Indonesia, Menteri Perdagangan dan Dubes RI di Washington D.C Dr. Arifin Siregar mendapat anugerah penghargaan Linggarjati Award dari Indonesia Nederland Society (INS) di Belanda.

Penghargaan disampaikan oleh INS Jasse Kuiper di Balaikota Rotterdam, Belanda, Selasa (28 April 2015).

"Dr. Arifin Siregar dinilai tepat mendapat anugerah Linggarjati Award tidak saja karena jasanya dalam kontribusi membangun hubungan ekonomi, namun juga karena peran sertanya dalam membangun saling pengertian dan saling menghormati antar masyarakat kedua bangsa," ujar Kuiper dalam pengantarnya.

Dr. Arifin Siregar dalam sambutannya memaparkan sejarah hubungan Indonesia dan Belanda, terutama dalam pembangunan ekonomi, juga menyoroti sikap kedua bangsa terhadap dinamika hubungan yang muncul.

"Salah satu pembelajaran berharga yang dapat saya petik dari perkembangan hubungan kedua negara yang terkadang naik turun adalah pentingnya pendekatan pribadi," tutur Dr. Siregar.

Menurut alumnus Erasmus University Rotterdam (Nederlandse Economische Hogeschool Rotterdam 1953-1956) ini, kontak pribadi antara masyarakat kedua bangsa haruslah diperkuat dan dikembangkan.

"Kontak pribadi ini benar-benar sangat penting dalam mempererat hubungan Indonesia dan Belanda. Di samping itu hal terpenting adalah untuk terus melihat ke depan dengan saling menghormati dan saling menguntungkan," demikian Dr. Siregar.

Hadir menyaksikan penganugerahan antara lain para tokoh penting Belanda seperti mantan PM Ruud Lubbers (1982-1994), mantan Menteri Pertahanan Wim van Eekelen (1986-1988), mantan Menlu Ben Bot (2003-2007), KUAI KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo dan sekitar 200 tamu undangan.

KUAI dalam kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat dan menyatakan rasa bangga atas penghargaan yang telah diberikan kepada salah seorang putra terbaik Indonesia.

Sementara itu Minister Counsellor Azis Nurwahyudi dalam keterangan pers menyebutkan bahwa Dr. Arifin Siregar pernah mendapat tugas khusus dari Presiden Soeharto untuk memperbaiki hubungan Indonesia-Belanda pasca pembubaran Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI) pada 1992.

Dr. Siregar memulai tugas khususnya itu dengan mengatur strategi membawa misi kunjungan pengusaha Indonesia ke Belanda hingga mendirikan Indonesian Trade and Distribution Centre di Rotterdam sebagai pintu masuk produk Indonesia ke Eropa.

Menurut catatan Detikcom, pemerintah Indonesia menghentikan secara sepihak kerjasama pembangunan dengan Belanda dan membubarkan IGGI menyusul "Insiden Pronk" pada 1992, yang menggurui soal HAM.

Menko Ekuin Radius Prawiro mengumumkan sikap tegas Indonesia itu pada 25 Maret 1992 bertepatan dengan 45 tahun Perjanjian Linggarjati, seolah tanggal sensitif itu sengaja dipilih. Menurut Radius, Belanda menyalahgunakan kerjasama pembangunan untuk menekan Indonesia.

Sikap tegas Jakarta yang di luar dugaan itu membuat Menteri Kerjasama Pembangunan J.P. Pronk (Partai Buruh) dalam politik domestik di Belanda mendapat banyak tekanan, terutama dari dunia usaha.

Linggarjati Award sendiri adalah sebuah penghargaan dari Indonesia Nederland Society yang diberikan kepada tokoh dari berbagai bidang, yang dinilai mempunyai andil besar dalam mempererat hubungan Indonesia-Belanda.

Sebelumnya Linggarjati Award pertama kali diberikan kepada Joty Terkulve (2012) dan untuk yang kedua kalinya diberikan kepada mantan Menteri Luar Negeri RI Dr. N. Hassan Wirajuda bersama mantan Menteri Luar Negeri Belanda Ben Bot pada 2013.

Pemberian penghargaan Linggarjati ketiga ini disampaikan bersamaan dengan kegiatan Seminar “Rotterdam – Jakarta, Water-Smart Cities” yang digagas oleh INS. Pada kesempatan tersebut dipresentasikan berbagai pemikiran mengenai kerjasama dan penanganan menejemen air di indonesia.

Seminar dibuka oleh Siebe Riedstra, Sekretaris Jenderal Kementerian Infrastruktur dan Lingkungan Belanda, dengan pembicara antara lain Allard Castelein CEO Rotterdam Port Authority, Prof. Alexander Rinnooy Kan dari Universitas Amsterdam dan pembicara kunci KUAI KBRI Den Haag Ibnu Wahyutomo.

Selain itu juga dilakukan presentasi oleh para mahasiswa dari Indonesia yang tengah belajar di Unesco-IHE, Delft.


  • Dr Arifin Siregar Dianugerahi Linggarjati Award di Belanda
  • Dr Arifin Siregar Dianugerahi Linggarjati Award di Belanda

(es/es)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed