DetikNews
Kamis 23 April 2015, 10:16 WIB

Arsitek Kompilasi Hukum Islam Busthanul Arifin Berpulang

- detikNews
Arsitek Kompilasi Hukum Islam Busthanul Arifin Berpulang Busthanul Arifin (memakai kopiah putih) semasa sehat (dok.ist)
Jakarta - Indonesia kehilangan salah satu begawan hukum, Busthanul Arifin, dalam usia 86 tahun. Salah satu arsitek Kompilasi Hukum Islam (KHI) itu meninggal dunia setelah 3 minggu dirawat karena sakit.

"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah orang tua kita Bapak Busthanul Arifin," lansir Humas Forum Diskusi Hakim Indonesia (FDHI) di jejaring media sosial, Kamis (23/4/2015).

Rencananya Busthanul akan dimakamkan siang ini di TMP Kampung Pulo. Pria kelahiran 2 Juni 1929 di Payakumbuh Sumatera Barat itu meninggal dunia pada Rabu (23/4) kemarin siang di rumahnya di Jakarta Selatan.

Siapakah Busthanul Arifin? Ia merupakan hakim karier yang mengabdi di Pengadilan Agama selama 10 tahun dan sebagai hakim agung selama 26 tahun dengan jabatan terakhir Ketua Muda Mahkamah Agung Bidang Peradilan Agama.

Busthanul merupakan anak terakhir dari enam bersaudara, putra pasangan Andaran Gelar Mahatajo Sutan-Kana. Gelar SH diraih dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta pada 1955.

Selepas kuliah, Busthanul mulai meniti karier sebagai hakim di Semarang, Jawa Tengah. Selang 11 tahun kemudian, Bustanul dipercaya sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Selatan dan Tengah yang berkedudukan di Banjarmasin. Usai menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Selatan dan Tengah, Busthanul diangkat menjadi hakim agung pada 3 Februari 1968. 14 Tahun kemudian ia diangkat menjadi Ketua Muda Urusan Lingkungan Peradilan Agama yang ia jabat hingga pensiun. Selain jadi Ketua Muda MA Urusan Lingkungan Peradilan Agama, ia juga jadi Sekretaris Jenderal Perhimpunan Ahli Hukum Islam Asia Tenggara.

Sepanjang kariernya, Busthanul berperan aktif dalam penyusunan RUU Peradilan Agama dan KHI. Gagasan penyusunan KHI itu merupakan tindak lanjut keputusan bersama Ketua MA dan Menteri Agama pada 1985 dan selesai pada Desember 1987. Pada akhirnya, KHI itu disahkan oleh Presiden Soeharto pada 1991. KHI kini menjadi panduan utama dalam Pengadilan Agama di seluruh Indonesia yang mengatur perceraian, talak, waris dan wakaf.

  • Arsitek Kompilasi Hukum Islam Busthanul Arifin Berpulang
    Busthanul Arifin (memakai kopiah putih) semasa sehat (dok.ist)
  • Arsitek Kompilasi Hukum Islam Busthanul Arifin Berpulang
    Busthanul Arifin (memakai kopiah putih) semasa sehat (dok.ist)

(asp/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed