detikNews
Kamis 01 Januari 2015, 16:29 WIB

Indonesia Darurat Narkoba

Tahukah Anda, Satu Keluarga Ini Bangun Pabrik Sabu dari Balik Penjara?

- detikNews
Tahukah Anda, Satu Keluarga Ini Bangun Pabrik Sabu dari Balik Penjara? ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Negara Indonesia seakan tidak berdaya menghadapi keluarga Benny Sudrajat. Meski telah dihukum mati, jaksa tak kunjung mengeksekusi mati sehingga Benny dan keluarganya kembali membangun pabrik narkoba dari balik bui. Siapa sebenarnya Benny?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kamis (1/1/2015), ulah Benny mulai terungkap saat pabrik narkobanya di daerah Cikande, Banten dibekuk aparat pada 2006. Pabrik ekstasi berkapasitas produksi 5.000 butir per hari itu ternyata dimiliki oleh Benny. Hingga putusan kasasi Benny dan 8 karyawannya semuanya dihukum mati, mereka yaitu:

1. Benny Sudrajat alias Tandi Winardi
2. Iming Santoso alias Budhi Cipto
3. Zhang Manquan
4. Chen Hongxin
5. Jian Yuxin
6. Gan Chunyi
7. Zhu Xuxiong
8. Nicolaas Garnick Josephus Gerardus alias Dick
9. Serge Areski Atlaoui

Karena tidak kunjung ditembak mati, diam-diam Benny kembali membangun jaringannya dari balik sel LP Pasir Putih, Nusakambangan. Lewat kaki tangannya, Benny bisa kembali membangun kerajaan bisnis haram itu di Pamulang, Tangerang. Tapi pabrik tersebut mengalami kebakaran dan Benny memindahkan pabrik itu ke Palasari, Cipanas, Cianjur, pada 2009. Setelah itu, mereka lalu juga membangun pabrik narkoba di daerah Petojo, Jakarta Pusat.

Dengan siapa Benny membangun kembali pabriknya itu? Ternyata Benny meminta bantuan dua anaknya yaitu:

1. Arden Christian Sudrajat
2. Aldo Enrico Sudrajat

Padahal, Arden saat itu juga sama-sama dipenjara di LP Pasir Putih karena kasus yang sama. Sehingga Aldo lah yang bertugas mencari lokasi yang aman untuk membuat narkotika. Lalu siapa peracik narkotika jenis sabu? Ternyata Benny mendatangkan koki dari Hong Kong bernama Afan.

Ternyata dipenjara di pulau terpencil, tidak menghabiskan akal Benny dan anaknya, Arden untuk bisa mengontrol pabrik narkotika. Keduanya bekerjasama dengan Anne Yuliana, orang yang kerap datang ke Nusakambangan karena membesuk teman lelakinya yang juga dipenjara, Jimmy Hariadi. Anne lalu menggandeng Victor dan Rio dalam membangun pabrik narkoba itu.

Afan selaku peracik datang ke Indonesia hanya untuk memasak sabu. Setelah selesai bertugas selama satu mingguan, ia kembali ke Hong Kong. Sehingga total yang terlibat membangun pabrik narkoba Benny jilid II yaitu:

1. Arden Christian Sudrajat (anak pertama)
2. Aldo Enrico Sudrajat (anak kedua)
3. Afan (peracik/DPO)
4. Victor
5. Anne
6. Jimmy Hariadi
7. Rio
9. Afan (DPO)

Operasi pabrik ini akhirnya terbongkar saat polisi menggerebek pada 2009. Atas hal ini mereka dihukum:

1. Benny Sudrajat kembali dihukum mati
2. Arden Christian Sudrajat (anak pertama) dihukum 18 tahun penjara. MA menolak kasasi Arden pada 12 Mei 2012.
3. Aldo Enrico Sudrajat (anak kedua), dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor 878/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
4. Afan (peracik/DPO)
5. Victor, dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor 878/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
6. Anne dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor 879/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
7. Jimmy Hariadi dihukum oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor 879/Pid.B/2010/PN.JKT.BAR, putusan tidak dipublikasikan.
8. Rio

Dengan rekam jejak Benny yang sudah berkali-kali membangun pabrik narkoba, mengapa jaksa tidak mengeksekusi mati?

  • Tahukah Anda, Satu Keluarga Ini Bangun Pabrik Sabu dari Balik Penjara?
    ilustrasi (dok.detikcom)
  • Tahukah Anda, Satu Keluarga Ini Bangun Pabrik Sabu dari Balik Penjara?
    ilustrasi (dok.detikcom)

(asp/rvk)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com