DetikNews
Minggu 21 Desember 2014, 09:17 WIB

Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara Resmi Berakhir Hari Ini

- detikNews
Evakuasi Korban Longsor Banjarnegara Resmi Berakhir Hari Ini
Jakarta - Penanganan evakuasi korban bencana longsor di Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara secara resmi dinyatakan berakhir Minggu (21/12/2014). Berakhirnya penanganan evakuasi ditandai dengan apel besar pasukan Basarnas, BNPB, TNI, Polri, Relawan dan masyarakat di pertigaan dukuh Ngaliyan, Desa Sampang, 100 m dari lokasi bencana.

"Apel akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB dan diikuti semua komponen penanangan bencana beserta masyarakat. Usai kegiatan apel yang dipimpin Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pamitan antara Relawan dengan masyarakat," kata Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (21/12/2014).

Untuk selanjutnya, kegiatan penanangan bencana dilanjutkan pada kegiatan tanggap bencana tahap dua yang akan berlaku mulai tanggal 22 Desember 2014 hingga 4 Januari 2015 mendatang. Pada masa itu, prioritas penananganan difokuskan pada pengungsi untuk secepatnya masuk pada hunian sementara (huntara) di rumah-rumah penduduk.

“Pengungsi secepatnya akan kami tempatkan di hunian sementara di rumah-rumah yang kita sewa dari penduduk. Karena terlalu lama tinggal di pengungsian sangat tidak bagus bagi mereka. Sebab kebutuhan manusia tidak hanya tidur dan makan, ada kebutuhan-kebutuhan lain yang juga membutuhkan perhatian. Bila telah selesai pendataannya, Selasa (23/12), semua pengungsi sudah bisa masuk ke huntara” jelasnya.

Sementara menurut Komandan Satgas Penanganan Bencana Longsor Dukuh Jemblung, Desa Sampang, Karangkobar, Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Edy Rochmatullah menambahkan, kegiatan apel akan dilaksanakan secara sederhana.

“Apel dilaksanakan dalam suasana tidak formal sekali. Hari Minggu ini merupakan hari terakhir evakuasi. Setelah itu diakhiri dengan salam-salaman dengan warga” jelasnya.

Menurut dia, pada masa tanggap darurat tahap dua ini, sebagai leading sektornya adalah dan PMI. Sebagian besar personil TNI akan ditarik ke markasnya masing-masing.

“Yang tinggal nanti TNI dari Kodim. Peran TNI di sini tidak lagi di depan memimpin operasi bencana, namun berada di lapis kedua membackup penanangan bencana. Namun sepanjang diperlukan TNI selalu siap” ungkapnya.

Untuk evakuasi korban, sampai hari ke 9 pada Sabtu (20/12), jumlah korban tewas yang berhasil ditemukan 93 orang. Hal tersebut dikarenakan pada hari Sabtu tidak ada penambahan korban yang ditemukan, karena pencarian korban terkendala hujan yang turun sejak pukul 10.00 pagi.

“Sebetulnya masyarakat sudah menerima jika evakuasi dihentikan pada hari Jumat kemarin. Namun kita tambah lagi sampai hari Minggu agar masyarakat lebih puas lagi. Hanya saja setelah sekian lama tertimbuh, kita wanti-wanti sekali pada para petugas dan relawan, hanya mereka yang menggunakan standar kemanan lengkap yang boleh menyentuh mayat jika ditemukan. Sangat berbahaya mayat yang sudah mengeluarkan cairan disentuh dengan tangan telanjang. Tangan bisa hancur sebatas lengan karena membusuk terkena kuman” ujarnya.


(arb/vid)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed