"Dulu saya ada perusahaan kayu glondongan, tapi anak saya pengennya saya tidak menjualnya dalam bentuk glondongan. Tapi dalam bentuk finish produk," kata Luhut membuka ceritanya di sela-sela 'mengawal' kegiatan Jokowi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/5/2014).
Lalu Luhut mencari informasi pengusaha yang bisa mengolah kayu glondongan. Dalam pencariannya, Luhut mengaku dikenalkan ke Jokowi yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Sebelum menjadi Wali Kota, Jokowi memang seorang pengusaha mebel. Luhut tertarik bekerja sama, namun tak bisa karena terbentur jabatan Jokowi sebagai Wali Kota.
"Saya dikenalkan waktu dia jadi Wali Kota, sekitar 6 tahun lalu. Kemudian kita bikin dengan anaknya, perusahaan, karena dia jadi wali kota. Perusahaan finishing furnitures. Perusahaan kecil lah. Bisnis saya kan di energi," tutur Luhut.
Jalinan bisnis terjalin antara putra Jokowi dan perusahaan Luhut. Namun dia Luhut menegaskan tak ada kerja sama politik antara dirinya dengan Jokowi saat itu. Luhut juga mengaku tak ikut campur membantu pencalonan Jokowi di Pilgub DKI 2012 lalu.
"Tiba-tiba dia jadi gubernur gitu aja," ujarnya.
Meski tak memiliki kerja sama politik di masa lalu, Luhut kini mengisi barisan pendukung pencapresan Jokowi. Pria yang masih berkantor di Bakrie Tower ini masuk ke formasi tim sukses Jokowi-JK.
(trq/gah)











































