Kerusuhan di Sampang Bermula dari Santri Syiah yang Hendak Kembali ke Bangil

Kerusuhan di Sampang Bermula dari Santri Syiah yang Hendak Kembali ke Bangil

- detikNews
Minggu, 26 Agu 2012 17:21 WIB
Sampang - Kerusuhan berlatar belakang agama di Sampang bermula dari cekcok yang terjadi antara santri pengikut Syiah dengan sekelompok orang yang tak dikenal. Mobil para santri yang hendak keluar dari Sampang itu dihadang dalam perjalanannya ke Bangil sekitar pukul 11.00 WIB. Sempat terjadi cekcok, mobil yang ditumpangi santri akhirnya memutuskan kembali ke rumah di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Kecamatan Omben dan Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang.

"Kami dihadang. Mobil kami dilempari sehingga kami balik," kata salah satu santri, Umi Hani, kepada wartawan, Minggu (26/8/2012).

Sebelum balik, santri Syiah sempat terlibat cekcok dengan kelompok tersebut. Saat balik, mobil para santri terus diikuti. Kelompok tak dikenal yang dikabarkan beraliran Sunni itu semakin bertambah jumlahnya saat berada di areal rumah para pengikut Syiah. Kerusuhan itu sendiri dikabarkan bermula saat salah seorang anggota kelompok itu terkena bom bondet yang berisi gotri. Bom itu sendiri ditanam sebagai ranjau di areal rumah para pengikut Syiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meledaknya bom itu membuat warga sekitar turut terprovokasi. Usai insiden itu, kerusuhan pun tak terhindarkan. Para pengikut Syiah dan warga serta kelompok tersebut yang beraliran Sunni terlibat perang terbuka. Saling berhadap-hadapan, mereka bertarung dengan pedang maupun celurit yang terhunus.

Karena kalah jumlah, pengikut Syiah kewalahan. Satu orang pengikut Syiah bernama Hamamah (50) tewas setelah usus perutnya terburai terbacok senjata tajam. Kerusuhan itu juga membawa korban 5 orang luka berat, sebagian besar dari kelompok Syiah. Para pengikut Sunni terus melakukan aksinya dengan membakar puluhan rumah milik pengikut Syiah.

Menurut Sekjen Ahli Bait Indonesia, korban tewas dalam insiden itu ada dua orang. Salah satu korban bernama Tohir.

Dari informasi yang dihimpun detikcom, Tohir tewas dalam persembunyiannya di areal sungai perbatasan desa. Tohir tewas setelah mengalami banyak luka bacok di tubuhnya khususnya pada bagian punggung.

Insiden kekerasan ini melahirkan kecaman dari berbagai kalangan.

(fat/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads