"Kami dihadang. Mobil kami dilempari sehingga kami balik," kata salah satu santri, Umi Hani, kepada wartawan, Minggu (26/8/2012).
Sebelum balik, santri Syiah sempat terlibat cekcok dengan kelompok tersebut. Saat balik, mobil para santri terus diikuti. Kelompok tak dikenal yang dikabarkan beraliran Sunni itu semakin bertambah jumlahnya saat berada di areal rumah para pengikut Syiah. Kerusuhan itu sendiri dikabarkan bermula saat salah seorang anggota kelompok itu terkena bom bondet yang berisi gotri. Bom itu sendiri ditanam sebagai ranjau di areal rumah para pengikut Syiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena kalah jumlah, pengikut Syiah kewalahan. Satu orang pengikut Syiah bernama Hamamah (50) tewas setelah usus perutnya terburai terbacok senjata tajam. Kerusuhan itu juga membawa korban 5 orang luka berat, sebagian besar dari kelompok Syiah. Para pengikut Sunni terus melakukan aksinya dengan membakar puluhan rumah milik pengikut Syiah.
Menurut Sekjen Ahli Bait Indonesia, korban tewas dalam insiden itu ada dua orang. Salah satu korban bernama Tohir.
Dari informasi yang dihimpun detikcom, Tohir tewas dalam persembunyiannya di areal sungai perbatasan desa. Tohir tewas setelah mengalami banyak luka bacok di tubuhnya khususnya pada bagian punggung.
Insiden kekerasan ini melahirkan kecaman dari berbagai kalangan.
(fat/nrl)