DetikNews
Kamis 06 Mei 2004, 15:34 WIB

6 \'Iblis\' Protes Pesangon DPRD Jateng

- detikNews
Semarang - Menjelang masa akhir tugas DPRD Jateng, isu munculnya dana purnabhakti jadi sorotan berbagai. Enam seniman yang mengatasnamakan Aktor Studio Semarang menggelar aksi teatrikal penolakan dana purnabhakti tersebut dengan menjadi \\\'iblis\\\'.Ke-6 orang seniman tersebut mengenakan pakaian hitam-hitam, berdasi, dan membawa kapak yang terbuat dari kayu. Wajah mereka dicorat-coret dengan cat warna merah, putih, dan hitam. Dan, kepala mereka tertancap dua tanduk.Mereka berjalan dari Stadion Tri Lomba Juang, Jl. Pandanaran, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis (06\/05\/2004). Dari sana, mereka menuju Bundaran Air Mancur dan Kantor DPRD Jateng, Jl. Pahlawan. Sepanjang perjalanan mereka mementaskan gerakan-gerakan tak tentu, sehingga menarik perhatian pengendara jalan.Sekitar pukul 09.45 WIB mereka tiba di depan kantor DPRD Jateng. Di tempat tersebut, mereka duduk membentuk lingkaran, bermain kartu, dan memperagakan permainan uang anggota dewan dengan berjudi. Satu-satunya poster yang mereka bawa bertuliskan \\\"Ssstt Diam!! Jangan Ada Yang Tahu Jumlah Uang Purnabhakti Kita\\\".Sejumlah pegawai Pemprov sempat berkerumun menyaksikan pentas 6 \\\'iblis\\\' tersebut. Apalagi ketika para seniman itu masuk ke ruang lobi DPRD dan mementaskan perebutan uang. Tak pelak lagi, uang palsu itu berhamburan ke luar ruangan.Seusai pentas salah satu seniman Djawahir Muhammad mengatakan bahwa aksi simbolik mereka memang ditujukan untuk anggota DPRD Jateng yang hampir purna tugas. \\\"Terutama untuk menyikapi dana purnabhakti yang hendak mereka kucurkan sendiri. Maka itu, kami mempersonilisasikan diri sebagai iblis,\\\" kata Djawahir.Menurut Djawahir yang juga calon DPD Jateng tidak jadi tersebut, anggota dewan tak mempunyai rasa keadilan. \\\"Kabarnya mereka akan membagi 400 juta rupiah per orang. Oke, kalau itu dipublic hearing<\/i>kan dengan masyarakat. Kalau tidak?\\\" katanya dengan nada bertanya.Aksi 6 \\\'iblis\\\' berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka bergegas menuju Stadion Tri Lomba Juang lagi dengan meninggalkan ceceran uang palsu, kartu permainan, dan sebuah poster di depan kantor DPRD Jateng. Tak ada satu pun anggota dewan yang menemui mereka.


(nrl/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed