DetikNews
Senin 19 April 2004, 23:27 WIB

7 Terdakwa Kasus Beteleme Didakwa Langgar UU Terorisme

- detikNews
Palu - Sebanyak 7 terdakwa penyerangan warga Beteleme, Morowali, Sulawesi Tengah, Senin (19\/4\/2004), disidangkan di Pengadilan Negeri Palu. Mereka didakwa telah melanggar UU Terorisme dan UU Darurat.Persidangan yang dijaga ketat oleh satu regu Satuan Perintis Polresta Palu itu luput dari perhatian masyarakat seperti layaknya persidangan kasus Poso sebelumnya. Hanya wartawan, polisi dan pegawai PN Palu serta beberapa mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tadulako yang menjejali ruang sidang II PN Palu.Sekadar diketahui, 7 terdakwa tersebut bersama 7 orang lainnya diketahui telah melakukan penyerangan Desa Beteleme, Kecamatan Lembo, Kabupaten Morowali, Sulteng. Daerah pemekaran dari Kabupaten Poso itu selama ini memang paling terpengaruh dampak terjadinya konflik di Poso.Dalam dakwaan, ke-7 orang tersebut dituding telah menyerang desa tersebut pada Kamis, 7 Oktober 2003. Akibat serangan mereka, 2 orang warga setempat meninggal dunia, 3 orang luka berat, 35 rumah terbakar, 1 unit mobil Toyota Kijang terbakar, 1 unit mobil truk terbakar, 30 unit sepeda motor dari berbagai jenis juga turut terbakar, ditambah sebuah gereja.Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dibacakan Jaksa Ferry Silalahi SH menyebutkan, mereka didakwa telah melanggar pasal 14 jo pasal 6 Perpu RI No. 1 Tahun 2002 jo pasal 1 UU No. 15 Tahun 2003 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Tak cuma itu, mereka juga didakwa melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951.Para terdakwa tersebut yang antara lain Abid alias David, Ishak alias Jeki, Hamdan alias Komar dan Arman alias Tarzan disebut-sebut telah merencanakan penyerangan tersebut sejak September 2003. Untuk diketahui, 3 dari 14 tersangka penyerangan Beteleme juga meninggal dunia dalam kontak senjata dengan aparat kepolisian dalam sebuah operasi penggerebekan.Sidang yang dipimpin oleh majelis hakim yang terdiri dari I Nyoman Somanada SH, I Made Sukanada dan Tahsin, itu dimulai sekitar pukul 12.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan berakhir sekitar pukul 13.00 WITA. Adapun para tersangka didampingi oleh Tim Advokasi Beteleme, yang dipimpin oleh Tajwin Ibrahim SH beranggotakan 14 pengacara muslim lainnya dari Palu.


(ani/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed