detikNews
Kamis 17 September 2009, 03:43 WIB

Malaysia Edarkan 3000 Buku Setengah Abad Hubungan Malindo

- detikNews
Malaysia Edarkan 3000 Buku Setengah Abad Hubungan Malindo
Kuala Lumpur - Upaya perbaikan hubungan Indonesia-Malaysia terus dilakukan. Untuk meningkatkan saling pemahaman antara kedua negara, Universitas Malaya menerbitkan buku "Setengah Abad Hubungan Malaysia-Indonesia".

Bahkan buku itu dicetak sebanyak 3.000 buah untuk di Malaysia.

Hal itu dikatakan Dekan Fakultas Sains Sosial Universiti Malaya, Prof Mohamad Redzwan Othman dalam jumpa pers di gedung rektorat Universiti Malaya, Kuala Lumpur, Rabu (16\/9\/2009).

"Yang sudah ada 3.000 buku. Ini akan diedarkan di Malaysia di sekolah-sekolah, di library masing-masing. Tujuannya agar generasi muda mengetahui dan memahami hubungan Indoensia-Malaysia," kata Redzwan.

Dia menjelaskan, buku tersebut merupakan kumpulan makalah-makalah yang dipresentasikan oleh para pakar di pelbagai bidang dalam seminar bertema "Persidangan 50 Tahun Merdeka: Hubungan Malaysia-Indonesia" yang diadakan selama 4 hari pada 17-21 Juli 2007. Seminar tersebut bekerjasama dengan Universitas Indonesia, Universitas GAjah Mada, Universitas Padjajaran, dan Universitas Andalas. Penerbitan buku tersebut atas sponsorship dari Maybank, salah satu bank terbesar di Malaysia.

"Untuk di Indonesia akan dibincangkan dulu dengan Universitas Indonesia sebagai closed partner. Insya Allah kami akan luncurkan buku kedua dan ketiga," tuturnya.

Naib Canselor Universiti Malaya Datuk Dr Ghouth Jasman mengatakan, kerjasama dengan universitas-universitas di Indonesia sangatlah penting. Bahkan menurut dia, universitas-universitas di Indonesia menjadi destinasi penting bagi kampus-kampus di Malaysia. Pertukaran mahasiswa diantara kedua negara telah berlangsung lama.

"Di UM saja ada lebih kurang 700 mahasiswa Indonesia. Sebagian besar mengambil program postgraduate. Hanya 70 orang yang mengambil undergraduate," ungkap Jasman.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, untuk saat ini dan ke depan pihak UM lebih memprioritaskan mengundang mahasiswa-mahasiswa berprestasi dari Indonesia untuk mengambil program prostgraduate. Bahkan UM menurut dia, bersedia memberikan beasiswa kepada mahasiswa tersebut.

"Kami sebagai universitas riset akan lebih memprioritaskan mahasiswa berprestasi yang bisa menjalankan penelitian untuk di prostgraduate. Kita tidak akan tambah lagi untuk undergraduate," kata Jasman.

Sebagai bentuk hubungan baik UM dengan sejumlah universitas di Indonesia, Jasman mengatakan, sebanyak 15 orang dosen pilihan dari Indonesia telah mengajar di UM.

Dubes RI untuk Malaysia, Da\\\'i Bachtiar menambahkan, telah banyak akademisi yang menggambarkan hubungan baik Indonesia-Malaysia dalam pelbagai bidang. Menurutnya, pemikiran dan hasil-hasil pengkajian yang dilakukan para akademisi mengenai Indonesia-Malaysia dapat membantu memberikan pemahaman yang benar mengenai hubungan kedua negara.

"Oleh karena itu, kalaulah di publik umum berpedapat berbeda, tapi di kalangan akademisi kedua pihak berpendapat yang tidak terseret emosional, maka akan sangat mudah memahamkan publik. Dan ini sebetulnya salah satu yang direkomendasikan oleh Eminent Person Group (EPG)," cetusnya.

Buku "Setengah Abad Hubungan Malaysia-Indonesia" setebal 670 halaman itu memuat 39 makalah tentang pelbagai bidang kajian budaya, sosial, sastra, media, dan politik antara Indonesia-Malaysia yang dipresentasikan dalam seminar hubungan Indonesia-Malaysia tahun 2007 dan 2008. Sebanyak 13 universitas di Indonesia terepresentasikan dalam buku tersebut.

Seminar serupa pada tahun ini telah dilaksanakan di UM pada Juli lalu. Pada tahun 2010 mendatang akan diadakan seminar lanjutan di Universitas Andalas.


(rmd/nov)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com