detikNews
Senin 17 November 2008, 19:19 WIB

Pendaki Wanita Tewas di Gunung Merbabu, Diduga Diterkam Harimau

- detikNews
Magelang - Seorang wanita yang diperkirakan sebagai pendaki Gunung Merbabu mengalami nasib naas. Dia diduga tewas diterkam harimau di kawasan hutan Suroloyo, Dukuh Krembyungan, Desa Ketundan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Mayat wanita tanpa identitas itu pertamakali ditemukan oleh warga setempat bernama Juminten (53), sekitar pukul 14.00 WIB, Minggu 16 November. Saat itu Juminten sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya.

"Kedua kakinya tinggal tulang. Lukanya kayak habis dimakan macan ," kata Juminten kepada detikcom, Senin (17/11/2008).

Juminten yang saat itu sangat kaget, langsung memberitahukan kejadian ini ke suaminya. Oleh suami Juminten, kejadian ini kemudian diteruskan ke Kepala Dusun, Darno (60).

Dalam sekejap, kabar penemuan mayat ini langsung menggegerkan warga setempat. Mereka berdatangan ke lokasi penemuan mayat tersebut untuk mengevakuasinya. Saat mendekati lokasi, warga dikagetkan dengan penampakan seekor harimau loreng. Namun melihat kedatangan warga dalam jumlah banyak, binatang langka itu langsung menghilang.

"Mayat ternyata tidak mempunyai identitas. Akhirnya kami putuskan untuk menguburnya di desa kami. Tapi dari perlengkapannya kemungkinan dia pendaki gunung," ujar Darno.

Ciri-ciri mayat perempuan itu berkulit sawo matang, berambut panjang, tinggi sekitar 160 centimeter. Korban membawa tas punggung besar yang biasa digunakan para pendaki gunung.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) Jawa Tengah, Untung Suprapto, membenarkan penemuan mayat wanita yang diduga menjadi korban serangan harimau. Menurut Untung, di hutan TNGM  masih terdapat habibat harimau. Namun dia tidak tahu persis jumlah harimau penghuni TNGM.

"Kami belum pernah melihat langsung, tetapi cerita dari warga memang masih ada harimau di Merbabu. Di Desa Candisari, Kecamatan Ampel, Boyolali, juga pernah ada yang menemukan anak macan. Sempat diambil, tapi karena takut dikembalikan lagi ke tempat semula. Ketika petugas mengecek ke sana, macan-nya sudah pergi," tegas Untung.

Untung memperkirakan habitat macan tersebut berada di wilayah Gunung Merapi-Merbabu. Sebab home ring harimau mencapai 150 km persegi. Jadi kemungkinan wilayah habitatnya di gunung Merbabu-Merapi. Penyebab hewan buas itu keluar dari habitatnya karena makanan alaminya seperti rusa semakin berkurang.

"Dengan kejadian ini, para pendaki gunung sebaiknya semakin berhati-hati dan waspada," ujar Untung.

Tidak Ada Laporan Pendaki Hilang


Dalam kesempatan itu Untung juga menjelaskan, tidak ada laporan mengenai pendaki yang hilang. Untung menduga, korban melakukan pendakian tidak melalui jalur 'resmi' yang biasa dilewati para pendaki.

"Bisa juga dia tidak melapor saat melakukan pendakian," ungkap Untung.




(djo/djo)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com