Bahasa-bahasa Kode dalam Kasus Suap Hakim: Buku=Juta, Meter=Miliar

- detikNews
Kamis, 03 Okt 2013 17:36 WIB
Bandung - Tak hanya polisi atau TNI saja yang rupanya punya bahasa sandi yang dimengerti oleh sesama anggota. Para pelaku korupsi pun kini banyak menggunakan kode-kode yang hanya dimengerti oleh mereka.

Seperti dalam kasus suap hakim Setyabudi yang juga diwarnai sejumlah kode sebagai kata ganti barang atau orang tanpa menimbulkan kecurigaan. Hal ini terungkap dalam persidangan kasus suap hakim di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LRE Martadinata, Kamis (3/10/2013).

Para terdakwa, yaitu Setyabudi Tejocahyono, Herry Nurhayat, Toto Hutagalung dan Asep Triana sepertinya sudah tahu betul dengan kode buku dan meter.

Kode 'buku' dan 'meter' itu disebut-sebut dalam percakapan antara mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada dan Toto Hutagalung. Mereka kerap menyebut soal permintaan uang dari Komandan Nekat alias Setyabudi.

"Th (Toto Hutagalung) tos nyandak 500 buku mohon petunjuk," begitu isi salah satu pesan Herry pada Dada.

Dada menyebut ia mengerti maksud buku adalah uang Rp 500 juta.

"Awalnya dari Pak Toto," katanya.

Istilah lain yang disebut antara lain penyebutan permintaan 1 meter yang ternyata berarti 1 miliar.

Jika penyerahan sudah dilakukan, Toto pun menyebut kata 'cantik'.

"Cantik itu saya artikan sudah selesai diserahkan," tutur Dada.

(tya/ern)