DetikNews
Rabu 10 November 2010, 16:53 WIB

Kepala Bina Marga: Banjir Parah di Pasteur Akibat Drainase Mampet

- detikNews
Kepala Bina Marga: Banjir Parah di Pasteur Akibat Drainase Mampet
Bandung - Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung Iming Ahmad menduga, penyebab banjir parah yang terjadi di depan Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur adalah akibat adanya penumpukan sedimentasi pada drainase yang berada di depan Mal BTC.

Hal itu diungkapkan Iming saat dihubungi detikbandung via telepon selularnya, Rabu (10\/11\/2010).

\\\"Sepertinya itu karena ada sedimentasi lagi pada drainasenya sehingga ada pendangkalan. Salurannya jadi tersumbat. Padahal sebelumnya sudah dibersihkan,\\\" ujar Iming.

Selain karena adanya penumpukan sedimentasi pada drainase, Iming juga menyebut, adanya mata air di bawah tanah di sekitar Mal BTC juga memperparah banjir pada Selasa (9\/11\/2010). Iming pun mengaku telah berkoordinasi dengan PDAM atas adanya mata air tersebut.

\\\"Ternyata ada mata air juga didaerah itu. Saya sudah berkoordinasi dengan PDAM untuk menyalurkannya,\\\" katanya.

Mata air tersebut menurut Iming telah ada sejak dulu. Air yang keluar dari mata air yang berada di dalam tanah itu pun semakin banyak saat hujan terjadi. Hal itu juga menurutnya yang membuat jalan di Pasteur cepat rusak.

Iming menuturkan, DBMP akan terus berupaya untuk menyelesaikan masalah drainase yang kerap menjadi penyebab banjir cileuncang.

\\\"Kami terus berusaha sebaik-baiknya,\\\" tutur Iming.

Selasa (9\/11\/2010) banjir parah terjadi di Pasteur tepat di depan Mal BTC. Bahkan ketinggian banjir mencapai sepinggang orang dewasa.

Dalam berita sebelumnya, dari sekitar 51 titik drainase yang rawan mengakibatkan banjir di Kota Bandung baru 2 titik saja yang diselesaikan tahun 2010 ini. Dua titik yang dibenahi tersebut yaitu yang berada di Jalan Pasirkoja dan Jalan Dr Djunjunan atau Pasteur tepatnya di depan BTC.

Pembenahan drainase di 2 titik tersebut dilakukan dengan cara melakukan pengerukan. Di depan BTC, sedimentasi di saluran drainase mencapai 10 truk, sementara di Pasirkoja sampai 15 truk.

Meski sudah dikeruk, namun sedimentasi yang mayoritas berupa sampah akan masuk kembali ke drainase. Untuk memperbaiki 1 saluran drainase yang rawan tersumbat hingga mengakibatkan banjir Iming menyebut dibutuhkan dana sekitar Rp 100 juta.




(tya/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed