Hoax Lewat Jejaring Sosial Semakin Marak, Berhati-hatilah!

- detikNews
Jumat, 23 Mei 2014 15:53 WIB
Jakarta -

Semakin maraknya penggunaan jejaring sosial dan internet, maka semakin meningkat pula upaya kasus penipuan. Mulai dari minta transfer uang hingga memungkinkan para pelaku kejahatan untuk mendapatkan akses berpura-pura menjadi teman kita di Facebook. Saatnya kewaspadaan ditingkatkan dengan tidak mudah percaya begitu saja apa dengan apa yang diunggah ke dunia maya.

Psikolog dari University of Melbourne, Australia, Brent Coker yang juga pakar perilaku di dunia maya mengatakan ada beberapa alasan mengapa berbagi dan menyukai postingan di Facebook.

"Mengapa bisa menyebar dan menjalar, itu karena membangkitkan emosi yang kuat dan menciptakan sesuatu yang kita sebut gairah kognitif yang memotivasi orang untuk bertindak," kata Dr Coker. "Dengan mendapatkan 'Likes' atau ketika postingan kita di-share, ada ganjaran psikologis yang besar."

Kebohongan di dunia maya, atau yang dikenal dengan istilah hoax, sudah ditemukan sejak world wide web (www) diciptakan. Kini jejaring sosial membuatnya semakin tersebar dengan pesat.

Dr Coker mengatakan saat sebuah pesan dikirimkan dengan mengatasnamakan sebuah perusahaan, biasanya orang-orang sudah bisa bersikap skeptis. Tapi saat diunggah ke halaman Facebook, kemungkinan besar orang-orang malah menjadi percaya.

Salah satu hoax yang pernah tersebar di jejaring sosial (source: Facebook, urban legends)

 

Gabungan antara mitos dan fakta

Kini juga bahkan semakin marah hoax yang menggabungkan antara fakta, kebenaran, dengan laporan palsu. Tujuannya tentu untuk meningkatkan minat orang-orang agar mau mengakses situs-situs tertentu.

Mungkin Anda pernah ikut tes apakah Anda pengguna otak kiri atau otak kanan? Kuis ini pernah populer lewat jejaring sosial dan membuat orang-orang rela masuk ke website penyelenggara kuis dan menghabiskan waktu setidaknya 30 detik.

Menurut neuro-psikolog, Martin Jackson dari universitas La Trobe di Melbourne, kuis seperti ini jangan dianggap terlalu serius.

Meskipun kuis ini memiliki beberapa indikator soal dominasi penggunaan otak, tetapi telah gagal untuk menerapkannya pada otak tiap-tiap orang yang berbeda. Kuis sejenis ini pun tak mungkin dilakukan sebagain uji coba klinis.

Beberapa pertanyaan yang diajukan dalam kuis tersebut pun tidak sesuai. Jika orang-orang mencobanya, maka akan membatasi pada kemampuan otaknya sendiri, dan ini sangat berbahaya menurut Jackson.

Dan jika diperhatikan situs bernama brain-test tersebut memiliki banyak iklan, yang tentunya patut dipertanyakan.

Atau Anda pernah melihat pesan seperti ini di internet, jejaring sosial, atau telepon genggam Anda? "Aoccdrnig to rscheearch at Cmabrigde uinervtisy, it deosn't mttaer waht oredr the ltteers in a wrod are, the olny iprmoetnt tihng is taht the frist and lsat ltteres are at the rghit pclae."

Tulisan ini menunjukkan huruf yang tidak teratur tidak menghentikan orang-orang untuk tetap bisa mengenal kata-kata, dengan juga mengatakan sebagai indikasi nyata kehebatan otak manusia. Belum lagi dengan disebutkan hanya sebagian dari orang yang cerdas saja yang bisa membaca keseluruhan kalimat.

Peneliti dari Cambridge University, Matt Davis yang pernah melakukan riset panjang di tahun 1970-an pernah ;menjelaskan dengan panjang mengapa hoax ini sama sekali sebuah tipuan, meski terlihat ada 'unsur kebenaran' di dalamnya.

Diakuinya hoax itu sangat cerdas, karena orang bisa membacanya.

; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; Salah satu hoax yang cukup populer di Indonesia: Mama minta pulsa (source: ruanghati.com)
; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ;

Hoax masih akan ada

Apapun motivasinya, hoax yang tersebar di internet sepertinya tidak akan menghilang begitu saja.

Jika kita perhatikan pesan-pesan berjenis kebohongan ini muncul di berbagai tempat secara bersamaan, ini menjadi tanda kalau masih akan ada.

"Kecepatan untuk membagi hoax ini punya peranan besar soal ini," jelas Dr Coker.

Menurutnya, semakin cepat hoax itu menyebar, maka akan semakin besar kemungkinannya tetap berad di dunia maya, dan kadang meningkat jadi populer.

Ikuti Kompetisi Belajar Bahasa Inggris di Australia - Klik tautan berikut: https://apps.facebook.com/australiaplus

(nwk/nwk)