SPOTLIGHT

Adu Janji Para Perempuan Jawa Timur

Ketiga pasangan calon Gubernur Jawa Timur dianggap mumpuni menggaet segmen pemilih perempuan. Namun apakah mereka benar-benar peduli isu dan persoalan perempuan di Jawa Timur?

Ilustrasi : Edi Wahyono

Senin, 7 Oktober 2024

Menjabat 24 tahun sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (organisasi perempuan NU), kubu Khofifah Indar Parawansa percaya diri mengamankan suara kader dan anggotanya. Ketua Tim Pemenangan Khofifah-Emil Dardak, Boedi Prijo Soeprajitno, mengakui Muslimat NU memiliki peran penting dalam memenangkan jagoannya pada Pilkada Jatim 2024.

Ia tak menampik akan memanfaatkan secara maksimal massa dan kader Muslimat untuk mendulang pundi-pundi suara. "Dukungan dari kader Muslimat NU itu efektif dan sangat masif dalam membantu pemenangan," kata Boedi kepada detikX.

Selain basis massa Muslimat, Boedi mengatakan, di Pilgub Jatim, restu dari para kiai berperan sangat penting. Ia mengklaim Khofifah-Emil telah melibatkan para kiai saat memimpin Pemprov Jatim. Dengan itu, pihaknya percaya diri mendapat dukungan dari para kiai di pilgub ini.

"Tentu memang, di momen politik ini, Khofifah-Emil sangat menghormati jika para kiai misalkan disowani oleh paslon lain, ya tidak apa-apa," ucapnya.

Di sisi lain, pihaknya mengklaim tak hanya menjadikan Khofifah sebagai simbol keterwakilan dan magnet pemilih perempuan. Namun juga berjanji akan berfokus pada isu-isu terkait perempuan secara serius. Salah satunya terkait kekerasan seksual di pondok pesantren. Ia mengklaim, selama lima tahun menjabat, Khofifah telah banyak melakukan pendampingan ke pesantren yang terdapat kasus kekerasan seksual.

"Komitmen Khofifah-Emil memberantas kekerasan di ponpes sudah sangat jelas," ujarnya.

Selain soal isu kekerasan seksual di ponpes, Boedi menegaskan, pihaknya akan berfokus pada isu pekerja perempuan, ibu hamil, dan anak.

Di dalam dokumen visi misinya yang diterima detikX bertajuk ‘Jawa Timur Berprestasi’, Khofifah dan Emil memiliki dua program yang terkait dengan perempuan. Mereka berjanji akan memperluas PKH Plus ke kalangan perempuan kepala rumah tangga dan kelompok disabilitas. Bentuk bantuannya tidak hanya uang tunai, tapi juga makan siang gratis bagi lansia, disabilitas, dan perempuan kepala rumah tangga.

Para kandidat Pilkada Jatim 2024 saat menerima hasil pengundian nomor urut untuk Pilgub Jatim 2024 di Hotel Mercure Mirama Surabaya, Senin (23/9/2024). 
Foto : Faiq Azmi/detikJatim

Selain itu, mereka berjanji meningkatkan kapasitas dan partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi. Hal tersebut melalui UMKM maupun sektor-sektor lainnya melalui pelatihan, pendampingan, bantuan alat usaha, dan permodalan.

Sedangkan calon Gubernur Jawa Timur yang diusung PKB Luluk Nur Hamidah mengatakan selama ini organisasi Muslimat NU sering dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak pimpinannya. Namun ia menjamin, di pilkada ini, suara massa Muslimat NU tidak akan bulat ke petahana. Hal itu karena banyak kader PKB yang juga dekat dengan Muslimat.

Menurut Luluk, selama ini banyak anggota Fraksi PKB di DPR (tingkat pusat maupun daerah) yang juga kader dan aktif merawat Muslimat NU. Ia menegaskan Muslimat tidak bisa diklaim milik satu orang, terlebih dalam kepentingan elektoral.

"Beliau-beliau ini (kader Muslimat) kemudian di PKN dan menjadi anggota DPR justru yang merawat Muslimat. Ini kan ya teman-teman anggota fraksi kan, bukan Bu Khofifah, kan gitu," ucap Luluk melalui sambungan telepon kepada detikX pada Minggu, 6 Oktober 2024.

Menurut Luluk, banyak kader dan pengurus Muslimat NU yang saat ini mulai sadar telah dimanfaatkan oleh pimpinannya demi kepentingan elektoral belaka. Terutama ketika para pengurus Muslimat di tingkat daerah justru mendapat ancaman saat menyambut dan membuka ruang bagi calon gubernur selain petahana.

"Tapi kan kemudian ada ancaman. Nah, sebenarnya itu jangan begitu dong. Saya kan kemarin di Ngawi saya silaturahmi kepada keluarga (kiai), tapi besoknya ini pembina Muslimat (seorang nyai), sepulang saya dari sana, lalu dapat teguran itu bu nyainya (dari pimpinan Muslimat). Tapi akhirnya malah beliaunya (tambah) semangat," ungkap Luluk.

Di sisi lain, Luluk mengatakan, walaupun lima tahun ke belakang dipimpin gubernur perempuan, masih banyak isu terkait perempuan, terutama kekerasan, yang belum selesai di Jawa Timur. Ia mengklaim itu dibuktikan dengan angka kekerasan terhadap perempuan di Jawa Timur yang menduduki posisi nomor dua teratas secara nasional.

"Nah, menurut saya, ini menjadi sangat memprihatinkan mengingat gubernurnya kan ya perempuan, lalu pernah jadi menteri. Artinya, dengan segenap jenjang panjang, ternyata itu tidak menjamin seseorang memiliki simpati terhadap korban dan meng-address itu ke dalam kebijakan," ucapnya.


Menurutnya, pemerintah daerah dan lembaga terkait harus turun ke sekolah dan pesantren. Tujuannya untuk melakukan edukasi terkait kondisi darurat kekerasan terutama terhadap perempuan. Pemerintah harus bisa memastikan adanya ruang aman untuk perempuan.

"Kita harus membangun awareness bahwa Jawa Timur sebenarnya darurat juga loh karena kasusnya itu sangat menonjol," ucap mantan anggota Komisi VI DPR RI tersebut.

Luluk melihat selama ini di Jatim banyak institusi pendidikan yang tidak memiliki protokol pencegahan dan penanganan kasus kekerasan seksual. Di beberapa institusi pendidikan, kasus-kasus kekerasan justru berusaha ditutupi tanpa penyelesaian yang berpihak pada korban. Jika terus dibiarkan, akan terjadi normalisasi terhadap bentuk-bentuk kekerasan.

Ia berharap, ke depan, ada mekanisme pencegahan kekerasan yang sistematis. Juga model penanganan kekerasan terhadap perempuan yang efektif dan berpihak pada korban.

"Kami menyediakan Jatim Fund, jadi ada dana abadi Jawa Timur, yang mudah-mudahan itu akan bisa membantu, termasuk antara lain para korban tindak pidana kekerasan seksual," tegas Luluk.

Dalam dokumen visi misinya yang diterima detikX, Luluk dan Lukmanul Khakim berjanji akan mengeksekusi program Getar Hak Ibu dan Anak. Ini adalah Gerakan Kesetaraan Hak Ibu dan Anak. Lingkupnya meliputi dukungan kapasitas kelembagaan dan anggaran pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di seluruh kabupaten dan kota.

Selain itu, mereka berjanji akan mengimplementasikan prinsip kesetaraan gender, perlindungan terhadap perempuan dan anak, serta memperhatikan kelompok disabilitas. Dengan begitu, pembangunan Jawa Timur akan inklusif, melibatkan semua pihak: dari perempuan, masyarakat adat, hingga kelompok marginal.

Cawagub Jawa Timur yang diusung PDI Perjuangan Zahrul Azhar Asumta atau akrab disapa Gus Hans mengaku percaya diri dapat merebut basis suara petahana. Selama ini sang petahana, Khofifah Indar Parawansa, dianggap mengandalkan dukungan massa Muslimat NU. Muslimat merupakan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama yang diketuai Khofifah sejak tahun 2000.

Para kandidat Pilkada Jatim 2024 usai menjalani tes kesehatan di Gedung Soetomo Transplant Organ Center (STOC) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2024).
Foto : Rizal Hanafi/Antarafoto

Menurut Gus Hans, suara Muslimat terbukti tidak bulat seluruhnya untuk Khofifah. Hal itu dibuktikan dengan perolehan suara petahana di pilkada sebelumnya, yang terpaut tipis dari pesaingnya.

"Ya artinya memang suara Muslimat tidak bulat (ke ketuanya) gitu. Tapi ini memang di-framing seakan-akan mengarah ke sana semuanya. Tapi orang lupa bahwa orang Muslimat kan juga alumni santri, wali murid santri, wali santri, dan sebagainya. Nah, saya masuk di wilayah itunya, gitu," kata Gus Hans kepada detikX pada Jumat, 4 Oktober 2024.

Di sisi lain, ia menjelaskan keterwakilan perempuan di pihaknya tak hanya dagangan untuk menggaet suara. Ia mengklaim Tri Rismaharini kompeten untuk dapat menyelesaikan persoalan, terutama terkait isu-isu perempuan di Jatim.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Budi 'Kanang' Sulistyono memiliki keyakinan serupa. Ia tak mau kalah dengan jejaring perempuan nahdliyin yang selama ini diklaim berada di kubu petahana. Untuk itu, ia akan mengerahkan mesin partai dan jejaring nahdliyin Gus Hans untuk dapat menggaet massa perempuan nahdliyin.

"Itu menjadi sesuatu jejaring bersama, saya kira itu akan mampu menjaring connecting dengan ibu-ibu yang ada di wilayah," ucap Kanang.

Dalam dokumen visi misinya yang diterima detikX, pasangan Risma-Gus Hans berjanji akan memberdayakan ekonomi para perempuan dan kelompok disabilitas. Mereka akan mengeksekusi konsep terintegrasi melalui tahapan pelatihan, pendampingan, dan pemberian modal usaha bagi perempuan.

Selain itu, mereka berjanji akan memenuhi hak dan perlindungan anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan lansia. Ini dilakukan melalui pengasuhan, pembentukan resiliensi, dan perlindungan dari kekerasan, termasuk perkawinan anak dan perdagangan orang.


Reporter: Ahmad Thovan Sugandi, Ani Mardatila
Penulis: Ahmad Thovan Sugandi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Fuad Hasim

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE