SPOTLIGHT

Persaingan Trah Darah Biru & Petugas Partai

Para bakal calon Wali Kota Solo datang dari kalangan dari biru dan trah elite politik. Mereka muda dan minim pengalaman politik. Para penantangnya akademisi dan kader partai yang lambat laun tersingkir sebelum pilkada dimulai.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 13 Agustus 2024

Sekar Krisnauli Tandjung bukan berasal dari keluarga biasa-biasa saja. Ia adalah salah satu anak mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung. Walaupun demikian, di gelanggang politik praktis, ia terhitung sebagai pendatang baru.

Sekar lahir dan besar di Jakarta. Ia juga menempuh pendidikan di ibu kota negara, salah satunya di SMA Santa Ursula. Selepas SMA, ia langsung hijrah ke Amerika Serikat untuk menempuh perkuliahan di jurusan jurnalistik.

Lambat laun Sekar justru tertarik bergelut di bidang politik. Karier politiknya dimulai saat ia didapuk sebagai salah satu juru komunikasi internasional Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

"Lulus 2018, saya mikir, menarik juga nih bekerja dalam tim pemenangan. Sehingga akhirnya, lulus kuliah, saya memutuskan langsung balik ke Indonesia," kata Sekar kepada detikX saat ditemui di Solo pada Jumat, 9 Agustus 2024.

Pada pemilihan legislatif lalu, Sekar turut andil bagian. Ia tak langsung bertarung di level nasional seperti kebanyakan anak elite politik. Ia memulai dengan mencoba peruntungan di DPRD Kota Solo. Solo merupakan kampung halaman ibunya, yang juga termasuk trah darah biru keraton.

"Hingga akhirnya kami melihat ada peluang nih di 2024 ini untuk ikut sebagai aktor politiknya. Dan karena kami orang Solo, dekat juga dengan Golkar Solo, ada peluang untuk DPRD Solo, ya ambil peluang DPRD Solo itu," ucapnya.

Tak butuh waktu lama. Baru sejenak menetap, Sekar sudah didapuk sebagai Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar di Solo. Selain itu, ia sukses mendapatkan satu kursi DPRD Kota Surakarta di Dapil Surakarta II, yakni Kecamatan Laweyan dengan 3.689 suara.

Potret Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat ditemui di Balai Kota Solo, Jumat (19/7/2024). 
Foto : Tara Wahyu NV/detikJateng

Terkait gagasan politik, ia mengaku banyak terpengaruh oleh ayahnya. Selain itu, Sekar mengaku punya dua politikus panutan, yaitu Gus Dur dan Joko Widodo. "Saya suka sifat almarhum Abdurrahman Wahid yang inklusif dan berani. Saya juga suka sifat Pak Jokowi yang tenang," ungkapnya.

Sekar aktif mendaftar sebagai bakal calon wali kota di sejumlah partai. Walaupun demikian, koalisi besar yang terdiri atas Gerindra, PKB, PKS, Golkar, dan PSI akan mengusung Gusti Bre sebagai calon wali kota. Sementara itu, Sekar diproyeksikan sebagai pendampingnya. Namun, hingga kini, Sekar masih terus berkampanye sebagai bakal calon wali kota.

"Kemungkinan masih ada ya, seperti yang saya bilang seni dari berbagai kemungkinan. Jadi makanya kami harus siap aja. Siap untuk apa pun itu nanti keputusannya. Antara sesuai yang diharapkan atau tidak sesuai yang diharapkan" ucapnya.

Siapa Gusti Bhre?
Gusti Bhre merupakan putra bungsu dari Mangkunegara IX. KGPAA Mangkunegara X Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo masih terbilang sangat muda. Ia lahir pada 29 Maret 1997 atau berusia 27 tahun.

Dia ditetapkan sebagai penerus takhta Kadipaten Mangkunegaran ke-10 pada 1 Maret 2022 dan dinobatkan tanggal 12 Maret 2022. Bahkan, pada 2020, saat baru saja tamat pendidikan tinggi, ia sudah ditunjuk sebagai Komisaris PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang.

Bhre sebelumnya menempuh pendidikan terakhirnya di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Setelah tamat, bersama rekannya ia mendirikan firma hukum bernama Mangkoenagoro, Dirgantara, Oepangat (MDO).

Praktis Bhre sebenarnya tak memiliki pengalaman di panggung politik. Namun, secara tiba-tiba, ia mendapat 'endorse' dari keluarga Jokowi, terutama Kaesang Pangarep dan mantan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming, untuk dapat maju sebagai calon wali kota di pilkada mendatang. Dukungan juga tak main-main, setidaknya ada lima partai yang siap mengusungnya.

Tri, Ketua DPD PSI Solo, mengaku pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum PSI, yang juga anak Jokowi, Kaesang Pangarep untuk mengusung Bhre sebagai calon wali kota. "Kemarin direspons baik oleh Mas Kaesang, akhirnya langsung turun rekomendasi," ucapnya kepada detikX.

Sementara itu, Ketua DPD PKB Solo Chamim mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu surat rekomendasi dari DPP PKB Jakarta untuk dapat mendukung pencalonan Bhre. PKB mengaku sempat menjalin komunikasi dengan sejumlah partai, termasuk PDIP, tapi pada akhirnya bulat mendukung pencalonan Bhre.

"Belum turun (surat rekomendasi dari DPP PKB di Jakarta), tapi kami sudah mengirimkan, sedang melakukan komunikasi. Artinya, menunggu sambil melakukan komunikasi," kata Chamim kepada detikX pada Kamis, 8 Agustus 2024.

Adapun terkait bakal calon wakil wali kota, sejauh ini belum ada kader internal PKB yang berniat maju. Justru ada nama Sekar Tandjung, yang juga turut mendaftarkan diri dan mengisi formulir sebagai bakal calon wali kota di DPD PKB. Chamim mengaku tak khawatir dengan status Bhre yang belum pengalaman di politik dan pemerintahan. Menurutnya, Bhre tidak akan sendiri dalam memimpin, tetapi akan dibantu oleh para staf yang sudah mumpuni.

"Sebenarnya persoalan-persoalan kaitannya pengalaman, yang namanya pejabat publik, pasti ada tim-tim ahli. Pemimpin kan nggak mungkin (sendiri), pasti di sekitarnya ada tim-tim ahli," ucap Chamim.

Penantang Para Darah Biru
Mei lalu, Rektor Universitas Surakarta (Unsa) Astrid Widayani menjadi perempuan pertama yang memutuskan maju di Pilkada Solo. Nama Astrid sebelumnya sempat masuk dalam survei Solo Raya Polling sebagai bakal calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Solo.

Astrid mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo melalui Partai Gerindra. Dirinya mengaku sudah menjalin komunikasi dengan partai tersebut beberapa waktu lalu.

Rektor Unsa Astrid Widayani mendaftar Pilkada Solo lewat Gerindra, Kamis (9/5/2024). 
Foto : Tara Wahyu NV/detikJateng

"Saya mantapkan meneruskan langkah di Pilkada Solo 2024 atas restu dari orang tua, suami, keluarga, dan sahabat. Untuk Gerindra, kenapa menjadi pilihan utama, sudah ada diskusi pimpinan partai dengan kami. Saya sangat menghargai niat dari DPC Gerindra ini untuk mengusung nama saya sebagai kandidat Wali Kota Solo," ujar Astrid saat ditemui di Ndalem Tjokrosumartan, Laweyan, pada Kamis, 9 Mei 2024.

Perempuan 37 tahun itu sebelumnya merupakan alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro angkatan 2004. Adapun gelar masternya didapat dari Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Jurusan Manajemen Strategik angkatan 2010. Astrid juga menyandang gelar sarjana ekonomi manajemen Unsa.

Karier akademiknya dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi Unsa, lalu menjadi Direktur Akademi Pariwisata Widya Nusantara Surakarta, dan didapuk sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara Surakarta. Saat ini ia masih menduduki posisi Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta. Selain itu, ia duduk sebagai CEO Direct English Solo. Mantan Putri Citra Jateng 2006 itu juga terpantau sempat memperoleh Joglosemar Kadin Award Solo Bidang Pariwisata.

Walaupun sempat digadang-gadang didukung Gerindra dan mendaftar di PKB, peluang Astrid memperoleh dukungan kian tipis. Namanya kalah pamor dibandingkan Gusti Bhre, yang mendapat rekomendasi dari anak Presiden.

Di sisi lain, nama Teguh Prakosa, politikus PDI Perjuangan, yang saat ini menjabat Wali Kota Solo, telah mendaftarkan dirinya untuk maju di Pilkada Solo 2024 ke internal partainya. Ia digadang-gadang sebagai salah satu calon kuat. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surakarta ini menjabat Ketua DPRD Kota Surakarta pada 2014.

Walaupun demikian, pendamping Gibran di pilkada sebelumnya tersebut saat ini belum mengantongi rekomendasi dari pimpinan partai. Teguh mengaku tunduk pada apa pun keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan, yang rencananya akan mengumumkan seluruh bakal calon yang diusung.

"Saya kira PDIP partai yang seksi, ya. Meski turun 10 kursi, kan kita tertinggi, 20 (kursi), hampir 40 persen suara. Artinya begitu (bisa mengusung calon sendiri), tapi kita lihat putusan DPP seperti apa. Kami kan petugas partai, yang hidup dan lahir dari partai, maka taat aturan partai itu jadi pedoman kami untuk bagaimana pilkada ini tersambung keberlanjutan pembangunan di Solo ini. Apa pun hasil dari DPP maupun MK jadi pijakan nanti," kata Teguh seperti dikutip dari detikJateng pada Selasa, 16 April 2024.


Reporter: Ahmad Thovan Sugandi, Ani Mardatila
Penulis: Ahmad Thovan Sugandi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Fuad Hasim

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE