Spotlight

Siaga Beragam Angkutan Lebaran

Berbagai operator angkutan darat, laut, dan udara bersiap untuk kelancaran mudik Lebaran, termasuk mengantisipasi bencana akibat cuaca buruk.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 2 April 2021

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan hujan berintensitas ringan-sedang mengguyur beberapa wilayah yang dilintasi pemudik pada 3-9 April 2024. Banjir dan tanah longsor berpotensi terjadi di bagian utara Pulau Jawa, Jawa Timur, Jawa Tengah, wilayah timur dan barat Sumatera, Aceh, Sumatera Utara, Banten, wilayah selatan Bali, dan Kalimantan Barat. Strategi mitigasi telah dirancang Kementerian Perhubungan, Korps Lalu Lintas Polri, dan berbagai penyelenggara jasa angkutan, baik darat, laut, maupun udara.

“(Untuk perjalanan darat) salah satunya dengan menyiapkan jalur alternatif. Selain itu, Polri sudah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol agar menyiapkan pompa air yang besar sehingga, apabila terjadi genangan, dapat dikuras dengan cepat,” ujar Staf Khusus Kemenhub Adita Irawati kepada detikX pada Kamis lalu.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menambahkan, saat ini di Demak, Jawa Tengah, pemdanya sudah stand by dengan enam buah pompa. Wilayah Semarang Raya, termasuk 11 kecamatan di Demak dan Jalan Raya Demak-Kudus, terendam banjir selama dua minggu pada Maret, serta sebelumnya pada Februari.

Korlantas Polri juga menyiagakan 155.161 personel di 5.784 posko pengamanan dan pelayanan pemudik. “Kami mengerahkan personel untuk mengurai kemacetan melalui rekayasa lalu lintas, mencegah dan mengantisipasi kecelakaan, serta bersiaga di titik-titik rawan bencana yang sudah kami petakan, yang menjadi potensi kepadatan di jalur mudik,” ucap Kabagops Korlantas Polri Kombes Eddy Djunaedi kepada detikX.

Transportasi Darat 

Kurnia Lesani Adnan, Direktur Utama PO SAN, perusahaan bus yang melayani trayek Sumatera dan Jawa, mengakui jalur Pantura sebagai salah satu wilayah rawan banjir, khususnya Semarang-Demak-Kudus. Sedangkan di Sumatera, jalur lintas barat Sumatera (pesisir barat Lampung) dan jalur Riau-Sumatera Barat via Bangkinang ia nilai rawan longsor.

Kami juga menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di stasiun yang berdekatan dengan daerah rawan berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan fondasi jalur, dan lainnya.”

Antisipasi pihaknya adalah persiapan ekstra dari segi awak bus dan armada. “Memang angkutan Lebaran tahun ini dalam musim pancaroba, transisi dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga kami lebih memperhatikan kelengkapan wiper dan mengimbau para kru untuk menjaga stamina dan kesehatan dengan makan yang baik maupun asupan multivitamin,” ujarnya kepada detikX pada Jumat, 29 Maret 2024.

Selain potensi bencana alam, Ketua Bidang Angkutan Orang Organisasi Angkutan Darat (Organda) itu mengungkapkan soal titik rawan pelemparan batu di wilayah Sumatera Utara-Riau, jalur lintas tengah Sumatera, dan ruas Probolinggo-Ketapang. Potensi gangguan perjalanan mudik lainnya, kata dia, adalah pasokan solar yang terbatas ke SPBU di Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia, Joni Martinus menjabarkan kepada detikX rangkaian persiapan yang dilakukan PT KAI dalam menyambut musim Lebaran. Perusahaan kereta jarak jauh itu telah menginspeksi kelengkapan standar pelayanan minimum, baik lokomotif, kereta, maupun stasiun dari Daop 1 Jakarta hingga Daop 9 Jember, serta di Divre 1 Sumatera Utara hingga Divre 4 Tanjungkarang.

PT KAI juga menyiapkan lokomotif posko, kereta pembangkit, dan crane pada sejumlah titik, serta peningkatan safety talk. Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang, PT KAI telah menambah 48 KA tambahan khusus Lebaran.

“Kami juga memberikan takjil gratis kepada pelanggan di 21 stasiun besar pada H-10 sampai H-1 Lebaran atau tanggal 31 Maret sampai 9 April 2024,” tambahnya, seraya mengungkapkan per 31 Maret, tiket KA jarak jauh sudah terjual 2,1 juta atau 65 persen dari total kursi yang tersedia.

Sehubungan dengan potensi bencana, kata Joni, PT KAI telah memetakan 276 titik rawan di Jawa dan Sumatera meliputi 91 titik tanah labil, 76 titik longsor, 62 titik banjir, dan 47 titik jembatan rawan. PT KAI telah menyiapkan petugas pemantau 24 jam agar dapat segera bertindak jika terjadi masalah di jalur rawan tersebut.

“Pengecekan jalur rutin kami lakukan, baik dengan jalan kaki maupun menggunakan lori dresin. Kami juga menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di stasiun yang berdekatan dengan daerah rawan berupa pasir dalam kantong karung, bantalan rel, perancah dari besi untuk penahan fondasi jalur, dan lainnya,” terangnya.

Yang tak kalah penting adalah optimalisasi peran masyarakat di sekitar jalur pelintasan. PT KAI melarang masyarakat beraktivitas di jalur kereta api, termasuk ngabuburit atau bersantai menunggu waktu berbuka puasa, karena membahayakan diri dan dapat mengganggu perjalanan kereta.

Menurut Joni, jika cuaca buruk berimbas banjir atau longsor sehingga belum aman bagi kereta untuk melintas, terpaksa KA batal beroperasi dan pihaknya akan menghubungi pelanggan untuk 100 persen pengembalian dana di luar bea pesan.

Aturan terkait pengembalian dana memang berbeda-beda di setiap operator. PO SAN, misalnya, tidak menerima permintaan pengembalian dana untuk pembatalan yang dilakukan pihak penumpang dalam periode H-10 sampai H+7 Lebaran.

Transportasi Udara

Di udara, kata Alvin Lie, malah jarang ada kasusnya penumpang membatalkan perjalanan karena cuaca ekstrem. Biasanya pembatalan dilakukan pihak maskapai, itu pun jarang, lebih sering delay.

“Maskapai pasti mendapat informasi langsung dari BMKG untuk penerbangan. Selain itu, cuaca ekstrem di Indonesia tidak seekstrem di Eropa dan Amerika,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia (Apjapi) itu saat dihubungi detikX.

Berdasarkan catatan BMKG, ada potensi terbentuknya awan kumulonimbus sepanjang April 2024. Ini berpotensi menyebabkan angin kencang, petir, hujan lebat, hingga hujan es, dan mengganggu aktivitas penerbangan. Wilayah-wilayah udara yang perlu diantisipasi di antaranya pesisir barat Pulau Sumatera, sebagian Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, dan Kalimantan Barat. Lalu Kalimantan Tengah, Laut Jawa, Selat Makassar, seluruh wilayah Sulawesi, dan Laut Banda. Kemudian Maluku, Maluku Utara, hingga seluruh wilayah Papua.

Menurut Adita Irawati dan Alvin Lie, Ditjen Perhubungan Udara sudah berkoordinasi dengan Balai Kalibrasi Penerbangan, AirNav, dan PT Angkasa Pura I dan II untuk memastikan kalibrasi sistem navigasi penerbangan bekerja presisi. Seluruh operator penerbangan juga diminta aktif berkoordinasi dengan semua pihak terkait untuk melakukan langkah mitigasi jika terjadi cuaca ekstrem. 

Salah satu maskapai terbesar Indonesia, Garuda Indonesia, menambah 170 penerbangan, sedangkan Citilink (anak perusahaan Garuda Indonesia) mengoperasikan sekitar 16 penerbangan tambahan. Garuda Indonesia Group memprediksi pertumbuhan jumlah kursi 18 persen dibanding periode Lebaran tahun lalu, yaitu lebih dari 1,4 juta kursi pada 2024.

Transportasi Laut

BMKG memperkirakan wilayah perairan relatif aman, dengan gelombang laut pada arus mudik-balik diprediksi berketinggian moderat, yaitu 1,25 hingga 2,5 meter. Namun, Kemenhub senantiasa berkoordinasi dengan kantor kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan (KSOP) untuk memitigasi cuaca buruk. Syahbandar diimbau tidak menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB) bila gelombang tinggi terdeteksi.

Salah satu angkutan laut yang menyambut momen Lebaran 2024, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, juga memastikan seluruh nakhoda dan pimpinan cabangnya terus berkontak dengan KSOP yang memantau laporan cuaca di jalur yang akan dilalui.

“Kami akan menaati keputusan pelayaran yang dikeluarkan oleh otoritas kepelabuhan. Apabila terjadi situasi di mana cuaca buruk menyebabkan pembatalan pelayaran, maka dana tiket akan dikembalikan 100 persen dengan proses maksimal 30 hari,” ujar Ditto Pappilanda, Manajer Komunikasi PT Pelni, kepada detikX pada Jumat kemarin.

Ketua Umum Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto mengakui siklon tropis di Samudra Hindia bisa saja memicu cuaca ekstrem di sekitarnya, termasuk Selat Sunda dan sebagian Laut Jawa, tetapi ia memastikan para operator kapal sudah familiar menghadapi cuaca buruk.

“Operator selalu memantau berita cuaca melalui satelit komunikasi, weather report stasiun pantai, maupun sarana monitor lain yang dimiliki. INSA mengimbau anggota perusahaan angkutan pelayaran penumpang agar mengecek kembali kondisi kapal dan kru. Semua alat keselamatan harus siap digunakan di lokasi. Persiapan adalah keharusan karena kita tidak tawar menawar dalam keselamatan dan keamanan pelayaran,” jelas Carmelita kepada detikX.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak tak mengabaikan prosedur keselamatan selama perjalanan. “Seperti bahaya merokok di kawasan dilarang merokok, menyalakan mesin kendaraan, dan sebagainya. Diperlukan kepedulian penumpang untuk saling mengingatkan. Data kecelakaan kapal penumpang mayoritas akibat kelalaian manusia,” ucapnya.

Pelni, menurut Ditto, dalam menyiapkan angkutan Lebaran telah melakukan ramp check dua kali setahun, memastikan ketersediaan BBM, menjadwalkan dengan cermat waktu dock tahunan kapal agar seluruh kapal beroperasi selama periode mudik-balik, dan memastikan seluruh kapal laik laut dan laik operasi dari segi mesin, fasilitas, maupun ABK. Sebanyak 588.907 orang diperkirakan melakukan perjalanan laut dengan kapal Pelni dari 26 Maret hingga 26 April 2024.


Reporter: Alya Nurbaiti, Fajar Yusuf Rasdianto, Devandra Abi Prasetyo
Penulis: Alya Nurbaiti
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE