Spotlight

Main Aman Debat Pilpres Pemungkas

Debat terakhir capres dianggap seperti penampilan ‘main aman’ dan bikin ngantuk. Para capres justru saling setuju dan berlomba tampil bak negarawan.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 5 Februari 2024

Sebelum debat Pilpres 2024, Surya Tjandra membocorkan beberapa strategi yang akan dieksekusi Anies Baswedan. Juru bicara Tim Pemenangan Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) itu memberikan saran agar Anies kalem.

“Saya sih tidak berharap Anies terlalu nyerang lagi sekarang. Sudah saatnya dia (menunjukkan bisa) melampaui dua calon lain, dia bisa pimpin. Kalau dia jadi presiden, dia akan pimpin Prabowo, dia pimpin Ganjar juga, kan. Dan respect itu penting satu sama lain,” kata Surya kepada detikX saat ditemui di Rumah Pemenangan AMIN pada Rabu, 31 Januari 2024.

Eks politikus PSI tersebut turut mengusulkan, pada debat terakhir, atmosfer yang hendak dibangun ialah suasana penuh harapan. Karena itu, ramuan penampilan Anies hendaknya lebih menyampaikan hal positif, bukan hanya menyampaikan permasalahan atau membangun kekhawatiran.

“Untuk isu pensos (pendidikan dan sosial), ini yang lebih hopeful, yang lebih memberi harapan, jadi bukan ketakutan. Ini bisa kita kerjakan. Dan untuk bisa mengerjakan ini, saya akan melakukan ini, saya butuh dukungan rakyat apa. Itu usulan saya begitu,” ujar politikus Partai NasDem tersebut.

Para kandidat Pilpres 2024 sedang bergandengan tangan usai debat kandidat kelima yang digelar di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). 
Foto : Ari Saputra/detikcom

Terakhir, Surya turut menganjurkan agar Anies menggunakan bahasa penyampaian yang mudah dipahami masyarakat dan seumum mungkin. Harapannya, tentu agar tak hanya dipahami oleh pemilih kritis, tetapi juga pemula maupun masyarakat umumnya.

Seperti debat-debat sebelumnya, mendiskusikan data-data terkait tema debat dengan para pakar dan pelaku, ditambah dengan meramu masukan-masukan yang didapat saat berinteraksi dengan rakyat saat kampanye.”

Sementara itu, Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar Pranowo-Mahfud Md, Andi Widjajanto, pada Minggu, 14 Januari 2024, menyampaikan tak ada pertemuan khusus yang dilakukan Ganjar dengan tim persiapan debat. Hanya pertemuan umum seperti debat sebelumnya.

 “Seperti debat-debat sebelumnya, mendiskusikan data-data terkait tema debat dengan para pakar dan pelaku, ditambah dengan meramu masukan-masukan yang didapat saat berinteraksi dengan rakyat saat kampanye,” tutur Andi kepada detikX.

Terpantau pada Minggu pagi menjelang debat, Ganjar tampak bersantai bersama sang istri, Siti Atikoh Supriyanti, menyantap mi ayam selepas berolahraga di area hari bebas kendaraan bermotor atau car free day (CFD) di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Sedangkan paslon nomor urut dua, Prabowo Subianto, melakukan persiapan fisik dengan berenang. Hal tersebut terlihat pada unggahan story akun Instagram milik sekretaris pribadinya, Agung Surahman Putra, @agung_surahman. Berenang disebut sebagai aktivitas rutin yang Prabowo lakukan pada pagi hari.

Tak hanya itu, politikus Maruarar Sirait juga mengatakan Prabowo Subianto sangat santai dan relaks menghadapi debat terakhir pilpres. "Beliau rileks sekali karena kan pengalaman debat sudah sering ya, bukan baru sekali ini saja," ungkap Maruarar di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu, 4 Februari 2024.

Kalem, Setuju, dan Menyindir

Berbeda dengan dua agenda debat kandidat Pilpres 2024 sebelumnya, kali ini Anies lebih adem. Ini sesuai apa yang disampaikan Surya Tjandra kepada detikX. Anies berulang mengawali argumennya dengan halus, seperti "izinkan saya meneruskan" atau bahkan "Pak Prabowo yang saya hormati". Dia kerap memuji lawan debatnya menyampaikan argumen yang baik. 

Anies juga tak tanggung-tanggung untuk menyampaikan rasa terima kasihnya ketika dua lawan debatnya sepemahaman dengannya. Salah satunya terkait negara jangan pelit terhadap guru, sembari ia menyampaikan apa yang pernah ia eksekusi selama menjadi Gubernur DKI Jakarta.

"Jangan pernah kita memberikan yang seminim mungkin kepada guru. Berikan yang adil sehingga mereka bisa konsentrasi dan kami cerita sedikit yang kita kerjakan di Jakarta. Guru-guru PAUD mendapatkan hibah di Jakarta, kemudian guru-guru agama kita berikan bantuan. Semua guru dan dosen di Jakarta bebas PBB rumahnya. Sebagai apa? Sebagai penghargaan dari negara untuk mereka. Jadi kita berikan dukungan kepada guru," ujar Anies.

Sedangkan Prabowo setidaknya enam kali dia menyatakan setuju dengan pendapat lawan debatnya. Salah satunya ia setuju terkait pernyataan Anies: pemerintah harus bertanggung jawab atas kesejahteraan guru.

“Jawaban-jawaban Pak Anies baik, bagus, relevan. Saya banyak setuju dengan jawaban tersebut. Mungkin maklum beliau mantan Menteri Pendidikan," ujar Prabowo.

Prabowo bahkan menyebarkan berbagai pujian terhadap banyak hal. Misalnya terkait aktivis yang peduli pada perlindungan buruh migran, Prabowo menyebutnya sebagai ‘pahlawan’. Dia juga berterima kasih kepada seluruh presiden yang pernah memimpin Indonesia. Menteri Pertahanan tersebut juga menyampaikan permohonan maaf kepada dua kandidat Pilpres 2014 lainnya dan KPU.

"Seandainya dalam kampanye ini ada kata-kata kami atau perbuatan kami yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami juga mohon maaf kepada KPU seandainya kami juga bertindak yang kurang pas," kata Prabowo.

Sedangkan Ganjar Prabowo sesekali menyela dengan sindiran atau pernyataannya. Dia menganggap UU Cipta Kerja harus ditinjau ulang. Hal itu berdasarkan masukan dari para buruh yang ia dengarkan. Mantan Gubernur Jawa Tengah itu juga menyindir, seharusnya para pejabat negara memberikan teladan dengan cara mengundurkan diri ketika ingin mengikuti kontestasi politik praktis. 

Para capres dalam debat kelima di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024).
Foto : Youtube KPU

"Dalam politik kali ini, mesti diberikan contoh demokrasinya harus lebih baik, demokratisasi berjalan baik, kemudian contoh atau teladan pemimpin yang baik dan tidak ada konflik kepentingan, seperti Pak Mahfud mencontohkan, dia mundur agar ini membangun integritas yang baik," kata Ganjar.

Ganjar juga menyindir terkait pentas teater Butet Kartaredjasa berjudul ‘Musuh Bebuyutan’ di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat, 1 Desember 2023, yang dilarang menyampaikan pesan terkait politik. Menurutnya, seharusnya pemerintah memfasilitasi seniman, lalu membiarkan mereka tumbuh.

"Kalaulah mereka kemudian berekspresi, maka pemerintah tidak perlu takut. Masa takut sama pentasnya Butet? 'Kamu boleh loh pentas, tapi nggak usah ngomongin politik'. Nggak, pemerintah mesti dikritik, pemerintah mesti waras, pemerintah mesti dalam track, dan biarkan mereka mengekspresikan dengan seninya, dengan karakter, dengan budayanya. Kita cukup fasilitasi. Mereka yang mengerjakan, birokrasi tinggal duduk untuk melihat hasilnya," ungkap Ganjar.

Debat Bikin Ngantuk

Layaknya persiapan para capres yang terbilang tak terlalu ada yang spesial, debat terakhir capres semalam dianggap tak menarik. Dosen ilmu komunikasi politik dari Telkom University, Adi Bayu Mahadian, menyebut debat pilpres kelima ini adalah debat pilpres yang paling membuat mengantuk dibanding debat-debat sebelumnya yang berlangsung keras.

“Ini adalah debat yang paling datar, yang paling ngantuk, yang membosankan, tidak ada diskusi substantif terkait dengan isu yang diperbincangkan,” kata Adi kepada detikX.

Adi Bayu menyebut ketiga kandidat sama-sama menunjukkan komunikasi yang sejenis, tak saling menyerang dengan gaya masing-masing. “Pak Prabowo adalah capres yang berbicara praktis, Pak Ganjar berkomunikasi dengan gaya konformitas, conformist, dia mengelola intonasi, sementara Pak Anies berbicara dengan logis,” jelasnya.

Terlihat pada debat yang berlangsung, berulang kali capres nomor urut dua, Prabowo Subianto, sependapat dan setuju dengan pemaparan ide capres lainnya. Kendati demikian, menurut Adi Bayu, Prabowo Subianto sempat menunjukkan gelagat menjawab yang tidak sesuai dengan pertanyaan yang diberikan paslon lainnya. 

“Setidaknya ada dua pertanyaan yang dijawab tidak terlalu nyambung ya dari jawaban Pak Prabowo. Ketika Pak Prabowo ditanya soal data penyandang disabilitas, yang kemudian yang ditanya data kalau saya tidak salah tetapi kemudian dijawab jawaban normatif Pak Prabowo tentang bahwa disabilitas itu harus dilibatkan dan sebagainya. Yang kedua adalah pertanyaan soal stunting,” tutur Adi Bayu.

Capres yang masih sesekali menggunakan teknik menyerang adalah Ganjar. Beberapa topik yang disorot Adi Bayu ketika Ganjar sedikit menyerang adalah pada wacana pendidikan dan menyentil mundurnya Mahfud Md sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia.

“Misalnya terkait dengan pendidikan, menciptakan manusia yang toleran dan sopan, kemudian berbicara juga tentang Pak Mahfud yang mundur, kemudian kampus yang mulai menyuarakan protesnya, berbicara soal demokrasi yang baik dan teladan pemimpin, itu mungkin isu substansial yang saya kira penting dicermati,” ujarnya.

Pada penyampaian penutupan, Ganjar bahkan mengutip pernyataan Jokowi pada debat Pilpres 2019 terkait dengan rekam jejak diktator dan pelanggar HAM. “Lima tahun yang lalu, dalam debat capres 2019, saya tim kampanye Joko Widodo. Beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih calon yang punya potongan diktator dan otoriter, dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM, melakukan kekerasan, yang punya rekam jejak masalah korupsi. Saya sangat setuju dengan apa yang beliau sampaikan,” kata Ganjar.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai suasana damai dan saling setuju yang disuguhkan merupakan strategi main aman pada debat terakhir, mengingat hari pemungutan suara kian dekat di depan mata.

“Menyerang itu adalah strategi debat yang dirasa hanya memunculkan sentimen negatif gitu, ya. Ya, itu yang sepertinya sedang dimainkan betul oleh masing-masing paslon. Makanya Anies statement-nya cukup sopan, cukup bersahaja. Begitupun dengan Ganjar, yang gaya pilihan bahasanya bijaksana, dan Prabowo yang terlihat ingin seperti negarawan karena dalam banyak hal banyak mengulang statement Anies dan Ganjar, dan ingin terlihat merangkul semua pihak, gitu,” terang Adi.

Menurut Adi, strategi tidak menyerang adalah bagian dari strategi tampil kalem sehingga tak ada yang dirugikan maupun diuntungkan. Setidaknya ini bermanfaat untuk meminimalkan blunder yang tak perlu.

Menurut Pakar mikro-ekspresi Monica Kumalasari, sebenarnya terlihat mikro-ekspresi Ganjar Pranowo yang menunjukkan ketidaksetujuan kepada Prabowo. Tapi, seperti pada debat sebelumnya, ekspresi tersebut lantas dibungkus dengan social smile. “Setiap di akhir debat, diberikan senyum manis banget begitu, kan. Ini merupakan bridging supaya emosinya kembali normal dan tidak berkepanjangan,” jelas Monica kepada detikX.

Selain itu, penampilan ketiga capres yang tampak adem ayem, menurut Monica, adalah bagian dari mitigasi risiko merujuk pada kemungkinan pemilu putaran satu dan putaran dua. “Makanya terlihat dari provoking question seperti Ganjar nanya ke paslon 1 mengenai bansos. Ini hubungannya satu dan tiga membangun chemistry kalau isunya dua putaran,” kata Monica melalui sambungan telepon.

“Tetapi, kalau satu putaran, makanya ini adem ayem, isunya adalah jangan lupakan kami satu dan tiga. Sehingga membuat roh perubahan kurang terlihat, karena paslon 1 banyak persetujuan pula dengan nomor 2. Justru nomor 3 yang masih cukup menyerang,” tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo berhasil menunjukkan regulasi emosi dan tidak terpancing untuk memberikan reaksi seperti debat-debat sebelumnya. Ada dua kemungkinan menurut Monica, yaitu terkait isu kesehatan Prabowo yang sedang tidak dalam kondisi baik, dihubungkan dengan kehadiran Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

“Kemungkinan kedua ini menjadi cara 02 (Ganjar) menarik simpati yang lebih dari masyarakat, terutama ketika ada permintaan maaf di akhir debat,” tandasnya.


Reporter: Ani Mardatila, Ahmad Thovan Sugandi
Penulis: Ani Mardatila
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE