SPOTLIGHT

Adu Kuat Relawan Jokowi di Solo

Masing-masing kubu relawan Ganjar dan Gibran mengklaim lebih banyak memperoleh dukungan dari relawan Jokowi di Solo. Keduanya menargetkan wilayah Kota Solo dan Boyolali sebagai basis pertahanan.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Selasa, 21 November 2023

PDI Perjuangan dan Joko Widodo adalah perpaduan apik selama setidaknya dua dekade belakangan ini di Solo, Jawa Tengah. Partai banteng moncong putih begitu digdaya di Solo sejak mengusung Jokowi menjadi wali kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga menjadi presiden selama dua periode.

Tapi masa-masa indah itu telah berakhir sejak Gibran Rakabuming Raka, anak sulung Jokowi, yang juga Wali Kota Solo saat ini, membelot dari PDI Perjuangan. Dia menjadi calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sekaligus rival capres-cawapres PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Di luar partai politik, barisan relawan pendukung Jokowi di Solo, yang selama ini solid, juga terpecah belah. Ketua Dewan Pimpinan Cabang Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno mengklaim seluruh relawan Jokowi maupun relawan yang baru terbentuk mendukung Gibran telah dirangkul dan bergerak di lapangan.

“Tidak hanya dengan partai, tidak hanya dengan relawan, tapi juga dengan lapisan masyarakat yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh masyarakat ini, semua sudah kita rangkul. Itu salah satu persiapan kami,” tuturnya kepada detikX saat ditemui di Jakarta, Kamis, 16 November 2023.

Calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka
Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng 

Salah satu organisasi relawan pendukung Prabowo-Gibran di Solo adalah Pro Jokowi (Projo). Ketua Projo Kota Solo, Tego Windarti, mengungkapkan pihaknya mengikuti instruksi Projo pusat terkait dukungan kepada Prabowo-Gibran. Kendati demikian, ada satu hingga dua orang yang mesti dinonaktifkan keanggotaannya dari Projo Solo karena mendukung capres lain.

Di bawah itu cerita yang berkembang adalah bagaimana jalan tol bisa selesai, bagaimana harga komoditas pertanian bisa bagus, dan anak-anak bisa sekolah dengan baik. Jadi, kalau dibilang bagaimana narasi tentang dinasti politik dan MK itu di bawah kita harus jelaskan, nggak ada cerita tentang itu di bawah.”

Perempuan yang akrab disapa Wiwin itu sadar betul bahwa Solo merupakan basis PDI Perjuangan. Karena itu, sudah jauh-jauh hari sebelumnya tim relawan Projo melakukan pemetaan secara detail daerah-daerah yang potensial untuk direbut dari PDI Perjuangan.

“Pemetaan itu kami melakukan dengan cara pembentukan korlap (koordinator lapangan). Dari korlap itu ada di kecamatan, turun ke kelurahan, lalu turun ke masyarakat. Alhamdulillah korlap kami ke akar rumput sudah mengena semua,” katanya.

Upaya pendekatan Projo yang sudah dilakukan di setiap RW adalah memberikan bantuan sosial berupa makanan pokok, di antaranya beras, mi, minyak, dan sayuran, kepada masyarakat menengah ke bawah yang membutuhkan. Selain itu, para relawan membantu pengurusan Kartu Indonesia Sejahtera (KIS) di tingkat RW.

Wiwin mengungkapkan, selain Kota Solo, relawan difokuskan melakukan konsolidasi di daerah sekitar Solo atau Solo Raya. Dan Kabupaten Boyolali adalah salah satu target yang harus dimenangkan.

Ketua Bappilu Projo Panel Barus menyatakan hal serupa. Projo pusat hingga daerah tengah bekerja secara militan untuk melakukan pendekatan ke masyarakat secara door to door. Meski kini sedang ramai narasi terkait dinasti politik dan putusan Mahkamah Konstitusi yang menyudutkan Gibran, ia mengaku tak ambil pusing.

“Di bawah itu cerita yang berkembang adalah bagaimana jalan tol bisa selesai, bagaimana harga komoditas pertanian bisa bagus, dan anak-anak bisa sekolah dengan baik. Jadi, kalau dibilang bagaimana narasi tentang dinasti politik dan MK itu di bawah kita harus jelaskan, nggak ada cerita tentang itu di bawah,” ungkap Panel Barus kepada reporter detikX via telepon.

Sementara itu, Relawan Gema Prabowo Nusantara (RGPN) mendirikan posko berjarak 1 kilometer dari rumah Gibran untuk menjangkau masyarakat. Posko tersebut dibuka selama 24 jam untuk menyambut masyarakat yang ingin berbincang sembari ngopi-ngopi.

Pertemuan konsolidasi relawan Ganjar Se-Solo Raya di Sekretariat Bersama Relawan Ganjar Minggu,19 November 2023
Foto: Dok KAPT Solo

Di lain pihak, salah satu organ relawan Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT), yang mendukung Jokowi pada Pilpres 2019, kini memutuskan mendukung Ganjar-Mahfud. KAPT didirikan oleh sejumlah aktivis 98 korban Orde Baru.

Koordinator Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Wilayah Solo Raya Sunu Prasetya mengatakan keputusan mendukung Ganjar dilakukan sejak Juni, dan kala itu menganggap Jokowi mendukung capres yang berasal dari partai pengusungnya.

Di Solo, KAPT mengklaim dukungan dari relawan Jokowi untuk Ganjar sebesar 90 persen. Berdasarkan pengamatannya, orang-orang yang mendaku sebagai relawan Jokowi yang mendukung Gibran tak pernah kelihatan pergerakannya. “Kalau menurut saya, dukungan relawan di Solo untuk Gibran ini nggak mengakar, nggak kuatlah,” kata Sunu.

Meski demikian, Sunu tetap mewaspadai gerakan dari kubu lawan yang ingin merebut kandang banteng. Sejumlah daerah memperoleh perhatian khusus KAPT. “Solo mendapat perhatian penuh, jangan sampai lolos. Boyolali juga dapat serangan berkali-kali, padahal jauh lebih kuat daripada Solo. Yang perlu perhatian lainnya Karanganyar, Sragen, Klaten,” terang Sunu.

Sementara ini, Sunu mengatakan KAPT memusatkan pendekatan masyarakat melalui komunitas alih-alih door to door. Pendekatan yang sudah dilakukan adalah pada komunitas seniman yang dulu mendukung Jokowi selama dua periode berturut-turut. Lainnya, Sunu bercerita melakukan pendekatan pada komunitas pasar dan mahasiswa.

Sedangkan pendekatan yang dilakukan pada anak muda, KAPT Solo berinisiatif meluncurkan game untuk mengenalkan sosok Ganjar Pranowo. “Namanya Ganjar Run. Jadi Pak Ganjar lari. Karena anak muda sekarang bahasanya game, jadi kita menyapa mereka melalui digital. Ini sudah jadi tinggal final touch. Kita danai sendiri, kebetulan saya punya komunitas dengan anak muda,” tandas Sunu.

Senada dengan Sunu, Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) Solo Edmond Tampubolon mengatakan dukungan relawan Jokowi di Solo untuk Ganjar-Mahfud mencapai 90 persen. Kendati demikian, Edmond mengakui, sejak Gibran menjadi cawapres, dukungan para relawan di Solo mulai terpecah.

“Terbelah karena mereka masih tegak lurus ke Jokowi. Nah, sekarang itu kan Jokowi identik dengan Prabowo dan Gibran, kan,” ungkap Edmond.

Edmond tak memungkiri sebenarnya Jokowi effect cukup penting untuk menambah suara Ganjar. Meski PDI Perjuangan menjadi partai pemenang di sejumlah daerah termasuk Jawa Tengah, untuk pilpres, suara pemilih Jokowi lebih mendominasi.

“Suara PDIP pada 2019 adalah 19,33 persen, sedangkan suara pemilih Jokowi 55,50 persen. Suara sebesar 36,17 persen adalah pemilih Jokowi yang tidak memilih PDIP. Ini menjadi sebab utama kehadiran Jokowi pada pencapresan Ganjar Pranowo menjadi penting sebagai wujud dukungan,” tandas Edmond.

***Komentar***

Reporter: Ani Mardatila, Ahmad Thovan Sugandi
Penulis: Ani Mardatila
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE