SPOTLIGHT

Warisan Suara Jokowi ke Gibran

Gibran dicitrakan oleh pengusungnya menjadi representasi pemimpin muda, tapi ini belum berdampak. Belakangan, yang berpengaruh adalah bayang-bayang Jokowi. Jenjang karier Gibran juga dianggap karbitan dan hanya mengandalkan efek elektoral ayahnya, Jokowi.

Ilustrasi : Edi Wahyono

Senin, 13 November 2023

Gibran Rakabuming Raka dicitrakan menjadi representasi Milenial dan Generasi Z dalam panggung Pilpres 2024. Namun ternyata Gibran justru mendapatkan limpahan elektabilitas dari Presiden Jokowi, ayahnya sendiri, bukan dari pemilih muda.

“Jadi simbolisasinya (anak muda) itu ada di Mas Gibran. Orang melihatnya dia sebagai anak Pak Jokowi, ya oke kita gak mungkiri itu. Dan itu keuntungan elektoral sendiri,” ujar Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Hari Wibowo kepada reporter detikX, Kamis (9/11/2023).

Menyitir data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih Pemilu 2024 yang masuk dalam kategori Generasi Z (1997-2012) sebesar 22,85 persen atau 46.800.161. Sedangkan Generasi Milenial (1981-1996) sebanyak 33,60 persen atau 68.822.389.

Sejauh ini, kata anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran tersebut, elektabilitas justru didapatkan dari pemilih Jokowi pada pemilu sebelumnya. “Kita simpel saja, yang milih Pak Jokowi silakan dihitung berapa persen, yang milih partai berapa persen. Kan bisa dihitung dari situ,” tuturnya.

Meski begitu, upaya menjangkau anak muda tetap digalakkan. Selain di kampus, tim kampanye muda ini juga terbagi dalam beberapa titik, seperti di perusahaan serta pedesaan. “Saya tidak bisa ungkapkan strateginya, tapi sudah ada. Kalau medsos itu sudah otomatis,” jelasnya.

Gibran Rakabuming Raka
Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng 

Beragam program Prabowo-Gibran yang menyasar anak muda pun disodorkan, di antaranya kredit start-up Milenial, dana abadi pesantren, dan optimalisasi program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Namun program dana abadi pesantren sempat mendapatkan tanggapan dari Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani karena merupakan program yang sudah ada.

Apa yang sudah dimulai oleh kepemimpinan Pak Jokowi itu harus dilanjutkan dan harus ada komitmen dari presiden setelahnya. Jangan tiba-tiba mau ada perubahan.”

“Salah kaprah, kalau orang beranggapan bahwa terobosan itu harus sesuatu yang baru. Kami perbesar itu juga jadi terobosan, kami angkat dari dia yang prioritas biasa-biasa jadi prioritas utama juga terobosan,” ucap Dradjad.

Muhammad Arief Rosyid Hasan sebagai Komandan Pemilih Muda di tim Prabowo-Gibran mengatakan, empat hari setelah dilantik, timnya sudah menentukan strategi dan program kampanye yang menyasar anak muda. Tak hanya itu, mereka juga melakukan lawatan ke caleg-caleg muda yang berasal dari organisasi sayap pemuda partai Koalisi Indonesia Maju (KIM).

“Misalnya teman-teman AMPI itu mungkin 250, Tidar sekitar 160. Kemudian PSI, hampir semua. Kemudian teman-teman PBB juga,” kata Arief via sambungan telepon kepada reporter detikX.

Arief mengklaim telah berkeliling ke ratusan kabupaten dan bertemu dengan banyak anak muda. Mereka mensosialisasikan kata kunci: Prabowo-Gibran adalah representasi keberlanjutan program Jokowi.

“Apa yang sudah dimulai oleh kepemimpinan Pak Jokowi itu harus dilanjutkan dan harus ada komitmen dari presiden setelahnya. Jangan tiba-tiba mau ada perubahan,” jelas Arief.

Elektabilitas Gibran karena Anak Presiden

Ketua Departemen Bidang Pemerintahan di DPP PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, tak sepakat apabila Gibran disebut sebagai representasi generasi muda dalam pilpres ini. Menurutnya, representasi anak muda tak hanya soal usia, tapi juga semangat dan gagasannya. Gibran hanya mengekor pada bayang-bayang Jokowi.

“(Gibran) itu bukan representasi anak muda, lebih ke representasi anak presiden,” tegasnya via sambungan telepon kepada reporter detikX.

Masinton membandingkan pengalamannya sebagai politikus muda yang berjuang sejak 1998 sebagai aktivis pergerakan. Dari sana, ia baru bergabung dengan organisasi pemuda gerakan buruh, baru kemudian bergabung ke PDI Perjuangan dan meniti karier dari bawah sampai menjadi anggota DPR RI. Ini berbeda dengan Gibran.

Senada, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menilai Gibran bukanlah perwakilan anak muda. Sebab, prosesnya memasuki dunia politik tidak ditempa dari bawah.

Presiden Joko Widodo dan anaknya, Gibran Rakabuming Raka, saat menerima kedatangan Prabowo Subianto di kediamannya di Solo, April 2023 lalu .
Foto: dok. Fotografer Kepresidenan Agus Suparto

“Semua juga tahu, bisa membedakan, anak muda yang memang bekerja, berkarier dari awal, dengan anak muda yang dikarbit. Saya pikir itu pemilih muda bisa memilah. Justru di situlah yang ditawarkan Pak Anies bahwa anak muda yang kreatif, yang memang maju dengan kekuatannya, dengan usaha bekerja kerasnya, bukan dengan fasilitas-fasilitas,” ujar Jazilul, yang akrab disapa Cak Jazil, kepada reporter detikX.

Pengalaman Gibran pun dianggap tak lepas dari privilese. Sebab, ketika Gibran menjadi wali kota, ayahnya sudah menjabat Presiden RI. “Artinya, itu tidak bisa dijadikan contoh sukses anak muda. Karena semuanya serba difasilitasi dan diberi privilese oleh kekuasaan,” tandas Cak Jazil.

Gibran mengklaim belakangan mendapat serangan komentar negatif. Dia meminta para pendukung serta relawannya membalasnya dengan senyuman. Ia mengungkapnya pada acara konsolidasi KIM di Bandar Lampung, Sabtu (11/11/2023).

“Sekarang ini, banyak serangan-serangan, fitnah, nyinyiran, dan 'statement' negatif, senyumkan saja, tak perlu dilawan-konter, senyumin saja," kata Gibran dikutip dari Antara.

Menurut peneliti Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Aisah Putri Budiarti, representasi anak muda dalam konteks capres-cawapres tak hanya bisa dilihat dari usianya. Sebab, Aisah menilai capres-cawapres merupakan karier tertinggi politik dan nasional yang membutuhkan kemampuan yang mumpuni.

“Dalam konteks ini, kapasitas itu sebenarnya bukan juga tidak mungkin tidak dimiliki oleh anak muda. Bisa saja ya (anak muda) usia 40 tahun, usia berapa pun itu bisa punya kapasitas itu. Tapi (mesti) benar-benar punya pengalaman politik yang mapan,” kata Aisah kepada reporter detikX.

Aisah mencontohkan pengalaman yang mapan adalah ketika dipersiapkan sejak dini, mulai lulus sekolah, seorang anak bisa bergabung dengan organisasi pemuda. Kemudian menjadi kader muda di partai politik, memiliki jabatan di daerah, hingga naik berjenjang ke level nasional.

Selama ini, ujar Aisah, Gibran diragukan bukan semata-mata karena usianya yang masih muda, tapi juga lantaran pengalamannya yang masih di level daerah saja. Selain itu, ia dianggap belum memenuhi kapasitas sebagai cawapres, yang merupakan pemimpin di level nasional.

“Penting untuk kemudian baik ini bagi publik tidak melekatkan ‘image’-nya (pemimpin) anak muda semata-mata harus yang berusia muda gitu ya, dalam konteks pilpres ya pasti ada pertimbangan kapasitas,” ujarnya.

Survei elektabilitas setelah Gibran menjadi cawapres Prabowo menempatkan posisi pasangan tersebut paling tinggi dibanding Ganjar-Mahfud dan Anies-Imin. Di antaranya survei yang dilakukan Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 16-18 Oktober dan Indikator Politik Indonesia pada 27 Oktober hingga 1 November 2023.

Adapun survei yang dilakukan LSI pada 2-8 Oktober 2023 mencatat angka kesukaan terhadap Mahfud Md sebesar 83,1 persen, Gibran 76,6 persen, dan Muhaimin Iskandar 64,5 persen di kalangan Generasi Milenial dan Gen Z.

Namun, jika ditilik angka survei yang merujuk pada para cawapresnya, ternyata Mahfud menjadi sosok yang paling disukai oleh para responden. Survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menunjukkan angka kesukaan terhadap Mahfud sebesar 69,5 persen, sedangkan Gibran 69,1 persen, dan Muhaimin 54,3 persen.

"Ini seperti pisau bermata dua Gibran ini. Dia bisa menjadi aset, tapi bisa juga menjadi liability. Tapi hari ini banyak yang datang karena efek Gibran. Sebenarnya bukan Gibran, tapi Pak Jokowi yang membuat suara Pak Prabowo mengalami kenaikan," ujar Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.


Reporter: Ani Mardatila, Abdurrobby Rahmadi (magang)
Penulis: Ani Mardatila
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE