SPOTLIGHT

Hati-hati Mudik Lewat Cipali

Sejumlah ruas Tol Cipali diprediksi menjadi titik rawan macet saat mudik Lebaran 2023 ini. Segudang strategi diterapkan pemerintah dan pengelola tol untuk mengantisipasinya.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 17 April 2023

Sudah dua tahun lamanya Agus Aryanto, 41 tahun, hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Nganjuk, Jawa Timur, melalui video call. Ketika Lebaran tiba, Agus bersama istri dan anaknya pun tak bisa meminta maaf dan mencium tangan ayah dan ibunya secara langsung. “Soalnya dua tahun pandemi (COVID-19) kan ada larangan mudik Lebaran,” kata Agus kepada reporter detikX pekan lalu.

Kini, hawar sudah mereda. Pemerintah tidak lagi memberlakukan pembatasan perjalanan ke luar kota. Agus tidak mau lagi bermaaf-maafan secara virtual dengan kedua orang tuanya. Agus ingin pulang ke kampung halamannya. Rindunya sudah menumpuk untuk segera ditumpahkan.

Sejak Februari lalu, Agus sudah menyiapkan mobil pribadinya untuk mudik ke Nganjuk. Pegawai swasta yang tinggal di Bekasi ini berencana pulang ke Nganjuk pada Selasa, 18 April 2023. Seorang tetangga di kampung, kata Agus, juga ada yang mau menumpang bersama keluarga kecilnya itu. Rencananya, Agus bakal berangkat sekitar pukul 20.00 WIB.

“Nanti aku langsung masuk tol dari Pulo Gebang, terus arah Tol Lingkar Luar, nanti langsung naik MBZ (jalan tol layang Mohammed Bin Zayed), turun Cikampek. Terus Cipali (Cikopo-Palimanan), kan, sampai Kalikangkung, terus masuk tol lagi ke arah Solo,” beber Agus menjelaskan jalur yang bakal ditempuhnya menuju kampung halaman.

Sebetulnya, Agus tidak tahu pasti bagaimana kondisi jalan yang hendak dilibasnya dalam perjalanan mudik. Sebab, ini bakal menjadi tahun pertamanya mudik Lebaran dengan mobil pribadi. Hanya saja, dia sudah membaca berbagai berita perjalanan mudik pada tahun-tahun sebelumnya, khususnya terkait potensi macet di jalur yang bakal dilewatinya nanti.

Dari situ Agus memperkirakan potensi kemacetan akan terjadi di Tol Cipali. Untuk itu, ia sengaja memilih berangkat malam hari supaya bisa menghindari kemungkinan terjebak macet di tol ini. Jadwal keberangkatan sehari sebelum cuti bersama ini juga dipilih Agus untuk menghindari puncak arus mudik yang diprediksi pemerintah bakal terjadi pada 20-21 April.

Suasana di Tol CIpali H-6 Lebaran
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara 

Potensi kemacetan di Tol Cipali juga menjadi perhatian khusus Berlin, 26 tahun. Pegawai swasta ini berencana pulang ke kampung halamannya di Kediri, Jawa Timur, pada 19 April 2023. Kali ini, dia pulang dengan mengendarai mobil pribadi bersama suaminya.

Tadinya, Berlin juga berencana pulang tanggal 18 April malam seperti Agus. Tetapi kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan pemerintah untuk meminimalisir potensi kepadatan kendaraan saat arus mudik memaksanya untuk menunda perjalanan. Plat nomor mobil Berlin berakhiran ganjil.

Untuk mensiasati agar tidak terkena macet, Berlin berencana berangkat lebih pagi. “Jadi paling ambil jam berangkatnya yang sekiranya belum macet saja (pada 19 April),” terang Berlin melalui pesan singkat kepada reporter detikX pada Ahad, 16 April 2023.

Selain potensi kemacetan, Berlin juga turut mewaspadai potensi kecelakaan di tol Cipali yang memiliki panjang 116 kilometer itu. Kewaspadaan itu wajar dirasakan Berlin lantaran Tol Cipali memang disebut sebagai salah satu tol dengan tingkat kecelakaan tertinggi di dunia.

Sepanjang tahun lalu saja, Polantas Unit Patroli Jalan Raya Tol Cipali mencatat, ada total 302 kecelakaan di tol ini. Secara rinci, kecelakaan itu menyebabkan korban tewas sebanyak 46 orang, 497 luka ringan, dan 183 luka berat. Data ini pula lah yang akhirnya membuat Berlin dan suaminya mengaku bakal jauh lebih berhati-hati dalam perjalanan mudik nanti.

“Paling-paling banyak-banyak berdoa, ya, minta perlindungan sama Allah utamanya. Terus, ya, menjaga fokus suami di jalan, dan lebih hati-hati saja,” kata Berlin.

Corporate Communication & CSR Section Head Astra Tol Cipali (PT Lintas Marga Sedaya/LMS) selalu pengelola Tol Cipali, Asri Fajarwati Ridwan, tidak menampik data kecelakaan yang dimiliki Polantas Unit PJR Tol Cipali itu. Namun, Asri bilang, mayoritas kecelakaan itu terjadi pada hari-hari biasa, bukan saat mudik.

Berdasarkan investigasi internal yang sudah dilakukan LMS, kata Asri, 862 dari total 989 kecelakaan di Tol Cipali pada 2019-2021 (86,1 persen atau mayoritas), terjadi karena faktor manusia. Para pengemudi umumnya menggeber kendaraan melebihi batas kecepatan yang ditentukan. Selain itu, pengemudi kurang antisipasi ketika melintas di tol.

Sekitar 13,6 persen atau 127 kasus terjadi lantaran faktor kendaraan, seperti pecah ban, rem blong, dan kendala mesin. “Dan 0,2 persen (faktor) lingkungan (menabrak benda) dan 0,1 persen adalah faktor jalan (seperti akibat aquaplaning),” jelas Asri kepada reporter detikX pekan lalu. Aquaplanning adalah kondisi saat roda kendaraan gagal melakukan traksi atau gesekan dengan jalan. Kondisi ini biasanya terjadi lantaran ada genangan air atau cairan lainnya.

Sejumlah langkah perbaikan pun sejatinya sudah dilakukan oleh LMS untuk mengurangi angka fatalitas kecelakaan di Tol Cipali. LMS, kata Asri, sudah melakukan pembenahan di sepanjang titik lelah yang berpotensi besar terjadi kecelakaan.

Beberapa upaya itu, antara lain, memasang wire rope atau kawat pembatas sepanjang 106 km, lampu kerlap-kerlip, dan speed reducer (tanda peringatan untuk mengurangi kecepatan). Kemudian ada juga pemasangan road stud (reflektor cahaya), lampu hias, polisi tidur mini, dan rumble dot alias aspal bergerigi di tepi jalan.

Upaya ini terbukti berhasil mengurangi angka fatalitas kecelakaan di Tol Cipali dalam dua tahun terakhir. Sepanjang tahun lalu, angka fatalitas atau korban meninggal lantaran kecelakaan di Tol Cipali menurun sekitar 13 persen. Dari 52 menjadi 46 kasus. “Pada periode arus mudik di tahun 2022 jumlah laka di Tol Cipali (juga) mengalami penurunan 4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2021,” tegas Asri.

Selain rawan terjadi kecelakaan, Tol Cipali juga disebut sebagai jalur mudik yang paling berpotensi menghadapi kemacetan. Pasalnya, diprediksi volume kendaraan yang melintasi Tol Cipali pada arus mudik tahun ini meningkat sekitar 16 persen.

LMS memprediksi ada peningkatan volume kendaraan dari 1,6 juta pada tahun lalu menjadi 2 juta kendaraan pada tahun ini. Jika dirata-rata, ada sekitar 120 ribu-140 ribu kendaraan per hari yang bakal melintasi Tol Cipali saat arus mudik dan balik pada 19-25 April 2023.

Tingginya proyeksi penambahan jumlah kendaraan ini tak pelak membuat pemerintah memberikan perhatian khusus pada Tol Cipali. Juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Endra Atmawidjaja, mengatakan, jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, Tol Cipali memang menjadi titik paling rawan kepadatan saat arus mudik. Potensi kepadatan itu, khususnya berada di sejumlah rest area. “Rest area kan ada di di 86, 101, terus 130, dan 164,” kata Endra melalui telepon kepada reporter detikX pekan lalu.

Tahun lalu, sambung Endra, antrean kendaraan yang ingin masuk ke rest area di Tol Cipali sampai memakan satu ruas jalan. Akibatnya, pengguna kendaraan lain yang ingin melintas hanya bisa menggunakan satu ruas jalan lainnya. Sebab, Tol Cipali hanya memiliki dua ruas jalan pada setiap sisi atau total empat di setiap sisinya.

Di samping itu, potensi kepadatan juga kemungkinan terjadi pada persilangan loket masuk di wilayah Dawuan, Subang, Jawa Barat, di sekitar kilometer 152. Pintu Tol Dawuan ini menjadi konektor utama antara Tol Cipali dengan Tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan).

Sehingga nantinya, peningkatan volume kendaraan di Tol Cipali tidak hanya terjadi dari arah Jakarta, melainkan juga dari arah Bandung, Jawa Barat. “Tapi kita sudah melakukan pelebaran lajur, supaya smooth (mulus),” tegas Endra.

Pekerja menyelesaikan pembuatan lajur tiga di sekitar rest area KM 130 ruas tol Cipali, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/4/2023). Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan saat arus mudik lebaran, PT Astra Tol Cipali menambah lajur sepanjang 4,5 km di tiga titik sekitar rest area tol Cikopo-Palimanan dan ditargetkan selesai pada H-10 Lebaran.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

Operation & Maintenance Planning & Monitoring Section Head PT LMS, Michael Andreas turut mengamini pernyataan Endra. Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu, kata Michael, potensi kepadatan di Tol Cipali memang terjadi di sejumlah rest area.

Michael bahkan menambahkan bahwa kepadatan arus kendaraan juga turut terjadi di pintu masuk Tol Cipali dari arah Cikampek sekitar km 72-86. Kepadatan terjadi lantaran ada penyempitan ruas jalan dari tiga ruas di Tol Jakarta-Cikampek menjadi hanya dua ruas di Tol Cipali. Plus, satu titik kepadatan di pintu keluar Palimanan sekitar Km 188.

Namun demikian, tahun ini LMS bersama pemerintah sudah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi terjadinya macet di titik-titik tersebut. Michael menuturkan, LMS sudah memperlebar ruas jalan di rest area masing-masing sepanjang 1,5 kilometer. Pelebaran ruas jalan juga dilakukan pada km 72-87. “Kalau yang Palimanan kan sekarang sudah diangkat. Jadi langsung (ke Kalikangkung),” jelas Michael.

Kepala Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Pitra Setiawan mengatakan, pemerintah bersama Korlantas Polri juga sudah menyiapkan strategi mengatasi kepadatan di Tol Cipali. Salah satu strateginya adalah dengan menerapkan sistem one way (satu jalur) untuk kedua sisi ruas jalan Tol Cipali.

Penerapan one way bakal diberlakukan pada 18 April sejak pukul 14.00-24.00. Setelah itu, one way juga akan diberlakukan pada 19-21 April dari pukul 08.00-24.00. Dengan demikian, nantinya pemudik dapat menggunakan total 4 lajur kanan-kiri untuk menuju menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur via Tol Cipali. One way juga diberlakukan untuk arus balik dalam dua periode, yakni 24-26 April dan 29 April-2 Mei 2023.

Strategi lainnya, pemerintah juga bakal menerapkan pembatasan pada kendaraan besar, seperti truk. Truk yang boleh melintas pada arus mudik lebaran hanya truk-truk yang mengangkut kebutuhan pokok, seperti sembako dan bahan bakar minyak.

“Edisi lebaran itu edisi spesial. Ada pembatasan kendaraan. Truknya tidak sebanyak saat kondisi normal,” pungkas Pitra saat dijumpai reporter detikX di kantornya pekan lalu.


Reporter: Ani Mardatila, Dimas Miftakul Fakri, Fajar Yusuf Rasdianto
Penulis: Fajar Yusuf Rasdianto
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE