SAINS

ULANG TAHUN LEONARDO DA VINCI

Mencari Mona Lisa

"Kami ingin menunjukkan bukti bahwa Leonardo Da Vinci memang melukis dua Mona Lisa."

Mozaik Mona Lisa of the Galilee

Foto: Thinkstock
Jumat, 15 April 2016

Didampingi Antonio de Beatis, sang sekretaris, pada 9 Mei 1519 Kardinal Luigi d’Aragona memulai lawatan panjangnya mengunjungi sejumlah negara di Eropa. Sepanjang jalan, Antonio mencatat dengan teliti semua hal yang mereka temui. Kadang Antonio menambah "bumbu" kisah perjalanan mereka dengan komentar-komentarnya sendiri.

Lima bulan kemudian, mereka tiba di Cloux, tak jauh dari Kota Amboise, Prancis. Kardinal Luigi mampir ke Cloux bukan sekadar iseng. Sudah beberapa lama dia mendengar kabar ada seorang seniman dan ilmuwan jenius dari Italia yang tinggal di kota itu. Dia adalah Leonardo Da Vinci.

Kepada Kardinal Luigi dan Antonio, Leonardo memamerkan tiga lukisannya. "Perfettissimi... bellissimi.... Sempurna... semuanya cantik sekali," Antonio menuliskan kesannya. Di salah satu karyanya itu, Leonardo menuturkan, dia melukis seorang perempuan dari Florence, Italia, atas permintaan Giuliano de' Medici. Sejumlah peneliti meyakini lukisan perempuan dari Florence inilah yang kini digantung di Museum Louvre, Paris, dan kondang sebagai lukisan Mona Lisa. Orang-orang Italia menyebutnya La Giaconda.

Lukisan Mona Lisa digarap Leonardo pada 1503 hingga 1506. Tapi, setelah sekitar empat tahun dikerjakan, lukisan itu ditinggalkannya."

Penuturan Antonio itu kini jadi satu teka-teki besar karena tak sejalan dengan sumber lain. Sebagian besar ahli sejarah meyakini Lisa Gherardini-lah Mona Lisa sebenarnya. Lisa adalah istri Francesco del Giocondo, pedagang sutra kaya raya dari Fiorentina.

Lukisan Mona Lisa digarap Leonardo pada 1503 hingga 1506. “Tapi, setelah sekitar empat tahun dikerjakan, lukisan itu ditinggalkannya,” Giorgio Vasari, sejarawan Italia pada akhir abad ke-16, seperti dikutip LiveScience, menulis. Leonardo pergi ke Prancis. Lukisan itu baru dituntaskannya belasan tahun kemudian sebelum dia meninggal. Veit Probst, Direktur Perpustakaan Heidelberg University, Jerman, mengklaim menemukan catatan milik Agostino Vespucci, karib Leonardo, yang menyebutkan Lisa-lah sang model Mona Lisa.

Lukisan Mona Lisa di Museum Louvre, Paris
Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images

Lisa Gherardini terang tak ada hubungan dengan keluarga Giuliano de' Medici. Dia lahir pada 1479. Artinya, pada 1503 saat Mona Lisa mulai digarap oleh Da Vinci, Lisa baru berumur 24 tahun. Mona Lisa di Louvre menggambarkan sosok perempuan menjelang matang, terang lebih tua dari 24 tahun. Benarkah Lisa Gherardini yang jadi model Da Vinci saat melukis Mona Lisa?

Mona Lisa sudah berumur hampir lima abad. Pada 2017, usianya genap lima abad. Tapi rahasia dan teka-teki lukisan paling kondang di dunia ini tak ada habisnya dibahas dan dikupas. Seniman Lillian F. Schwatz yakin Mona Lisa merupakan potret diri Da Vinci.

Tapi, jika kita percaya pada penelitian Thomas S. Huang bersama timnya dari University of Illinois-Urbana Champaign, bisa disimpulkan kemungkinan besar Mona Lisa adalah seorang perempuan. Dengan menggunakan peranti lunak penganalisis wajah, Thomas membedah wajah di lukisan Mona Lisa.

“Sekitar 60 persen dia seorang perempuan,” kata Huang, seperti dikutip situs Phys.org, beberapa tahun lalu. Huang dan timnya tetap saja tak bisa memastikan jenis kelamin Mona Lisa. Yang pasti, Huang mengatakan, sangat sedikit sekali kemiripan Mona Lisa dengan wajah Da Vinci.

Tiruan lukisan Mona Lisa di Wales
Foto: Christopher Furlong/Getty Images

Menurut Silvano Vinceti, sejarawan Italia, bentuk mulut dan hidung Mona Lisa sangat mirip dengan lukisan wajah Gian Giacomo Caprotti alias Salai. Dia menjadi murid Da Vinci paling lama, termasuk saat sang jenius melukis Mona Lisa mulai tahun 1503. Sang murid, kata Vinceti, bukan hanya menjadi model lukisan Mona Lisa, tapi juga beberapa lukisan Da Vinci lain, seperti Angel Incarnate dan John Sang Pembaptis.

“Salai merupakan model favorit Da Vinci.... Dia tampan dan ada kemungkinan juga merupakan kekasih Da Vinci,” kata Vinceti, seperti dikutip NYDaily, beberapa tahun lalu. Ya, tak sedikit sejarawan yang meyakini bahwa Leonardo Da Vinci seorang homoseksual. Seumur-umur dia lebih sering dikelilingi laki-laki ganteng, termasuk -murid-muridnya, ketimbang perempuan-perempuan cantik.

Ada pula yang menduga, model Mona Lisa adalah Caterina Da Vinci, sang ibunda. Tapi ada pula yang berspekulasi, Mona Lisa adalah Caterina Sforza, anak di luar nikah Galeazzo Maria Sforza, bangsawan Milan. Beberapa nama lain yang disebut-sebut antara lain Isabella Aragon, bangsawan Milan, dan Contanza d'Avalos, selingkuhan Giuliano de Medici.

* * *

Pascal Cotte, pendiri perusahaan asal Prancis, Lumiere Technology, mengklaim sudah belasan tahun "memelototi" lukisan Mona Lisa di Museum Louvre. Dengan menggunakan teknik Layer Amplification Method (LAM), Pascal dan anak buahnya meneliti lapis demi lapis cat Mona Lisa. Pada 2004, Museum Louvre memberi izin kepada Pascal untuk meneliti Mona Lisa.

Pascal mempelajari pantulan cahaya yang disorotkan ke arah Mona Lisa. Dengan menganalisis pantulan cahaya itu, Pascal mengklaim bisa mengintip lapisan-lapisan cat Mona Lisa. "Seperti bawang, kami bisa mengupas lapisan demi lapisan lukisan itu," kata Cotte, dikutip BBC, pada Desember tahun lalu. Tim Pascal menemukan ada Mona Lisa lain di balik Mona Lisa yang telah dilihat semua orang.

Poster Mona Lisa di toko suvenir di Paris
Foto: Christopher Furlong/Getty Images

Mona Lisa versi Pascal duduk dengan posisi yang sama dengan latar belakang panorama yang juga nyaris serupa dengan Mona Lisa. Yang membedakan, Mona Lisa versi Pascal tampak jauh lebih muda, wajahnya lebih tirus dan memandang sudut yang berbeda dari Mona Lisa. "Hasil penelitian tersebut menggoyang keyakinan selama ini," kata Pascal. Dia percaya, Mona Lisa muda inilah wajah Lisa Gherardini sebenarnya.

Tapi Martin Kemp, profesor emeritus sejarah seni di Universitas Oxford, Inggris, tak sepakat dengan "teori" Pascal. "Mereka sangat cerdik menggambarkan apa yang mungkin Leonardo pikirkan. Tapi ide bahwa ada lukisan lain di bawah lapisan Mona Lisa sulit diterima," kata Martin.

Mona Lisa, paling tidak seperti diklaim sejumlah orang, memang tak hanya ada satu Mona Lisa. Mona Lisa tak cuma Mona Lisa yang hari ini tergantung di dinding Museum Louvre. Lebih dari 40 tahun tersimpan di loker bank di Swiss, pada 2012 Mona Lisa dari Isleworth dipamerkan oleh Yayasan Mona Lisa di Zurich ke semua orang.

"Kami ingin menunjukkan bukti bahwa Leonardo Da Vinci memang melukis dua Mona Lisa," kata Markus Frey, Presiden Yayasan Mona Lisa, dikutip ABC. Mona Lisa dari Isleworth ini tampak jauh lebih muda dari Mona Lisa di Louvre. Panorama di balik punggung Mona Lisa di Zurich tersebut juga sedikit berbeda dari Mona Lisa di Louvre.

Duchess of Cornwall di depan Lukisan Mona Lisa pada 2013.
Foto: Chris Radburn-Pool/Getty Images

Mona Lisa dari Isleworth ditemukan oleh pialang seni dari Inggris, Hugh Blake, pada 1913 dan selama bertahun-tahun dia simpan di studionya di Isleworth. Sejak saat itu, Mona Lisa dari Isleworth sudah beberapa kali berpindah tangan. Markus yakin Mona Lisa yang dimiliki yayasannya adalah Mona Lisa versi lebih awal dari Mona Lisa di Louvre.

Martin Kemp tak yakin dengan argumentasi Markus. Menurut Martin, tak ada bukti meyakinkan bahwa ada versi awal dari Mona Lisa di Louvre. Namun, menurut Alfonso Rubino, ahli geometri dari Italia, Mona Lisa dari Isleworth konsisten dengan pola geometri Da Vinci.

Martin Kemp tetap tak bisa menerima bahwa ada Mona Lisa lain selain Mona Lisa di Museum Louvre. "Aku tak mendengar ada peneliti utama Leonardo Da Vinci yang menerima teori itu," kata Martin, kepada Wall Street Journal, beberapa bulan lalu.


Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Sains mengulik penemuan-penemuan baru serta seluk-beluk sains dan teknologi.

SHARE