SAINS
Ulang Tahun Leonardo Da Vinci
"Leonardo menulis dengan tangan kiri dari arah kiri ke kanan.... Dia juga seorang vegetarian, hal tak biasa di Eropa."
Ilustrasi: Luthfy Syahban
Jumat, 15 April 2016Mengutip sang kakek, Ser Antonio Da Vinci, menurut Angela Ottino della Chiesa, penulis buku Leonardo da Vinci, seniman jenius dari Italia itu lahir tiga jam setelah matahari tenggelam di Vinci, kampung di punggung Bukit Tuscan, pada 15 April 1452. Ayahnya seorang bangsawan, Messer Piero Fruosino di Antonio da Vinci.
Sang ayah tak pernah menikah dengan ibu Leonardo, Caterina. Tak seperti sang ayah yang tercatat jelas silsilah keturunannya, bagaimana asal-muasal Caterina ini tak terang benar. Konon, dia seorang petani. Leonardo tinggal bersama ibunya hingga berumur 5 tahun, sebelum berpindah ke rumah keluarga ayahnya. Setelah dewasa, menurut catatan-catatan yang dia tinggalkan, Leonardo jarang sekali bertemu dengan sang ibu.
Hanya empat kali nama Caterina dikutip Da Vinci dalam catatan pribadinya. Terakhir Da Vinci menulis soal Caterina saat ibunya itu sakit dan akhirnya meninggal. Leonardo menulis dengan terperinci semua biaya yang dia keluarkan untuk perawatan dan pemakaman Caterina. Total Leonardo merogoh 123 soldi untuk ibunya.
Mona Lisa kemungkinan besar menggambarkan sosok ibunya. Panorama di belakang Mona Lisa dan karakter wajahnya kelihatan sekali sangat Cina."
Sigmund Freud, psikoanalis
Mengutip satu arsip di Milan bertanggal 26 Juni 1494, Caterina dari Florence terkena malaria saat berada di Padule di Fucecchio. Dia meninggal pada usia 60 tahun. Menurut psikoanalis kondang Sigmund Freud, catatan Leonardo soal ongkos yang dia bayarkan untuk ibunya menunjukkan ekspresi kesedihan atas meninggalnya Caterina.
Profesor Luigi Capasso, antropolog dari Universitas Chieti, Italia, punya kesimpulan menarik. Setelah menganalisis struktur sidik jari Leonardo Da Vinci di satu lukisannya, Portrait of a Lady with an Ermine, Profesor Luigi berkesimpulan bahwa Leonardo merupakan keturunan Timur Tengah. Bisa jadi keturunan Arab. "Sekitar 60 persen populasi di Timur Tengah punya struktur sidik jari yang sama," kata Profesor Luigi, dikutip Telegraph, beberapa tahun lalu.

Sketsa kereta perang karya Leonardo Da Vinci
Foto: Marco Secchi/Getty Images
Merunut pada beberapa dokumen tua, Alessandro Vezzosi, Direktur Museum di Kota Vinci, juga menduga bahwa Caterina adalah seorang budak yang berasal dari Timur Tengah. Pada saat itu, hal biasa bagi para bangsawan Italia memiliki budak-budak yang dibawa dari Timur, dari wilayah Asia. "Dia bukan petani. Namanya, Caterina, merupakan nama yang jamak bagi para budak yang ada di Tuscany kala itu," kata Alessandro.
Louis Buff Parry, sejarawan dari Kanada, punya "teori" yang lain dari yang lain. Mengaku merujuk pada dokumen tua yang dia temukan di Kota Vinci, Louis mengatakan Caterina berasal dari Azerbaijan. Bahkan ada kemungkinan dia seorang keturunan muslim.
Beberapa tahun lalu, atas inisiatif Kedutaan Besar Turki dan Azerbaijan di Kanada, Louis memaparkan dugaannya itu di Gedung Arsip Kanada. Louis menunjukkan bukti salinan surat bertarikh 1503 yang ditulis oleh Leonardo Da Vinci. Surat itu ditujukan kepada penguasa Ottoman Sultan Bayazid II.
Lain pula versi sejarawan seni Angelo Paratico. Lewat bukunya, Leonardo Da Vinci: A Chinese Scholar Lost in Renaissance Italy, Angelo memaparkan dugaannya bahwa Leonardo merupakan keturunan Cina alias seorang Tionghoa. "Pada abad pertengahan, banyak sekali budak keturunan oriental di Italia dan Spanyol," kata Angelo kepada South China Morning Post.
Dia sampai pada kesimpulan bahwa Leonardo seorang Cina, bukan keturunan Timur Tengah, setelah "menganalisis" sejumlah fakta. "Leonardo menulis dengan tangan kiri dari arah kiri ke kanan.... Dia juga seorang vegetarian, hal tak biasa di Eropa," Angelo menuturkan beberapa fakta pendukung hipotesisnya. "Menurut Sigmund Freud, Mona Lisa kemungkinan besar menggambarkan sosok ibunya. Panorama di belakang Mona Lisa dan karakter wajahnya kelihatan sekali sangat Cina.”
Francisco Vizeu Pinheiro, dosen di Universitas Saint Joseph, Amerika Serikat, mengernyitkan dahi mendengar dugaan Angelo. "Dia langsung melompat pada kesimpulan tanpa disokong bukti," kata Francisco.
* * *
Hingga meninggal pada usia 67 tahun di Amboise, Prancis, Leonardo tak pernah menikah dan tak pernah punya anak. Selama ini, tak ada kabar pula soal keturunan kerabat seniman jenius itu.
Penelusuran sejarawan Agnese Sabato bersama Alessandro Vezzosi, Direktur Museo Ideale di Kota Tuscan, sejak 1973, menemukan 38 keturunan kerabat Da Vinci yang masih hidup. "Semua keturunan Da Vinci yang masih hidup tinggal di Florence dan sejumlah daerah di sekitar kota itu, seperti Vinci dan Empoli," kata Alessandro, dikutip DiscoveryNews, hari ini.

Lukisan Portrait of Cecilia Gallerani karya Leonardo Da Vinci
Foto: Dan Kitwood/Getty Images
Dari Caterina, Messer Piero Fruosino hanya punya satu anak, yakni Leonardo Da Vinci. Tapi Piero punya beberapa anak dari empat istrinya. Dari istri ketiga, Margherita di Jacopo di Guglielmo, dan keempat, Lucrezia di Guglielmo Cortigiani, Piero punya sebelas anak. Dari sebelas saudara tirinya itulah asal-muasal keturunan keluarga Da Vinci.
Di antara keturunan saudara-saudara tiri Leonardo Da Vinci itu adalah seniman Franco Zeffirelli. Tapi ada pula keturunan keluarga Da Vinci ini yang bekerja sebagai polisi, arsitek, tukang batu, akuntan, dan pembuat roti. Beberapa di antara mereka tak pernah tahu bahwa ada darah keluarga Da Vinci mengalir dalam tubuh mereka.
"Ibuku Dina benar. Dia pernah bercerita soal surat yang hanya bisa dibaca dengan memantulkan bayangannya di cermin," kata Giovanni Calosi, salah satu keturunan Da Vinci, kepada La Stampa. "Kami tak pernah menganggap serius surat-surat tersebut. Mereka hilang atau dijual."
Penulis/Editor: Sapto Pradityo
Desainer: Luthfy Syahban
Rubrik Sains mengulik penemuan-penemuan baru serta seluk-beluk sains dan teknologi.