Foto: Thinkstock
Jumat, 22 Januari 2016
Pada tahun 1798, di sela-sela ekspedisi menelusuri Sungai Nil, Napoleon Bonaparte sempat singgah di kompleks Piramida Giza. Entah karena penasaran atau alasan lain, penguasa Prancis itu berniat melewatkan malam di Ruang Raja, di dalam Piramida Agung Khufu, piramida terbesar di kompleks Giza.
Konon, di ruang itulah Firaun Khufu, penguasa Kerajaan Tua Mesir, menghilang dan mencapai keabadian. Tak ada anak buahnya yang diperkenankan menemani Napoleon. Dia hanya ditemani terang cahaya lilin. Entah apa yang terjadi, keesokan harinya, Napoleon keluar dari Ruang Raja dengan muka pucat dan badan gemetar. Napoleon bungkam soal apa yang terjadi di Ruang Raja.
Hampir seperempat abad kemudian, saat Napoleon tergolek di kasur menjelang wafat, dia masih sempat menyinggung soal pengalamannya dalam Piramida Khufu. Tapi dia tak menuturkan apa yang dia temui di dalam sana. “Oh... untuk apa, tak ada gunanya.... Kalian tak akan percaya,” kata Napoleon.
Pemindaian dinding Piramida Khufu, Mesir. (foto: Scan Pyramids)
Pemindaian dinding Piramida Khufu, Mesir. (foto: Scan Pyramids)
Kendati sudah berumur puluhan abad, piramida-piramida di Mesir, terutama piramida di Giza, masih menyimpan banyak sekali pertanyaan tak terjawab. Bagaimana ribuan tahun lalu Khufu dan penguasa Mesir lain membangun piramida setinggi 146 meter dari jutaan potong batu masih jadi perdebatan di antara arkeolog.
Kendati sudah berumur puluhan abad, piramida-piramida di Mesir, terutama piramida di Giza, masih menyimpan banyak sekali pertanyaan tak terjawab."
Tak seperti yang digembar-gemborkan film Hollywood, menurut doktor arkeologi dari Universitas Pennsylvania, Zahi Hawass, kompleks Piramida Giza bukan dibangun oleh barisan ribuan budak, apalagi alien seperti yang dituturkan penulis Erich von Daniken, melainkan kuli bangunan terampil yang dibayar.
Untuk membangun Piramida Giza atau Piramida Khufu—piramida terbesar di kompleks Giza—setinggi 146,6 meter dengan panjang dan lebar 230 meter, menurut Hawass, dibutuhkan 20 ribu kuli yang bekerja selama 20 tahun. Piramida Giza diperkirakan dibangun dari tahun 2560-2540 sebelum Masehi. “Membangun piramida merupakan proyek nasional dan melibatkan sebagian besar rakyat kerajaan Mesir kuno,” kata Hawass kepada NationalGeographic. “Setiap rumah tangga menyumbangkan tenaga kerja dan makanan bagi proyek tersebut.”
Konon, tak seperti piramida lain, ada banyak ruang dan lorong dalam Piramida Khufu. Untuk apa lorong dan ruang-ruang itu, sebagian masih teka-teki. Ben Carson, kandidat Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, punya teori sendiri soal piramida. “Menurut teoriku, Joseph membangun piramida itu untuk menyimpan bulir-bulir gandum,” kata Carson, beberapa pekan lalu, seperti dikutip Washington Post.

Pemindaian dinding Piramida Khufu, Mesir.
(foto: Scan Pyramids)
Carson rupanya merumuskan teorinya berdasarkan ayat-ayat dalam Kitab Injil. Dokter bedah saraf kondang itu mengabaikan pendapat para arkeolog yang menyimpulkan piramida sebagai tempat menyimpan jenazah para firaun. “Teori” Carson segera jadi bahan lelucon di media sosial. Menurut Alice Stevenson dari Petrie Museum of Egyptian Archaeology, University College London, peradaban Mesir Kuno punya gudang gandum sendiri. “Dan bangunan itu sama sekali tak menyerupai piramida,” kata Alice.
Menurut teoriku, Joseph membangun piramida itu untuk menyimpan bulir-bulir gandum."
Sejak beberapa bulan lalu, gabungan peneliti dari sejumlah negara bekerja sama berusaha mengungkap misteri piramida-piramida Mesir. Dengan menggunakan teknik radiografi dan thermal imaging, mereka berusaha memindai isi “perut” Piramida Khufu dan Piramida Khafre di Giza serta Piramida Bent di Dahshur. “Mungkin bakal ada sesuatu yang menarik di dalam sana, entah di kedalaman berapa meter,” kata Matthieu Klein seperti dikutip Smithsonian.
Dua minggu memindai sekujur badan Piramida Khufu, tim peneliti menemukan satu keanehan. Ada anomali panas di beberapa tempat. Pada baris pertama batu penyusun Piramida Khufu, tim tak menemukan satu keanehan. “Semuanya tampak seragam... tapi lihat di bagian ini,” Mamdouh el-Gamaty, Menteri Arkeologi Mesir, menunjuk foto hasil pemindaian pada dinding timur Piramida Khufu. Ada beberapa batu lebih panas dibanding batu di sekitarnya. “Ada banyak hipotesis dan kemungkinan soal anomali itu,” tim pemindai menulis pernyataan. Belum ada jawaban pasti ada apa di balik dinding piramida.
Penulis: Sapto Pradityo
Rubrik Sains mengulik penemuan-penemuan baru serta seluk-beluk sains dan teknologi.