METROPOP

Dulu Gemetaran, Kini Pede Tampil di TV

Banyak orang gemetaran, bahkan sampai keluar keringat dingin, saat bicara di depan publik. Bisa dilatih.

Foto: Thinkstock

Kamis, 8 September 2016

Galih Nugros nekat tampil di acara talk show sebuah stasiun televisi swasta. Dalam acara yang dipandu Andy F. Noya itu, ia memberikan sambutan pembuka.

Bagi penonton yang menyaksikannya di layar kaca, Galih mungkin masih terlihat kaku. Kedua mata Galih sering tidak terfokus pada kamera. Beberapa kali ia melirik ke arah sang partner yang mendampinginya.

Namun, bagi Alicia van Akker, pendiri Rumah MC, Galih telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Menurut Alicia, muridnya yang satu ini telah mencapai perubahan drastis, dari seseorang yang begitu pemalu hingga berani tampil di televisi.

“Bayangkan, kalau aku lagi seminar dan aku sebut nama dia (Galih), dia bisa keluar dari ruangan. Sebegitu takutnya,” ujar Alicia.

Sejak kuliah, Galih sering mengalami kesulitan saat melakukan presentasi di depan kelas. Tangannya kerap gemetaran hingga keluar keringat dingin. Ia jadi tidak fokus terhadap materi yang hendak disampaikannya. Akibatnya, presentasi Galih sering mendapat nilai jeblok.

Galih merasa butuh pelatihan agar kepercayaan dirinya timbul saat berbicara di depan umum. Tapi ia tidak mau mengikuti kursus public speaking. Sebab, kursus yang ditawarkan kerap kali hanyalah kursus singkat. Belum lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk beberapa kali pertemuan bisa mencapai jutaan rupiah.

Galih dan Ade saat diundang di sebuah stasiun televisi swasta.
Foto: dok. RMC

Sekarang sih, alhamdulillah, sudah berani tampil. Minimal ketika presentasi untuk menyampaikan materi sudah bisa."

Galih Nugros, salah satu lulusan Academy MC

Suatu ketika, ia tahu program MonthlyHello yang diselenggarakan oleh Rumah MC. Program satu bulan sekali ini memberikan pelatihan public speaking secara gratis. Beberapa kali MonthlyHello menghadirkan presenter atau public speaker ternama, seperti Steny Agustaf dan Michael Chandra. Ia pun merasa cocok dan kemudian bergabung.

Semakin lama, Galih kepincut pada profesi MC. Ia pun memberanikan diri mendaftar di Academy MC. Lembaga pendidikan berbayar ini berada di bawah naungan Rumah MC.

Selama dua bulan, laki-laki berusia 24 tahun ini mendapatkan pelatihan intensif. Mulai cara membuat rundown, cara mengatasi rasa gugup, hingga membuat kontrak kerja.

Setelah itu, Galih masuk dalam tahap MC training. Pada masa ini, Galih harus melakukan praktek MC secara langsung, mengumpulkan jam terbang. Baginya, tahap ini bukanlah persoalan mudah. Galih sendiri membutuhkan waktu penyesuaian sampai 2 tahun hingga akhirnya berani tampil secara resmi sebagai MC.

Alicia di hadapan peserta kelas public speaking 
Foto: dok. RMC

“Sekarang sih, alhamdulillah, sudah berani tampil. Minimal ketika presentasi untuk menyampaikan materi sudah bisa,” tutur Galih.

Tak melulu MC, salah satu murid Academy MC, Silvana Syah, justru ingin belajar public speaking untuk diterapkan pada anak binaannya. Silvana sebelumnya adalah dosen statistik dan matematika. Kini ia membuka bimbingan belajar dan kerap diminta menyampaikan materi di hadapan berbagai macam audiens.

Meski sering berhadapan dengan mahasiswa, Silvana masih merasakan gugup ketika diminta berbicara di hadapan audiens yang lebih tua. Apalagi ketika diminta berbicara secara mendadak dan tanpa persiapan. Beberapa kali Silvana kewalahan menghadapinya.

“Kalau audiens kayak mahasiswa, mudah bagi saya. Kalau di perkuliahan lebih mudah yang formal. Justru yang nonformal, yang santai, saya enggak bisa. Saya justru orang yang kurang confidence berbicara secara mengalir,” kata Silvana.

Ia tahu betul seorang dosen kadang membawakan materi perkuliahan yang membosankan. Itu sebabnya, ia mempraktekkan skill yang didapatkan dari Academy MC. Silvana mengaku kini lebih mudah membawakan materi. Ia menyadari pendekatan terhadap anak tidak melulu dilakukan dengan cara konvensional. Guru maupun dosen juga harus memiliki kemampuan public speaking yang mumpuni.

“Dengan belajar public speaking, penyampaian materi saya jadi lebih menarik dan menyenangkan. Makanya saya juga mulai belajar nge-joke walaupun garing,” ujar Silvana semringah.

Semenjak Agustus 2014, total murid Rumah MC yang lulus dan menjadi MC berjumlah 25 orang. Menyadari banyaknya minat terhadap public speaking, Rumah MC juga menyebarkan ilmu public speaking lewat video tutorial yang dapat diunduh secara gratis.

Rencananya, Rumah MC juga akan membuka kelas online bagi peserta dari luar Jakarta dan akan dimulai akhir tahun ini.

Bersama presenter Andy F. Noya
Foto: dok. RMC


Reporter/Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Iin Yumiyanti
Desainer: Fuad Hasim

Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.

SHARE