METROPOP
YOUTUBER MUDA, TERKENAL, & TAJIR
“YouTube telah membuka semua pintu dan jendela. Gua bisa main film, main di TV, jadi MC. Juga terbang ke luar negeri.”
Foto-foto: Rachman Haryanto/detikcom
Kamis, 1 September 2016Siapa berani mengisengi Presiden Joko Widodo? Tentu banyak yang takut melakukannya. Tapi tidak bagi kakak-adik Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez.
Dua seleb YouTuber yang terkenal lewat akun SkynnyIndonesian24 itu santai saja mencandai Jokowi. Mereka juga tidak segan memotong omongan Jokowi.
Keisengan kakak-adik itu terlihat dalam video How to Become a President. Ceritanya, Andovi dan Jovi diundang tim media sosial untuk bertemu dengan Jokowi di Istana, Jakarta, pada 10 Agustus lalu. Nah, dalam perjalanan menuju Istana, tebersitlah ide untuk mengajak Jokowi muncul di kanal SkynnyIndonesian24. Kebetulan Jovi memang bercita-cita jadi presiden.
Biasanya kan dari buku atau novel diangkat jadi film. Nah, ini dari video YouTube dijadikan film. Kita sudah membuka tren baru ini.”
“Kalau orang tanya saya cita-citanya apa, saya jawab mau jadi presiden. Makanya kita bikin video minta tip langsung dari Presiden. Bukan cuma untuk iseng dapat viewer,” kata Jovi, yang kini berusia 26 tahun.
Video yang diunggah pada 10 Agustus 2016 itu dalam waktu belum sampai sebulan sudah ditonton lebih dari 750 ribu kali.
* * *
Bersama Presiden Joko Widodo di Istana, Jakarta, 10 Agustus lalu.
Video: YouTube
SkinnyIndonesian24 awalnya digawangi oleh Andovi. Video yang pertama kali diunggah pada 2011 berisi cover song Andovi ketika masih SMA di New Delhi, India. Saat itu Andovi justru mendapatkan cemooh dari teman-teman lantaran suaranya yang tidak merdu.
Namun Andovi tidak kapok. Kembali ke Indonesia, ia malah mengajak sang kakak bekerja sama mengelola akun miliknya. Kesuksesan mulai mereka raih saat membuat rekaman bertajuk Modus, yakni video singkat mengenai cara menggaet lawan jenis. Andovi bahkan tidak menyangka, parodi Modus mampu meraih 5.000 viewers.
Tahun lalu, sutradara Fajar Bustomi mengangkat Modus menjadi film layar lebar. Modus menduduki peringkat kedua, setelah film Ada Apa dengan Cinta 2, dengan jumlah penonton mencapai 400 ribu orang.

Jovi (kiri) dan Andovi
“Biasanya kan dari buku atau novel diangkat jadi film. Nah, ini dari video YouTube dijadikan film. Kita sudah membuka tren baru ini,” ujar Jovi, yang pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.
Nama Andovi pun semakin dikenal semenjak bermain di serial Malam Minggu Miko musim kedua di salah satu stasiun televisi swasta. Raditya Dika, yang merupakan penulis buku sekaligus sutradara, awalnya melihat aktivitas Andovi dan Jovi di YouTube. Radit pun mengajak mereka terlibat langsung dalam film yang sedang digarapnya.
Prestasi lain juga diraih Andovi dan Jovi. Belum lama ini, mereka berdua terpilih sebagai satu-satunya YouTuber Indonesia yang diundang program acara televisi internasional, Fun Taiwan Adventures Season 16, di salah satu saluran televisi Discovery Networks Asia-Pacific.
Berkat YouTube, Andovi dan Jovi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bergantung pada orang tua. Cek pertama yang mereka dapatkan dari YouTube sebesar Rp 5 juta.
Jumlahnya terbilang besar apabila dibandingkan dengan penghasilan Jovi saat menjadi guru les fisika untuk siswa internasional. Dengan pekerjaan sambilan selama kuliah, Jovi mengantongi Rp 300 ribu untuk satu kali sesi mengajar.

Seiring dengan berjalannya waktu dan meningkatnya jumlah viewers, pendapatan Andovi dan Jovi pun meningkat. Maka, dua tahun setelah jadi YouTuber, Andovi dan Jovi mantap menjadikan YouTuber sebagai profesi. Dengan bayaran US$ 100 untuk 100 ribu views, mereka yakin YouTuber bisa jadi pekerjaan yang mapan. “Penghasilan dari YouTube bisa sampai ratusan juta per bulan,” kata Jovi.
Andovi merasa YouTube telah membawa banyak keberuntungan bagi dirinya. “YouTube telah membuka semua pintu dan jendela. Gua bisa main film, main di TV, jadi MC, jadi speaker di universitas lain,” kata Andovi, yang berusia 22 tahun.
Karena YouTube pula Andovi bisa keliling Indonesia dan diundang ke luar negeri. “Gua bisa ke Taiwan syuting untuk acara TV internasional. Gua bisa punya duit,” kata Andovi.

Dari hasil nge-YouTube, Andovi membeli mobil. Sedangkan Jovi membeli keperluan fashion dan investasi di beberapa perusahaan.
Reporter/Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Iin Yumiyanti
Desainer: Luthfy Syahban
Rubrik Metropop mengupas kehidupan sosial, seni, dan budaya masyarakat perkotaan.