INVESTIGASI

Berakar di China, Memetik Buah di Indonesia

PT JMC adalah perusahaan penagih utang yang didirikan secara ilegal oleh pemodal asal China. Beberapa penyedia jasa pinjol ilegal bekerja sama dengan perusahaan ini untuk menagih utang secara brutal.

Ilustrasi : Luthfy Syahban

Rabu, 3 November 2021

Siang itu Kepolisian Resor Kotabaru dan Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan melakukan penggerebekan, Senin, 18 Oktober 2021. Kedatangan polisi mengalihkan perhatian karyawan, yang sebelumnya berfokus pada layar komputer. Sebanyak 40 pegawai PT Jasa Muda Collector (JMC) itu ditangkap.

PT JMC adalah sebuah perusahaan penyedia jasa penagihan utang. Perusahaan ini dikomandoi wisatawan asal China, Shaun Murphy alias Gan Wenzhao, berusia 26 tahun. Sebagian besar penyedia jasa pinjaman online (pinjol) di Indonesia bekerja sama dengan perusahaan yang beralamat di Jalan Brigjen H Hasan Basri, Kotabaru, Kalimantan Selatan, ini.

“Dia (Shaun Murphy) mengatur sistem kerja, termasuk bagaimana cara menagih,” kata Kapolda Kalsel Irjen Rikwanto kepada detikX pekan lalu. Shaun menjadi salah satu dari tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi gerebek pegawai pinjol yang tagih utang dari indekos di Cengkareng, Jakbar
Foto: Karin Nur Secha/detikcom


Misalnya, Anda punya anjing, kemudian anjing itu gigit orang, maka Andalah yang bertanggung jawab.”

Dari penggerebekan itu, polisi menyita beberapa barang bukti. Barang bukti tersebut di antaranya dokumen izin perusahaan PT JMC, 1 unit komputer server, 2 unit laptop, 23 unit ponsel karyawan dan pimpinan perusahaan, perjanjian kerja dengan karyawan, slip setor dan bukti transfer gaji karyawan, serta print out tangkapan layar cara PT JMC menagih utang.

Dari hasil penyelidikan, PT JMC terhubung dengan empat perusahaan penyelenggara pinjol ilegal. Polisi menduga perusahaan-perusahaan pinjol ilegal itu memiliki modal yang berasal dari China.

“Memang, betul (dari China). Dia ke Indonesia, kemudian buka pinjol,” ujar Rikwanto. “Pemodalnya di sana (China).”

Dalam prosesnya, polisi juga bekerja sama dengan Kantor Imigrasi Batulicin untuk menelusuri jejak tersangka Shaun. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Batulicin Alim Nurdin mengatakan Shaun datang ke Indonesia dengan menggunakan visa kunjungan. Dia tidak memiliki legalitas untuk bekerja.

Alim menjelaskan Shaun masuk ke Indonesia pada 14 Juni 2021 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dia memiliki izin tinggal sampai 10 November 2021. “Yang bersangkutan berdomisili di Jakarta sesuai pengajuan visanya, kemudian termonitor masuk ke Kotabaru sekitar bulan Agustus,” kata Alim kepada detikX.

Kapolres Kotabaru AKBP Gafur Aditya Siregar menuturkan Shaun mengklaim hanya bertindak sebagai konsultan PT JMC. Namun polisi masih terus mendalami perannya. Yang jelas, PT JMC adalah perusahaan penagih utang yang bekerja sama dengan empat perusahaan pinjol ilegal.

Bareskrim Sita Uang Rp 20,4 Miliar dari Kasus Pinjol
Foto: Reno Esnir/ANTARA Foto

Perusahaan yang baru berjalan dua bulan ini kerap menebar teror ancaman kepada masyarakat yang menjadi kreditur. Ancaman itu dikirimkan melalui SMS dan aplikasi WhatsApp. Shaun Murphy adalah orang yang merancang format pesan tersebut.

Shaun, kata Gafur, berperan dalam mengakses data pribadi orang-orang untuk kemudian diserahkan kepada perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan PT JMC.

“Perusahaan dari mana, hubungannya bagaimana, masih kami telusuri,” kata Gafur kepada detikX. “Alamat perusahaan-perusahaan pinjol itu tidak ada.”

Salah satu dari empat perusahaan pinjol yang terhubung dengan PT JMC adalah PT Lava. Perusahaan ini memiliki dua aplikasi yang dapat diakses melalui Google PlayStore, yaitu Dana Mudah dan Uang Pintar. Perusahaan kedua adalah PT KSP. Aplikasi bernama Jiang Zian, Jari Karya, dan Simtu adalah produk perusahaan ini.

Kemudian yang ketiga adalah PT CC Coin. Perusahaan ini memiliki produk aplikasi bernama Kreditku, Duitku, dan Ayo Pinjam. Lalu yang keempat adalah PT Kasgo dengan produk aplikasi bernama Casgo.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan segala permasalahan di pinjol harus menjadi beban perusahaan. Kalau ada perusahaan pinjol yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk menagih utang dan kemudian menjadi sebuah masalah, itu menjadi tanggung jawab perusahaan.

“Misalnya, Anda punya anjing, kemudian anjing itu gigit orang,” kata Sarjito kepada detikX, Kamis, 28 Oktober 2021, “maka Andalah yang bertanggung jawab.”

Namun saat ini Kapolres Kotabaru AKBP Gafur menjelaskan polisi masih memfokuskan pengungkapan kasus pada orang-orang yang ada di PT JMC. Ke depannya, Polri akan menelusuri empat perusahaan pinjol yang menggunakan jasa PT JMC.

Suasana sebuah kantor pinjol di Kelapa Gading
Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga 

Dalam kasus ini, polisi menerapkan pasal berlapis, di antaranya Pasal 48 ayat (1) dan/atau ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (1) dan/atau ayat (2) UU ITE dan Pasal 185 juncto Pasal 88 A ayat (3) juncto Pasal 88E ayat (2) UU Cipta Kerja dan Pasal 17 UU BPJS Ketenagakerjaan. Pasal-pasal tersebut berisi tentang pemindahan data tanpa hak melalui sistem elektronik, mempekerjakan orang asing, dan menggaji karyawan di bawah standar.

Upaya penindakan praktik ilegal pinjol yang dilakukan kepolisian di berbagai daerah itu dilakukan berdasarkan perintah Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Listyo meminta jajaran di bawahnya bertindak cepat.

"Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi preemtif, preventif, maupun represif," kata Listyo dalam memberikan pengarahan kepada jajaran Polda melalui video conference di Mabes Polri, Selasa, 12 Oktober 2021.

"Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, Listyo dan beberapa pemimpin kementerian serta lembaga pemerintah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk memberi perhatian terhadap masalah pinjol. Arahan tersebut muncul dalam rapat pada Jumat, 15 Oktober 2021. Jokowi juga memberikan arahan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.


Reporter: May Rahmadi, Rani Rahayu
Penulis: May Rahmadi
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE