INVESTIGASI

Siapa Kena Reshuffle

Jokowi masih ditunggu untuk mengumumkan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sederet menteri tersambar isu reshuffle.

Ilustrasi : Luthfy Syahban

Senin, 19 April 2021

Sejak pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan merombak atau me-reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Bahkan isu reshuffle terus bergulir hingga Senin, 19 April 2021, ini meski tak kunjung jelas. Beberapa pihak sudah menerka-nerka siapa menteri yang bakal terdepak dan siapa yang bakal masuk menjadi pembantu Presiden.

“Hari ini kita tunggu sampai besok, sampai Jumat atau Sabtu. Hampir kita katakan bahwa kalau dua menteri itu, Menteri Investasi dan Mendikbud dan Riset Teknologi, itu kan nomenklatur yang berubah,” kata Tenaga Ahli Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Ali Mochtar Ngabalin saat ditanyai detikX terkait reshuffle, Jumat pekan lalu.

Isu reshuffle berawal ketika rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta pembentukan Kementerian Investasi pada Jumat, 9 April 2021. Keputusan paripurna itu jawaban atas Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 tentang Pertimbangan Pengubahan Kementerian. Surat itu awalnya dibahas di Badan Musyawarah (Bamus) DPR pada Kamis, 8 April 2021.

Ali Mochtar Ngabalin
Foto : Lisye/detikcom


Ha-ha-ha…. Itu langsung tanyakan ke beliau-beliau, saya nggak berwenang komentari masalah itu, kecuali apa yang kami dialogkan kemarin. Intinya kabinet agar lebih profesional lagi.”

Keputusan rapat paripurna terkait penggabungan dua kementerian dan pembentukan satu kementerian baru itu disampaikan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rapatnya, Badan Musyawarah DPR telah membahas dan menyepakati sejumlah hal. Pertama, penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud, sehingga menjadi Kemendikbud dan Ristek. Kedua pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan.

“Apakah hasil keputusan rapat Bamus pengganti rapat konsultasi terhadap pertimbangan penggabungan dan pembentukan kementerian dapat disetujui?” tanya Dasco kepada 288 anggota Dewan yang mengikuti rapat paripurna itu. Rapat itu dihadiri 232 anggota Dewan secara virtual dan 56 anggota Dewan hadir secara fisik. “Setuju,” jawab anggota Dewan.

Keputusan DPR atas penggabungan dua kementerian dan pembentukan kementerian baru memunculkan berbagai spekulasi tentang siapa yang layak menempati posisi kedua menteri baru itu. Salah satunya muncul nama Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti, yang disebutkan bakal menjadi Mendikbud dan Ristek menggantikan Nadiem Makarim. Begitu juga Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia dan anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Muhammad Rapsel Ali, yang juga menantu Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, bakal menempati posisi Menteri Investasi.

Abdul Mu’ti tidak mau berkomentar jauh mengenai spekulasi dirinya bakal menduduki jabatan Mendikbud dan Ristek. “Menteri itu hak prerogatif Presiden. Saya tidak mau berandai-andai,” ungkapnya Rabu, 14 April 2021. Bukan kali ini saja Abdul Mu’ti masuk daftar nama masuk sebagai kandidat menteri. Sebelumnya, Abdul Mu’ti sempat akan menjadi Wakil Mendikbud ketika Jokowi menyusun Kabinet Indonesia Maju pada 2019. Namun ia menolak jabatan orang kedua di Kemendikbud tersebut.

Abdul Mu'ti
Foto : Akrom Hazami/detikcom

Kembali mencuatnya nama Abdul Mu’ti sebagai menteri tak membuat Pimpinan Pusat Muhammadiyah buru-buru menyambut baik. PP Muhammadiyah masih berhati-hati menanggapi isu tersebut. PP Muhammadiyah belum mengambil keputusan dan instruksi karena soal reshuffle juga masih dalam tataran isu. “Waduh, kalau itu harus hati-hati,” kata Ketua PP Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman pekan lalu.

Muhammad Rapsel Ali pun enggan mengomentari namanya masuk pusaran isu reshuffle kali ini. Rapsel merupakan menantu Wakil Presiden Ma'ruf Amin. “Wah, saya nggak mau masuk ke persoalan itu, karena kan saya tidak boleh melampaui Presiden,” jawabnya seraya tertawa ketika dihubungi detikX, Jumat, 16 April 2021. Hanya, Rapsel Ali mengaku sempat dipanggil menghadap Presiden Jokowi pada Rabu, 14 April 2021.

Dalam pertemuannya dengan Jokowi, Rapsel mengaku hanya membahas seputar masalah wawasan kebangsaan untuk memajukan Indonesia. Jadi tak membicarakan masalah reshuffle.. “Ha-ha-ha…. Itu langsung tanyakan ke beliau-beliau, saya nggak berwenang komentari masalah itu, kecuali apa yang kami dialogkan kemarin. Intinya kabinet agar lebih profesional lagi.”

Di samping Rapsel, belakangan muncul juga nama pengusaha muda dari Nahdlatul Ulama, Witjaksono, sebagai kandidat Menteri Investasi. Dia juga sudah beberapa kali dipanggil oleh Jokowi ke Istana Negara. Latar belakangnya sebagai pengusaha multinasional membuatnya paham mengenai investasi. Namun Witjaksono mengatakan, dalam pembicaraan empat mata dengan Jokowi, masalah ekonomi menjadi menu utama pembahasan, bukan soal jabatan menteri.

Rapsel Ali saat berfoto di depan ruang tunggu tamu presiden di Istana, Kamis 15 April
Foto: Instagram @rapselali

Isu reshuffle kali ini menjadi isu liar yang menyentuh menteri lainnya yang bakal kena reshuffle. Di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Kemaritiman Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah. Keempat menteri ini disebutkan oleh ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira berkinerja tak optimal.

Sri Mulyani dianggap kinerjanya takmemuaskan, yakni membengkaknya utang negara dan defisit APBN, yang berpotensimenghambat pemulihan ekonomi. Ida Fauziyah dianggap terlalu berpihak padapelaku usaha, khususnya sektor padat karya, ketimbang para pekerja yangkesulitan di tengah pandemi COVID-19. Erick Thohir dianggap belum mampumenyehatkan sejumlah perusahaan BUMN. Sedangkan Luhut Panjaitan dinilai kerapmemberikan sentimen positif yang berlebihan.

“Misalnya Tesla mau ke Indonesia, ternyata Tesla-nya ke India. Jadi lebih banyak ke narasi-narasi yang bombastis, meskipun realitasnya kecil. Termasuk juga ekonomi akan tumbuh 7 persen pada kuartal II. Jadi yang seharusnya bukan bidangnya, tapi diambil alih,” kata Bhima, Rabu, 14 April.

Ngabalin mengaku tak tahu bakal ada reshuffle terhadap menteri lainnya, kecuali dua menteri yang terkait penggabungan Kemendikbud dan Kemenristek dan pembentukan Kementerian Investasi. Ia juga membantah kabar isu Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko akan digeser menjadi Menteri Pertanian menggantikan Syahrul Yasin Limpo.

“Ah, tadi saya baru ketemu sama Pak Moeldoko, belum ada info. Saya ada cerita banyak dengan beliau. Tapi kalau dilihat kinerja Pak Syahrul, barangkali tidak (di-reshuffle). Kinerja Pak Syahrul luar biasa itu,” ucap mantan anggota DPR tersebut.

Luhut Panjaitan
Foto : Muhammad Ridho/detikcom

Kapan Presiden Jokowi akan mengumumkan perombakan kabinet? Ngabalin hanya mengatakan butuh waktu dalam menyiapkan pos kementerian baru. Yaitu menunggu perubahan nomenklatur dan pembentukan kementerian baru yang membutuhkan penataan kelembagaan. Kemendikbud dan Riset sebenarnya bukanlah kementerian baru, berbeda dengan Kementerian Investasi, yang baru akan dibentuk.

“Istilahnya yang paling tepat harus dijadwalkan, mencari jadwal yang tepat, harus ada jadwal Presiden dengan padatnya beliau. Kedua, konsekuensi dari penggabungan itu butuh waktu untuk penataan kelembagaan. Kelembagaan pendidikan dan kebudayaan riset teknologi dan kelembagaan yang disebut kementerian investasi, itu saja sebenarnya,” pungkas Ngabalin.


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama
Redaktur: M Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE