INVESTIGASI

Lobi-lobi untuk
Menteri Sandi

Sandi diusulkan Gerindra menjadi Menteri Pariwisata setelah beberapa kandidat Gerindra lainnya menolak kursi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditinggalkan Edhy Prabowo.

Ilustrasi: Luthfy Syahban

Senin, 28 Desember 2020

Sebuah pesan WhatsApp masuk ke telepon seluler Sandiaga Uno, Jumat dua pekan lalu. Isinya sangat singkat, “Bismillah, Mas”. Pesan itu datang dari Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Sandiaga tak merasa ada hal yang lebih spesial dibanding pesan simpati dari Pratikno untuk kesembuhannya. Sebab, Sandiaga saat itu tengah menjalani isolasi mandiri karena tertular COVID-19 setelah sang istri, Nur Asia Uno, dinyatakan positif virus Corona. “Bismillah, Pak,” balas Sandi.

Pesan-pesan serupa kemudian datang dari pejabat-pejabat di Kabinet Indonesia Maju. Sebut saja Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, yang juga sahabat lamanya. Lalu Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan juga menghubunginya. Tidak lupa, kolega sesama Partai Gerindra juga mengontaknya via telepon. Nada-nadanya memang bersimpati terhadap Sandi, tapi juga sedikit menggoda Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut. “’Papa Online’ harus segera sehat. Supaya bila ada tugas dari negara bisa langsung berlari kencang,” begitu pesan Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, yang juga Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

‘Papa Online’ adalah sebutan yang disematkan pada Sandi sejak sebelum perhelatan Pemilihan Presiden 2019. Sandi, yang menjadi calon wakil presiden berpasangan dengan Prabowo Subianto, kalah dari Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Sandi disebut sosok muda yang sangat aktif mengunggah aktivitasnya di media sosial. Ia selalu berkeliling ke berbagai tempat di Indonesia. Senyumnya selalu mengembang ketika bertemu dengan orang-orang. Selain itu, menurut netizen, Sandi adalah sosok yang punya aura melindungi.

Presiden Jokowi mengumumkan Sandiaga Uno menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).
Foto : Muchlis - Biro Setpres


Bahwa kita semua harus bersatu padu.”

Sandi mengatakan maksud pesan-pesan itu semakin terang ketika Senin, 21 Desember 2020, datang lagi pesan dari Pratikno. Pratikno mengabarkan dia mungkin menjadi salah satu orang yang akan diundang ke Istana Negara. Keperluannya terkait perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju. Sandi menjadi salah satu kandidat yang bakal ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi menteri baru.

Benar saja, pada Selasa sore, Sandi diumumkan oleh Jokowi sebagai menteri. Ia menggantikan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Bersama Sandi, Jokowi mengangkat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi Menteri Sosial, Dubes Indonesia untuk Amerika Serikat Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, serta Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama. “Selasa pagi saya mendapat kabar dari Istana, hadir pukul 15.00 WIB, tanpa memberikan informasi lain, hanya mengenakan baju putih. Jadi itu cerita sedikit pengalaman saya,” kata Sandi.

Isu reshuffle kabinet sebetulnya telah menghangat pada Agustus lalu ketika penanganan wabah Corona di Indonesia kurang membuat Jokowi puas. Kemudian isu reshuffle kabinet kembali mendapat momentum ketika dua menteri di Kabinet Indonesia Maju dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi. Menteri Kelautan dan Perikanan asal Gerindra, Edhy Prabowo, ditangkap KPK dalam kasus suap ekspor benih lobster pada 25 November 2020. Sepuluh hari berselang, 5 Desember 2020, Menteri Sosial asal PDI Perjuangan, Juliari Batubara, juga ditangkap KPK karena kasus korupsi bantuan sosial terkait COVID-19.

Sejak saat itu, menurut informasi yang diperoleh detikX, Jokowi dan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo kerap menjalin pembicaraan tentang pergantian menteri di Istana Negara, terutama untuk mengisi kursi Kementerian Kelautan dan Perikanan yang ditinggalkan Edhy Prabowo. Jokowi tetap memberikan jatah kursi KKP kepada Gerindra. Istana mengusulkan beberapa nama kepada Gerindra, di antaranya Dasco dan Ahmad Muzani, yang menjabat Ketua Fraksi Gerindra di DPR.

Prabowo Subianto
Foto : ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA

Namun rupanya kedua nama itu menolak karena merasa lebih nyaman menjadi wakil rakyat. Setelah keduanya menolak, muncul nama Wakil Ketua Harian Gerindra merangkap Wakil Ketua Umum, Sugiono, dalam bursa Menteri Kelautan dari Gerindra. Sugiono adalah pemuda didikan Prabowo dan merupakan orang kepercayaannya. Sugiono, yang kini menjadi anggota Komisi I DPR (Komisi Pertahanan), disekolahkan Prabowo ke beberapa kampus ternama di luar negeri. Namun Sugiono juga menolak menduduki jabatan Menteri Kelautan dan lebih memilih menjadi anggota DPR. Dikonfirmasi mengenai hal ini, Dasco membantahnya. "Kalau itu 100% nggak bener. Ha-ha-ha. Saya malah baru mendengarnya," kata Dasco.

Di lain pihak, Gerindra tidak rela apabila kursi di kabinet berkurang satu. Karena itu, masih dari informasi yang diperoleh detikX, Gerindra mengajukan Sandi sebagai menteri. Namun Sandi tidak cocok untuk jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan. Sandi kemudian diposisikan untuk duduk sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), jabatan yang diemban Wishnutama. Kursi KKP kemudian diserahkan kepada Sakti Wahyu Trenggono. Kebetulan Sakti bukanlah orang baru dalam bisnis lobster. Ia adalah Komisaris PT Agro Industri Nasional, perusahaan milik Yayasan Pendidikan dan Perumahan Kementerian Pertahanan. Agro Industri adalah salah satu perusahaan yang memperoleh izin ekspor benur Kementerian Kelautan semasa Edhy Prabowo.

Lobi kepada Sandi untuk menjadi menteri di kabinet Jokowi bukanlah yang pertama kali. Namun kali ini ia tak kuasa menolaknya. Alasan yang mendasarinya adalah wabah COVID-19 yang hingga kini belum bisa hilang dari Indonesia dan dunia. Sandi ingin memberikan kontribusi agar Indonesia bisa segera lepas dari pandemi COVID-19. Karena itu, selama dua minggu ia bertafakur, bertadabur, berkontemplasi, dan melakukan refleksi untuk jabatan menteri tersebut. “Bahwa kita semua harus bersatu padu,” kata Sandi setelah dilantik, Selasa pekan lalu.

Prabowo pun berpesan, ketika berbicara untuk kepentingan negara, Sandi diminta tidak membawa perasaan pribadi. Ketika negara telah memanggil, ruang-ruang perasaan pribadi itu harus disingkirkan. Pada Pilpres 2019, Prabowo-Sandi menginginkan kemenangan, tapi itu belum bisa dicapai. Namun keinginan negara adalah seluruh elemen bangkit bersama-sama. “Itu pesan kepada Bang Sandi dan kader Gerindra secara keseluruhan,” ucap juru bicara Sandi, Kawendra, Rabu pekan lalu.

Menurut Kawendra, nama Sandi sebetulnya juga sempat santer disebut-sebut bakal menjadi pengganti Edhy. Namun Sandi mengatakan tidak akan menduduki posisi yang bukan menjadi kompetensinya. Sebaliknya, bila dimintai kontribusi terkait bidang yang sesuai dengan kompetensinya, Sandi akan dengan senang hati menerimanya. Nah, kata Kawendra, selama dua tahun ke belakang ini, Sandi adalah orang yang rajin mengkampanyekan industri kreatif.

Edhy Prabowo
Foto : Farih Maulana/detikcom

Sandi, seperti kata Kawendra, adalah Ketua Penggerak Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf), sedangkan dia menjadi ketua umumnya saat ini. Dalam dua tahun ke belakang, Gekraf terus melakukan kegiatan-kegiatan untuk mendorong ekonomi kreatif bermanfaat bagi para pelakunya. Kepengurusan Gekraf sudah ada di 13 provinsi. Pada masa pandemi COVID-19, ketika sektor wisata begitu terpuruk, Sandi mengelilingi tempat-tempat wisata di Tanah Air untuk membantu para pelaku ekonomi bangkit dari keterpurukan.

“Satu-dua bulan ini, begitu sektor wisata semakin terpuruk, dan Bang Sandi, karena dengan ‘influence’ yang dia miliki, banyak teman pemilik lokasi wisata mengundang. Ya untuk membantu endorse, biar banyak yang… ramai lagi ke sini, datang. Bang Sandi kan orangnya happy banget kalau untuk bantu-bantu begitu,” kata Kawendra. Apakah itu juga yang dilirik Jokowi dari seorang Sandi? “Behind the scene-nya hanya Pak Jokowi yang tahu,” ujar Kawendra.

Sandi mengatakan penunjukannya sebagai Menparekraf baru diketahuinya ketika menghadap Jokowi-Ma’ruf di Istana Negara. Amanat dan tugas-tugas yang harus diembannya juga baru dijelaskan oleh Jokowi pada saat mengumumkan para menteri baru. Sandi antara lain diberi waktu satu tahun untuk menyiapkan lima destinasi wisata superprioritas di Indonesia. Pembangunan destinasi superprioritas tersebut bukan hanya dari segi infrastruktur, tapi juga hal-hal yang mendetail lainnya. Selain itu, Jokowi meminta agar beberapa event yang tertunda karena COVID-19 dijalankan. “Kalender mingguan tetap harus ada. Bulanan untuk skala medium-regional. Dan yang wow, oh my God, yang world class, every year (kelas dunia setiap tahun),” ujar Sandi.

Reshuffle Kabinet
Video : 20detik


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama
Penulis: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE