INVESTIGASI

Corona di Tangsi Militer

Terjadi lonjakan jumlah orang terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pada masa new normal. Yang mengejutkan, penambahan jumlah itu justru datang dari dua klaster tangsi militer, yaitu 1.381 kasus.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 13 Juli 2020

Suasana sepi terlihat di depan gerbang menuju Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI Angkatan Darat (AD), Jalan Hegarmanah Nomor 152, Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 10 Juli 2020, sore. Gerbang utama terlihat ditutup, sementara pintu samping dibuka dengan penjagaan ketat sejumlah prajurit TNI AD. Tak terlihat aktivitas di dalam Secapa. Tapi masih ada beberapa warga yang terlihat berolahraga dan tampak kendaraan yang melintas di jalan di depan sekolah calon perwira itu.

Gerbang bagian belakang Secapa TNI AD di Jalan Kapten Abdul Hamid juga ditutup rapat dengan penjagaan ketat. Sekolah calon perwira itu tengah diisolasi setelah siswa dan pelatihnya dinyatakan terpapar COVID-19. Tercatat ada 1.280 kasus positif COVID-19. Mereka terdiri atas 991 perwira siswa dan 289 orang staf atau anggota perwira AD dan keluarganya. Dari jumlah itu, 17 orang di antaranya tengah dirawat di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi. Sisanya, 1.263 orang, diisolasi mandiri di Markas Komando Secapa AD.

Warga RW 06 Panorama, permukiman penduduk yang terdekat dengan kompleks sekolah TNI AD itu, langsung melakukan penyemprotan disinfektan, khususnya di sepanjang Jalan Kapten Abdul Hamid atau jalan permukiman menuju pintu gerbang belakang sekolah itu. Sepuluh orang dari pengurus RW, Karang Taruna, dan tim Satgas COVID-19 Tubagus Ismail menggunakan alat perlindungan diri (APD) melakukan penyemprotan. Sampai saat ini, baru ada 28 orang warga sekitar Secapa AD yang mau menjalani rapid test.

Suasana di gerbang belakang Secapa TNI AD, Kota Bandung
Foto: Wisma Putra/detikcom


"Ini bermula dari pasien yang dirawat di Dustira. Jadi ada siswa yang dirawat di Dustira kemudian dilakukan swab pertamanya negatif, swab kedua positif."

“Jumlah pasien yang positif COVID-19 di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat total 1.280. Dari 1.280 itu, 991 adalah perwira siswa, sedangkan sisanya ada 289 adalah staf atau anggota perwira Angkatan Darat beserta keluarganya. Terhitung ada enam anggota keluarga di antara 289,” ungkap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa setelah mengunjungi Secapa AD di Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu, 11 Juli 2020.

Andika menjelaskan kronologi kenapa sampai ada 1.280 orang di Secapa AD Bandung terpapar COVID-19. Pertama kali dia menerima laporan dari Komandan Secapa AD Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono sekitar dua pekan lalu, Sabtu, 27 Juni 2020, bahwa ada dua prajurit perwira siswa yang berobat ke RS Dustira, Kota Cimahi. Satu prajurit mengeluh karena bisul dan demam karena infeksi. Satu lagi karena keluhan di bagian tulang belakang. Kedua prajurit ini lalu menjalani tes swab dan hasilnya dinyatakan positif COVID-19.

Hari itu juga Mabes AD langsung mengirimkan 1.400 alat rapid test dari Jakarta ke Secapa AD. Setelah dilakukan rapid test, ternyata ada 187 anggota yang reaktif, selanjutnya langsung dikirimkan alat virus transfer media (VTM) untuk tes swab dan tes polymerase chain reaction (PCR) di laboratorium. Hasilnya, didapatkan sekitar 1.280 orang yang positif COVID-19.

Andika juga menjelaskan, pada awalnya ada 30 orang yang dirawat di RS Dustira. Tapi semuanya rata-rata masuk kategori sakit ringan, tidak ada yang masuk kategori berat. Karena itu, jumlah total yang dirawat hanya 17 orang. Bahkan per Sabtu, 11 Juli 2020, satu orang yang dirawat ini sudah dinyatakan negatif, tapi masih perlu dirawat karena penyakit bawaan, yaitu masalah TBC paru-paru.

Andika dalam kunjungannya ke Mako Secapa AD pun hanya bisa berkomunikasi dengan prajuritnya dari jarak jauh dengan mengunakan pengeras suara. Ia bicara dengan perwakilan tiga prajurit TNI AD di tengah lapangan. Ia dikabari bahwa prajuritnya yang tengah menjali isolasi mandiri di sekolah itu dalam kondisi baik-baik. Andika juga mengabarkan kepada prajuritnya itu, dari hasil tes swab kedua, sudah ada 14 orang yang dinyatakan negatif COVID-19. Sisanya, 296 orang tengah menunggu hasil pemeriksaan laboratorium PCR.

Namun, belum beres penanganan COVID-19 di Secapa AD, Jumat, 10 Juli 2020, ada 101 prajurit TNI AD yang berada di Pusat Pendidikan Polisi Militer Komando Pendidikan dan Latihan Angkatan Darat (Pusdikpom-Kodiklat AD) di Jalan Baru, Baros, Kota Cimahi, juga terjangkit COVID-19. Bila ditotal, jumlah dari dua klaster markas tentara itu ada 1.381 kasus positif COVID-19 baru.

KSAD Jenderal Andika Perkasa saat memberikan keterangan tentang penularan COVID-19 di Secapa TNI AD di Markas Kodam III/Siliwangi, Sabtu 11 Juli 2020 
Foto: Wisma Putra/detikcom

Dinas Kesehatan Kota Cimahi sampai saat ini masih melakukan kajian epidemiologi untuk mencari tahu asal-usul penularan COVID-19 di klaster Pusdikpom Kodiklat AD itu. Namun, dugaan awal, penularan virus bermula dari siswa yang tengah dirawat di RS Dustira. Prajurit itu sudah menjalani tes swab kedua kali hingga terkonfirmasi positif. "Ini bermula dari pasien yang dirawat di Dustira. Jadi ada siswa yang dirawat di Dustira, kemudian dilakukan swab pertamanya negatif, swab kedua positif," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini saat dihubungi, Sabtu, 11 Juli 2020.

Setelah itu dilakukan pelacakan terhadap kontak erat yang berada di lingkungan Pusdikpom. Ada 200 orang yang kemudian dilakukan swab pada tahap pertama. Hasilnya, 99 orang terkonfirmasi positif. Dinkes Kota Cimahi sampai saat ini masih menunggu hasil swab terhadap 63 orang yang sempat berkontak erat dengan personel yang sudah terkonfirmasi positif. Ke-63 orang tersebut merupakan hasil tracing terbaru.

Menurut Chanifah, ke-63 orang tersebut menjalani pemeriksaan swab dan akan dilihat hasilnya di laboratorium khusus TNI AD serta RS Dustira tidak ke Labkesda Jabar. Dinkes pun melakukan tracing kepada semua kontak yang paling deket dengan pasien pertama. Hanya, belum bisa diketahui kapan, dari mana, dan siapa orang yang pertama kali menularkan COVID-19 kepada personel Pusdikpom itu. “Masih belum diketahui karena itu agak sulit membaca penyebabnya. Yang jelas, kita melihat, kalau ini kan penularan setelah mereka beraktivitas dan interaksi di dalam asrama dalam jangka waktu lama,” terang Chanifah.

Melihat kondisi itu, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meminta agar seluruh praurit TNI dilakukan tes swab. Permintaannya itu disampaikan ketika melihat kemunculan klaster baru COVID-19 di Secapa AD. “Pak Prabowo meminta ada tes swab massal kepada seluruh prajurit TNI agar semua selalu siap sedia menjalankan tugas. Apalagi saat ini TNI menjadi salah satu ujung tombak penanganan COVID-19 di lapangan,” kata juru bicara Menhan, Dahnil Anzar, Jumat, 10 Juli 2020.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bandung akan memberlakukan pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di daerah sekitar Kelurahan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung. Rencana itu telah disampaikan kepada Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung. “Pengaturan keluar-masuk lebih diketatkan lagi supaya lebih terkontrol, karena khawatir, kalau tidak terkontrol, bakal repot,” ungkap Wali Kota Bandung Oded M Danial kepada wartawan di Bandung, Sabtu, 11 Juli 2020.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto
Foto: dok. TNI AD

Dari catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, sampai 11 Juli 2020 ada 1.671 kasus baru positif Corona, sehingga secara nasional totalnya ada 74.018 kasus. Dari jumlah itu, 3.535 pasien meninggal dunia, 34.719 pasien sembuh, dan 35.764 orang dalam perawatan. Data Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat tercatat ada 5.027 terkonfirmasi positif Corona. 2.974 orang di antaranya positif aktif, 1.867 orang sembuh, dan 186 orang meninggal dunia. Data Pusat Informasi COVID-19 Kota Bandung mencatat ada 5.163 orang dalam pemantauan (ODP), 1.277 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 410 orang positif.

Senin, 13 Juli 2020, Dispenad AD meng-update data penderita Corona di Secapa AD. Sesuai protokol, telah dilakukan swab kedua kepada sebagian dari 1.280 personel positif COVID-19 yang tujuh hari sebelumnya dilakukan swab pertama. Hasil lab PCR dari swab kedua sampai Senin, 13 Juli, pagi, terdapat ada 98 pasien yang dinyatakan negatif. Jadi total pasien positif COVID-19 di Secapa AD pagi ini tinggal 1.182 orang. Sedangkan 101 pasien positif di Pusdik Pom belum dilakukan swab kedua karena baru bisa dilakukan satu minggu setelah swab pertama.


Reporter: Wisma Putra, Whisnu Pradana (Bandung)
Editor: M. Rizal Maslan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE