INVESTIGASI

Getir Janji Mahathir

Mahathir Mohamad mundur dari kursi Perdana Menteri Malaysia sekaligus partainya, Bersatu. Tapi langkah Anwar Ibrahim ke kursi perdana menteri menemui jalan terjal.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Kamis, 27 Februari 2020

Pengadilan Tinggi Malaysia di Kuala Lumpur menjadi awal bersatunya dua mantan seteru Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim. Hari itu, Senin, 5 September 2016, Anwar, yang masih menjalani hukuman 5 tahun penjara dalam kasus sodomi, memenuhi undangan pengadilan terkait gugatannya atas Undang-Undang Dewan Keamanan Nasional Malaysia (NSC) buatan pemerintah Najib Razak.

Tidak disangka, Mahathir juga datang ke pengadilan. Jabat tangan dan perbincangan hangat di antara kedua tokoh yang pernah menjadi pimpinan tertinggi di Malaysia itu terjadi. Itulah pertemuan keduanya setelah 18 tahun tidak saling menyapa. “Pertemuan pertama setelah 18 tahun 2 hari... sejak 3 September 1998,” Wan Azizah, istri Anwar, melukiskan pertemuan Mahathir dengan Anwar, itu.

Mahathir dan Anwar adalah bekas duet Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Malaysia. Anwar bahkan digadang-gadang menjadi perdana menteri pengganti Mahathir. Namun, pada 1998, Anwar dipaksa lengser dari jabatannya setelah kerap mengkritik korupsi dan kronisme yang menggerogoti pemerintahan. Sikap Anwar membuahkan perselisihan tajam dengan Mahathir. Hubungan keduanya pun renggang.

Tak hanya dilengserkan dari kursi wakil perdana menteri, Anwar juga dituding melakukan korupsi dan sodomi. Pengadilan menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara terhadap Anwar. Hingga kini Anwar tak pernah mengakui dua tuduhan tersebut. Istri dan anak Anwar, Nurul Izzah, pun terus berjuang untuk membersihkan nama Anwar dan mengembalikan kehormatan keluarga mereka.

Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad berjabat tangan
Foto: Vincent Thian/AP Photo


Tidak, saya tidak berpikir beliau (terlibat). Namanya digunakan oleh orang dalam dan luar parti, dan beliau menyatakan sekali lagi sebelum ini, beliau tak ada peranan."

Adalah kasus korupsi di perusahaan pemerintah, 1Malaysia Development Berhard (1MDB), yang membuat Mahathir dan Anwar saling mendekat. Kasus korupsi yang menyeret Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, juga istrinya, Rosmah Mansor, memanas menjelang pemilihan umum di Malaysia pada 2018. Mahathir dan Anwar tahu mereka tak bisa mengalahkan Najib, yang didukung Koalisi Barisan Nasional, jika bertarung sendiri-sendiri.

Koalisi pun terjalin antara Parti Keadilan Rakyat (PKR), partai yang dibentuk oleh Anwar dan ia menjadi presidennya, dan Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu), yang didirikan Mahathir bersama Muhyiddin Yasin, Wakil Perdana Menteri Malaysia yang dipecat oleh Najib. Bersama partai lainnya, yaitu Parti Tindakan Demokratik serta Parti Amanah, mereka membentuk Koalisi Pakatan Harapan. Mahathir menjadi chairman, sedangkan Wan Azizah menjadi presiden koalisi.

Karena Anwar masih berada di dalam penjara, Mahathir adalah satu-satunya tokoh koalisi yang potensial maju menjadi perdana menteri dan Wan Azizah calon wakil perdana menteri. Wan Azizah dan keluarganya tak keberatan, namun ada syarat yang diajukan. Jika Pakatan menang, Mahathir harus mengajukan permohonan pengampunan Anwar kepada raja Malaysia. Lalu Mahathir akan menyerahkan jabatan kepada Anwar setelah dua tahun berkuasa. Para pihak dalam koalisi itu pun sepakat.

Sehari menjelang Pemilu pada 9 Mei 2019, Mahathir mengungkapkan secara terbuka kepada publik bahwa dirinya hanya akan berkuasa selama dua tahun apabila terpilih menjadi perdana menteri. Ia menyadari usianya sudah hampir menyentuh 100 tahun. "Saya tidak bisa bertahan sangat lama. Paling tidak, saya bisa bertahan selama dua tahun," ucap Mahathir dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jepang, The Mainichi.

Pakatan Harapan sukses memenangi Pemilu Malaysia pada 9 Mei 2018. Mahathir kembali menduduki kursi perdana menteri yang telah ditinggalkannya selama 10 tahun dan Wan Azizah menjadi wakil perdana menteri. Hanya berselang satu minggu, Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V memberikan pengampunan penuh kepada Anwar. Anwar pun bebas dari penjara Sungai Buloh Prison.

Menjelang dua tahun pemerintahan Mahathir, Anwar mengungkapkan bekas mentor politiknya itu berencana mundur setelah penyelenggaraan konferensi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Malaysia, November mendatang. Hal itu juga dipertegas oleh Mahathir setelah rapat Dewan Presiden Pakatan Harapan di Kantor Yayasan Kepemimpinan Perdana milik Mahathir, Jumat, 21 Februari 2020. Namun, janji peralihan kekuasaan tersebut justru menghadapi jalan terjal.

Anwar Ibrahim
Foto: Ari Saputra/detikcom

Malaysia diguncang rumor pembentukan koalisi baru yang dimotori oposisi Parti Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO) dan Parti Islam Malaysia (PAS) untuk menghambat Anwar dan mempertahankan Mahathir. Sebagian elite PKR dan Bersatu terlibat dalam konspirasi tersebut. Pada Minggu, 23 Februari, Muhyiddin Yasin bersama Wakil Ketua PKR Azmin Ali dan Zuraida menggelar pertemuan dengan UMNO dan PAS di sebuah hotel di Kuala Lumpur. Bersatu lalu menyatakan keluar dari Koalisi Pakatan Harapan, sementara Azmin-Zuraida berhasil menarik 9 anggota PKR dari parlemen.

Sehari setelah terciumnya pertemuan tersebut, Senin, 24 Februari 2020, siang, Mahathir membuat keputusan mengejutkan. Mahathir melayangkan surat pengunduran diri kepada Raja, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta'in Billah. Tidak hanya itu, Mahathir juga mengundurkan diri dari Bersatu. Pengunduran diri itu diterima oleh Yang di-Pertuan Agong pada malam harinya. Dengan diterimanya pengunduran diri itu, jabatan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah pun selesai. Mahathir kemudian dilantik menjadi Perdana Menteri interim menunggu dipilihnya perdana menteri baru.

Dengan keluarnya Bersatu, Koalisi Pakatan Harapan pun tumbang. Sebab, koalisi itu telah kehilangan kekuatan mayoritas di Dewan Rakyat, parlemen Malaysia Diketahui bahwa koalisi itu menempati 139 kursi dari total 222 kursi parlemen Malaysia. Jumlah itu terdiri atas 50 kursi milik PKR, 42 kursi milik DAP, dan 26 kursi milik Bersatu. Koalisi Pakatan Harapan juga didukung oleh Parti Warisan Sabah, yang memiliki 9 kursi, dan Parti Organisasi Progresif Bersatu Kinabalu (Upko) yang memiliki 1 kursi.

Sesuai dengan Pasal 43 ayat 2a Konstitusi Federal Malaysia, Raja berwenang menunjuk perdana menteri dari anggota Dewan Rakyat, yang menurut penilaiannya mampu untuk memimpin kepercayaan mayoritas. Yang di-Pertuan Agong pun telah memanggil 222 anggota parlemen untuk wawancara singkat. Jika tidak ada dukungan mayoritas, Raja bisa saja membubarkan parlemen dan membuka jalan bagi pemilu raya di Malaysia.

Meski kekuatannya berkurang, Koalisi Pakatan Harapan tetap memutuskan mengajukan calon perdana menteri baru dalam pertemuan Selasa, 25 Februari. Anwar mengatakan Dewan Presiden Pakatan Harapan telah mengundang Mahathir untuk memimpin pertemuan yang ditujukan untuk mengembalikan pemerintahan, namun Mahathir menolak. Karena Mahathir menolak hadir, Pakatan Harapan memutuskan Anwar sebagai calon perdana menteri kedelapan Malaysia.

Analis politik Universitas Teknologi Malaysia Azmi Hassan mengungkapkan, dengan tumbangnya koalisi Pakatan Harapan, Mahathir tidak terikat lagi dengan janji untuk menyerahkan jabatan kepada Anwar. Sebaliknya pula, Mahathir mempunyai peluang untuk menduduki kembali kursi perdana menteri tanpa diusung oleh koalisi sebelumnya, Pakatan Harapan. Ia mengatakan Mahathir sudah mendapat dukungan dari Bersatu dan para 'pembangkang' di PKR. Bersatu pun telah menolak pengunduran diri Mahathir.

Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah Ibni Sultan Ahmad Shah Al-Musta'in Billah
Foto : MOHD RASFAN/AFP

Namun, kata Azmi, pemilihan perdana menteri yang baru bakal diliputi ketidakpastian.  Sebab, saat ini muncul tiga kutub koalisi: Pakatan Harapan, Barisan Nasional, serta Bersatu dan mantan politikus PKR. Ketiga kutub koalisi tersebut sama-sama tidak mempunyai cukup dukungan untuk membentuk pemerintahan baru. “Pada saat ini rakyat begitu resah dalam keadaan politik yang tidak menentu dan harapannya Yang di-Pertuan Agong dapat membuat keputusan siapa yang ada sokongan terbanyak untuk jadi perdana menteri untuk redakan keadaan,” kata Azmi saat dihubungi detikX, Rabu, 26 Februari.

Namun Azmin dan barisan oposisi terus menjalin komunikasi dengan Mahathir. Pada Selasa, 25 Februari, Azmi mendatangi Kantor Perdana Menteri Malaysia di Putra Jaya setelah tak berapa lama sebelumnya Wakil Ketua UMNO Hishammuddin Hussein meninggalkan kantor Mahathir. Ada juga Ketua UMNO saat ini, Ahmad Zahid Hamidi, yang menjabat Wakil PM Malaysia pada era Najib Razak. Ahmad Zahid tiba di kantor PM Malaysia jauh sebelum Azmin datang. Apakah benar Mahathir bakal menerima koalisi baru yang dimotori UMNO, bekas partainya?

Sejauh ini, Anwar tidak mau berburuk sangka terhadap Mahathir. Sebelum pengunduran diri Mahathir pun, dia menemui bekas mentornya itu pada pagi hari. Anwar bilang telah mencoba membujuk Mahathir agar tetap di pihak koalisi dan mengatasi pengkhianatan yang dilakukan elite PKR dan Bersatu bersama-sama. Namun Mahathir, yang kecewa karena dikaitkan dengan rezim lama, punya pendirian berbeda. Anwar juga berpandangan bahwa Mahathir tidak terlibat dalam gerakan menjatuhkan Koalisi Pakatan Harapan.

“Tidak, saya tidak berpikir beliau (terlibat). Namanya digunakan oleh orang dalam dan luar parti (partai) dan beliau menyatakan sekali lagi sebelum ini, beliau tak ada peranan,” kata Anwar. “Beliau sangat jelas (pendiriannya). Tidak mungkin beliau kerja sama dengan sesiapa yang ada kaitannya dengan rezim lalu,” tambah Anwar seperti dikutip Malaysiakini.


Reporter: Syailendra Hafiz Wiratama
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

[Widget:Baca Juga]
SHARE