INVESTIGASI

‘Jodoh’ Gibran di Pura Mangkunegaran?

“Kalau memang kersaningpun Ingkang Murbeng Dumadi, akan terjadi seperti semestinya.”

Ilustrasi : Edi Wahyono

Kamis, 31 Oktober 2019

Hingga kini, pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai kandidat wali kota pada Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2020 belum jelas. Pasalnya, pengurus pusat dan daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) belum satu kata dalam penunjukan nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu. Sementara ini, Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kota Solo telah memutuskan nama Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa sebagai calon wali kota dan wakil wali kota tunggal di pilwalkot nanti.

Namun, di tengah masa menunggu keputusan apakah DPP PDI Perjuangan akan merekomendasikan Gibran maju atau tidak, DPC Partai Gerindra Kota Solo mengusulkan Paundrakarna, cucu proklamator RI Sukarno sebagai pendamping Gibran. Putra pasangan KGPAA Mangkunegara IX dan Sukmawati Soekarnoputri yang bernama lengkap Gusti Pangeran Haryo Paundrakarna Sukmaputra Jiwo Suryonegaro itu dianggap cocok mendampingi Gibran sebagai calon wakil wali kota.

“Awalnya begini. Kami ingin mencoba… kan Mas Gibran masih single. Selama ini kan belum ada pendampingnya kalau ingin maju. Kami mencoba sandingkan dengan Mas Paundra, cucu Bung Karno,” kata Ketua DPC Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno kepada detikX, Rabu, 30 Oktober 2019.

Paundra, pria kelahiran Jakarta, 19 April 1979, memang sempat terjun di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Solo periode 2009-2014 dari Fraksi PDI Perjuangan. Tapi, baru setahun, Paundra mundur karena sering mendapat surat peringatan pada 2010. Ia ketahuan sering bolos dan tak pernah hadir dalam sidang paripurna dan rapat komisi. Sejak itu, Paundra tak aktif lagi dalam kegiatan partai dan lebih banyak menggeluti kesenian dan kebudayaan.

GIbran Rakabuming Raka
Foto: Ari Saputra/detikcom

“Dia tidak hadir sekian kali di sidang paripurna, tidak aktif dalam pembahasan-pembahasan. Kami kirim surat ke DPP, saat itu Pak Taufiq Kiemas (almarhum). Kalau seperti itu, mending di-PAW (pergantian antarwaktu), karena membawa nama baik partai,” ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo ketika dimintai tanggapan alasan Paundra mundur sebagai anggota DPRD di Balai Kota Surakarta, Kamis, 31 Oktober.

Putra Raja Mangkunegara ini memang dikenal memiliki darah seniman. Selepas lulus dari SMA Negeri 1 Surakarta pada 1994, Paundrakarna sempat masuk kuliah Jurusan Desain Grafis Universitas Trisakti, Jakarta, pada 1994-1995. Lalu ia melanjutkan kuliah di Jurusan Broadcast Akademi Komunikasi Indonesia (Akindo) Yogyakarta dan lulus pada 2000.

Lulus kuliah, Paundra langsung terjun ke dunia hiburan. Ia antara lain pernah membintangi sinetron Saraswati dan Gita Cinta dari SMA serta sempat merilis album perdana Sebuah Awal  pada 2004. Kini ia memiliki sanggar tari dan koreografi. “Mas Gibran pebisnis, Mas Paundra budayawan, jadi dua-duanya kalau disandingkan jadi bagus. Mas Paundra juga bisa melestarikan nilai-nilai budaya-kultur budaya di Kota Solo. Itu keinginan saya,” ucap Ardianto.

Hanya, usulan tersebut belum dibicarakan langsung dengan Paundra. Selama satu pekan ini, dirinya sendiri masih sibuk berkegiatan di DPRD Kota Solo dan masa reses pada Sabtu dan Minggu. Rencananya, Gerindra akan menemui Paundra di Puro Mangkunegaran pekan depan. Setelah itu, DPC baru akan meminta restu kepada DPD dan DPP Partai Gerindra. “Ini kan baru pemikiran saya. Saya kan nanti butuh face to face dengan beliau (Paundra). Ini baru kulo nuwun (permisi). Biarpun belum bicara ke arah itu. Adat ketimurannya, kalau lewat handphone, kan ngga enak. Nanti, setelah ketemu, saya sowan ke Mangkunegaran bertemu beliau,” jelas Ardianto.

Paundrakarna dan ibunya, Sukmawati Soekarnoputri
Foto: dok. Instagram

Ardianto yakin, bila Paundra bersedia disandingkan dengan Gibran, langkah selanjutnya untuk berkomunikasi dengan PDI Perjuangan bakal lebih mudah. PDI Perjuangan tentu akan senang, apalagi Gibran telah menjadi kader PDI Perjuangan, dan Paundra cucu Bung Karno. Kesulitannya tentu dari Gibran sendiri apakah bersedia disandingkan dengan Paundra. Hal itu baru akan dilakukan lobi-lobi lanjutan agar hasilnya final.

“Kami belum berani ke sana untuk menghadap beliau (Gibran), karena kalau kita sudah membawa jago, kita sudah siap, baru kita akan menghadap, ‘Ini lo, Mas, saya punya jagoannya seperti ini dan ini.' Begitu,” imbuh Ardianto.

Ardianto yakin pasangan Gibran dan Paundra akan mulus dan mendapat banyak dukungan walau DPC PDIP Solo telah mempunyai Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai calon yang diusung. Sementara itu, partai politik lainnya di Solo belum bergerak dan mengusulkan nama-nama bakal calonnya yang akan dijagokan di Pilwalkot 2020. “Tapi anginnya, kalau menurut analisis saya, ke Mas Gibran begitu, kira-kira seperti itu,” pungkasnya.

DPP Gerindra menyatakan, sesuai dengan aturannya, DPC memang berhak mengusulkan nama bakal calon di pilkada, termasuk usulan dari Ketua DPC Gerindra Kota Solo. Tentunya usulan tersebut nantinya akan diputuskan langsung oleh Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra Prabowo Subianto. “Kami yakin Pak Prabowo akan membuat keputusan yang tepat, yakni calon yang paling bisa menyejahterakan rakyat Solo,” kata Ketua DPP Gerindra Habiburokhman, Selasa, 29 Oktober.

Ketua DPC Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Paundra sendiri masih enggan menanggapi adanya usulan dari DPC Partai Gerindra itu. Ia merasa bersyukur ada pihak yang memikirkan dirinya. Tentunya langkah politik DPC Gerindra Kota Surakarta sudah diperhitungkan dengan matang, termasuk dalam melihat latar belakang aktivitasnya yang telah dilakukan selama ini. “Aku selalu percaya dengan jalan Tuhan, campur tangan Tuhan dan para leluhur. Kalau memang kersaningpun (kehendak) Ingkang Murbeng Dumadi (Tuhan), akan terjadi seperti semestinya,” kata Paundra, Rabu, 30 Oktober.

Begitu juga dengan Gibran, yang mengaku baru mendengar adanya usulan dari DPC Partai Gerindra Solo tersebut. “Belum, belum, baru dengar saja,” katanya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya di acara Traditional Dessert Festival di Sunan Hotel Solo, Selasa, 29 Oktober lalu. Gibran juga belum mau menyebutkan siapa nama tokoh yang layak bersanding dengannya untuk maju pada Pilwalkot Surakarta 2020. “Nanti saja, wong waktunya kan masih panjang,” elaknya.

Gibran memang menunjukkan keseriusan untuk mencalonkan diri sebagai Wali Kota Solo. Ia telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah pimpinan partai politik saat pelantikan para menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Presiden, Jakarta, pekan lalu. Malah Gibran menemui secara langsung Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 24 Oktober. Banyak kalangan meyakini Gibran memiliki peluang besar mengantongi surat rekomendasi dari Megawati.


Reporter M. Rizal, Bayu Ardi Isnanto (Solo)
Penulis: M. Rizal
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

[Widget:Baca Juga]
SHARE