INVESTIGASI

Mencari Multivitamin buat Ahok

“Cak Imin khawatir, kalau PKB nanti mendukung Ahok, itu bakal jadi bumerang, karena partai berbasis Islam mendukung Anies.”

Ilustrasi: Edi Wahyono

Senin, 27 Februari 2017

Lebih dari satu jam Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto bertemu dengan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKB, Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 20 Februari 2017, itu sejatinya dirahasiakan.

Namun pertemuan tersebut bocor sehingga sejumlah awak media mendatangi Gedung Hijau, sebutan bagi markas partai berbasis kaum nahdliyin tersebut.

“Pertemuan itu maunya dirahasiakan. Tapi beberapa teman di sini (PKB) ada yang tidak sepakat. Apalagi urusan pilkada DKI sangat sensitif bagi kader dan konstituen PKB,” sebut sumber detikX di kalangan internal partai tersebut.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, didampingi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto  menjawab pertanyaan wartawan sebelum meninggalkan kediaman Megawati di kawasan Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2).
Foto: Hafidz Mubarak A./Antara Foto


Kita butuh PKB untuk gabung dukung Ahok. PKB ini seperti multivitamin. Saya yakin, kalau PKB tidak dukung, Ahok pasti kalah."

Sumber yang dekat dengan Cak Imin, panggilan Muhaimin Iskandar, itu juga menyebutkan PKB saat ini dalam kondisi dilematis. Setelah gagal mengantarkan jagoannya, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, melangkah ke putaran kedua pilkada DKI Jakarta, massa PKB di tingkat bawah condong mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno ketimbang pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

“Cak Imin khawatir, kalau PKB nanti mendukung Ahok, itu bakal jadi bumerang karena partai berbasis Islam mendukung Anies,” begitu kata politikus PKB tersebut.

Ganjalan lain, Ahok dianggap bersikap kurang sopan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin, yang juga Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, dalam persidangan kasus penistaan agama yang digelar di auditorium Kementerian Pertanian, Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa, 31 Januari lalu.

Penolakan terhadap Ahok secara terang-terangan dilontarkan beberapa dewan pimpinan cabang PKB di wilayah Jakarta. “DPC PKB Jakarta Pusat sudah siap dengan keputusan bulat untuk memilih Anies-Sandi. Ini hasil rembuk para ulama dan tokoh warga serta masyarakat,” ujar Ketua DPC PKB Jakarta Pusat Fadli.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bertemu dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan melakukan pertemuan secara tertutup.
Foto: dok. Istimewa

Sebelumnya, DPC PKB Jakarta Utara dan Jakarta Barat juga menyatakan mendukung Anies-Sandi pada putaran kedua pilgub DKI.

Sikap anak buahnya yang kebanyakan menolak Ahok itu membuat Cak Imin gamang. Sebab, di sisi lain, PKB terikat dengan koalisi pemerintahan Joko Widodo, yang dimotori PDI Perjuangan, yang kini menjadi pendukung utama Ahok-Djarot.

Karena ikatan itu pulalah Hasto berupaya mengingatkan, dan berharap, PKB mau diajak seiring-sejalan pada putaran kedua pilkada DKI dengan mendukung Ahok-Djarot.

Sumber detikX yang ikut dalam pertemuan Hasto dengan Cak Imin tersebut mengatakan Hasto berharap PKB mau mengalihkan dukungan ke Ahok.

“Hasto bilang, ‘Kita butuh PKB untuk gabung dukung Ahok. PKB ini seperti multivitamin. Saya yakin, kalau PKB tidak dukung, Ahok pasti kalah,’” begitu kata sumber itu menirukan ucapan Hasto.

Namun saat itu Cak Imin belum menjawab ajakan Hasto tersebut. Alasannya, PKB berada dalam posisi dilematis dan akan meminta masukan lebih dulu kepada para ulama.

Sistem Informasi Perhitungan Suara Pilkada DKI
Foto: dok. detikcom

Saat dimintai konfirmasi seusai pertemuan dengan Cak Imin, Hasto tidak menampik kedatangannya terkait dengan putaran kedua pilkada DKI Jakarta.

"Pembahasan tidak hanya terkait dengan pilkada 2017, tapi juga bagaimana pada tahun 2018. Pertemuan ini bukan hanya dilakukan terkait pilkada DKI, tetapi kami juga berbicara aspek-aspek strategis nasional ke depan," ujar Hasto.

Namun Hasto pun belum memastikan dukungan PKB pada putaran kedua pilkada DKI nanti. Dia menyerahkannya kepada kalangan internal PKB.

Cak Imin sendiri mengungkapkan kegalauannya itu ketika membuka Musyawarah Wilayah III DPW PKB Palu, Sulawesi Tengah, pertengahan Februari lalu. Ia mengaku masih pusing menentukan pilihan, apakah ke kubu Anies-Sandi atau Ahok-Djarot.

“Pilkada DKI ini bikin pusing kita. Pilih Anies belum tentu cocok, pilih Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) apalagi, belum tentu cocok. Sedangkan suara konstituen macam-macam. Tidak mudah," kata Cak Imin.

Selain dengan PKB, Hasto mengungkapkan akan menjalin komunikasi dengan Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Amanat Nasional, yang juga berada di barisan partai pendukung pemerintah.

Namun sepertinya PPP juga belum bisa menentukan sikap. Persoalannya, konstituen dan pengurus partai belum satu suara. Sebut saja sikap tokoh PPP Djan Faridz, yang sejak putaran pertama mendukung Ahok. Sedangkan Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau Romy malah mendukung Agus-Silvy.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berbincang dengan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, saat konferensi pers di Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2).
Foto: Hafidz Mubarak A./Antara Foto

Gugurnya calon yang diusung tidak lantas membuat kader PPP berbalik arah mendukung Ahok. Nina Lubena, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Fraksi PPP, secara terang-terangan ikut deklarasi dukungan terhadap pasangan Anies-Sandi pada Rabu, 22 Februari, di posko pemenangan pasangan tersebut, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat.

“Ya, haruslah kita mendukung gubernur muslim. Yang harus kita pilih yang satu akidah,” ujar Nina kepada detikX.

Dikatakan Nina, dukungan terhadap Anies sudah mendapat restu dari Ketua DPW PPP DKI Lulung Lunggana. Nina juga mengklaim semua DPC di Jakarta mendukung Anies-Sandi.

Namun pernyataan sikap Nina itu dibantah Lulung.

“DPW PPP DKI belum menyatakan sikap. Nah, Bu Nina Lubena itu bukan mewakili kita (DPW PPP). Cuma, memang dia orang kita, begitu,” ujar Lulung kepada detikX secara terpisah.

Menurut Lulung, dukungan PPP bisa saja diberikan kepada Ahok, apalagi kecenderungan DPP PPP Djan Faridz dan Romy saat ini sudah mengarah ke Ahok. Tapi PPP baru akan mengambil keputusan setelah menggelar musyawarah wilayah terlebih dahulu.

“Kemarin tingkat ranting yang dukung Anies itu gerbong kosong. Makanya namanya lintas cabang,” kata Lulung.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Fraksi PPP, Nina Lubena
Foto: dok. detikcom

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PPP DKI Lulung Lunggana
Foto: dok. detikcom

Lulung mengaku saat ini sudah bertemu dengan dua kubu yang akan bersaing pada putaran kedua. Namun pertemuan tersebut baru sebatas penjajakan.

Lain hal dengan PAN. Beberapa saat pasca pencoblosan, partai ini menyiratkan akan balik badan ke kubu Anies-Sandi. Johan Musyawa, anggota DPRD DKI Fraksi PAN, kepada detikX mengatakan kader-kader PAN di akar rumput sangat ingin mendukung Anies-Sandi.

“DPP PAN sudah ada sinyal ke sana (dukung Anies), meski baru statement pribadi para petinggi partai,” ujarnya.

Johan, yang mengaku sejak awal menjagokan Anies, berharap DPP PAN benar-benar membaca aspirasi kadernya, sehingga tidak beralih ke pasangan Ahok-Djarot.


Reporter: Ibad Durohman, Gresnia Arela F.
Penulis: Deden Gunawan
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE