INVESTIGASI

Horor di Pulomas

Enam korban perampokan di Pulomas mati dalam penyekapan. Mereka kehabisan oksigen setelah ditinggalkan di dalam kamar mandi sempit lebih dari 12 jam.

Ilustrasi: Edi Wahyono

Sabtu, 31 Desember 2016

Keringat dingin mengucur di dahi Haryanto. Seorang perempuan tak henti-hentinya meracau di sisi kursi tempatnya mengemudi. Kondisinya berantakan karena habis disekap perampok. Tiga korban lain duduk di bangku belakang, kondisi mereka kritis.

Haryanto tidak dapat menyembunyikan kepanikan di belakang kemudi. Tangannya berusaha terus mengendalikan setir mobil kantor tempatnya bekerja.

“Nah, korban yang duduk samping saya itu banyak ngomong (meracau), seperti curhat jadinya. Dia bilang, ‘Orangnya bawa pistol dan golok, semua telepon genggam direbut.’ Itu omongnya diulang,” ungkapnya ketika ditemui detikX pada Kamis, 29 Desember 2016.

Haryanto adalah seorang sopir yang bekerja di perusahaan kosmetik yang berkantor di sebelah rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara Nomor 7A Kelurahan Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. Ia terpaksa mengangkut korban selamat karena ambulans yang menangani korban perampokan hanya satu dan tak muat jika mengangkut seluruh korban perampokan itu.

Rumah korban pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur.
Foto: dok detikcom

image for mobile / touch device
image 1 for background / image background



image for mobile / touch device
image 1 for background / image background




Ilustrasi Komik: Edi Wahyono

Ilustrasi denah kamar mandi tempat korban disekap
Foto: Luthfy Syahban

Perampokan Pulomas bisa dikatakan sebagai horor pada pengujung 2016. Empat perampok menyatroni rumah Dodi pada Senin, 26 Desember lalu. Mereka memasuki rumah itu setelah melihat pintu teras terbuka.

Empat perampok itu adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga, dan Pius Pane alias Ridwan Sitorus.

Mereka menggunakan mobil Honda Mobilio berwarna putih untuk mengamati kawasan itu. Atasan Haryanto, Daniel, mengaku menghafal gerak-gerik perampok itu, yang terekam kamera CCTV kantornya.

“Jadi saya juga sempat lihat. CCTV rumah saya kan bareng sama polisi itu. Pas kami cek, hari itu mobil tersangka keliling empat kali di depan rumah Pak Dodi,” ujarnya.

Hasil penyelidikan kepolisian, komplotan perampok ini menunggu kesempatan hingga pintu gerbang terbuka. Kebetulan saat itu pintu gerbang rumah Dodi terbuka karena sopir Dodi, Yanto, menurunkan kursi untuk dibawa pulang.

Seorang kerabat korban pembunuhan keluar dari rumah lokasi pembunuhan di Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (27/12).
Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto

Rekaman kamera CCTV yang ditampilkan Polda Metro Jaya menunjukkan Ramlan memanfaatkan pagar terbuka ini untuk menghampiri Yanto, menodong dengan pistol, dan menggiringnya ke dalam rumah. Erwin dan Pius menyusul masuk rumah, sedangkan Alfins menjadi sopir sekaligus menjaga mobil.

Kehadiran perampok ini membuat 10 orang yang berada di dalam rumah gempar. Mereka dikumpulkan di ruang tengah, yakni Zanette Kalila, 13 tahun, Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), Windy (23), Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel, dan Tarso. Mereka pun menjadi sandera para perampok.

Data kepolisian menunjukkan kekejaman perampok yang menyeret Diona dari kamarnya di lantai 2 untuk bergabung dengan sandera lain.

Komplotan perampok menanyakan kepada salah satu pembantu rumah tangga letak kamar tuannya. Rekaman hanya menunjukkan perampok berjalan menuju kamar dan sandera dipaksa masuk ke toilet di bawah tangga. Seluruh korban lantas digiring ke kamar mandi berukuran 1,5 X 1,5 meter tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan memperlihatkan foto barang-barang korban perampokan Pulomas saat memberi keterangan pers di Rumah Sakit Polri ,Kramat Jati, Jakarta, Rabu (28/12).
Foto: Fakhri Hermansyah/Antara Foto

Penyekapan di kamar mandi inilah yang mengakibatkan nyawa korban melayang. Hasil olah forensik kepolisian, luka-luka akibat siksaan perampok tidak fatal. Namun kondisi kamar mandi tanpa ventilasi ini mencekik para korban hingga kehabisan oksigen.

Mereka dikurung di dalam kamar mandi itu selama berjam-jam. Perampokan terjadi pada Senin sore, sedangkan sandera baru bisa dibebaskan pada siang keesokan harinya.

Perampok lenyap dari rumah itu dengan membawa dua tas berisi perhiasan dan uang pecahan dolar Amerika Serikat senilai sekitar Rp 60 juta.

“Kemarin sebagian (sudah disita) jam Rolex, dolar AS yang kalau dirupiahkan senilai Rp 60 juta. Sudah dibagi,” ucap Kepala Polda Metro Jaya Irjen M. Iriawan ketika jumpa pers pada Kamis, 29 Desember lalu.

Penyekapan itu terbongkar ketika teman Diona, Sheila, bertandang keesokan harinya. Ia masuk ke rumah karena pintu tak terkunci. Namun ia mulai menaruh curiga saat mendengar suara rintihan dari balik kamar mandi.

Karena takut, ia pun menghubungi tetangga dan petugas keamanan. Pintu kamar mandi pun dijebol.

Peti jenazah korban perampokan dan penyekapan yang berujung maut di rumah Dodi Triono, Jalan Pulomas Utara, Pulogadung, Jakarta Timur
Foto: dok detikcom

Pemandangan mengerikan terlihat dari dalam. Sebelas korban tumpang tindih karena kecilnya ruangan. Lima korban yang ditemukan sudah dalam kondisi meninggal, dan satu korban lagi meninggal dalam perawatan.

Korban meninggal tersebut Dodi Triono, Diona Arika, Dianita Gemma, Amalia Calista, Yanto, dan Tarso. Sedangkan korban selamat adalah Emi, Zanette Kalila Azaria, Santi, Fitriani, dan Windy.

Tetangga Dodi, Daniel, menyebutkan keran air dalam kondisi terbuka dan lantai kamar mandi basah ketika pintu dijebol. Kemungkinannya, para korban mencoba bertahan hidup dengan mengalirkan air. Namun, karena tebalnya pintu dan tembok, air tak dapat mengurangi pengapnya udara hingga merenggut nyawa mereka.

Haryanto sendiri mengaku tak ikut mendobrak pintu. Ia hanya membantu mengeluarkan korban dan mempersiapkan mobil perusahaannya untuk mengantar ke rumah sakit.

Mobil ambulans yang datang ke rumah itu hanya satu. Mobil yang dikendarainya dipakai untuk mengantar korban yang selamat.


Reporter: Ibad Durohman, Gresnia Arela Febriani, Aryo Bhawono
Penulis: M. Rizal
Editor: Aryo Bhawono
Desainer: Luthfy Syahban

Rubrik Investigasi mengupas isu panas terbaru yang mendapat perhatian besar publik secara mendalam. Isu ini mencakup politik, hukum, kriminal, dan lingkungan.

SHARE