INTERMESO

Warga Jakarta Menyambut Jalur Baru LRT

Jalur baru dari Manggarai hingga Kelapa Gading perlahan mulai masuk ke dalam rutinitas perjalanan warga

Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

Minggu, 20 September 2026

Pintu kereta terbuka di Stasiun Manggarai, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Beberapa penumpang segera bergerak keluar, sementara yang lain berdiri menunggu giliran masuk. Di dekat pintu masuk stasiun, bunyi mesin tap terdengar bersahut-sahutan dengan langkah kaki penumpang yang datang dan pergi.

Jumat, 18 September 2026, dua hari setelah layanan LRT Jakarta dengan rute Manggarai-Kelapa Gading mulai melayani masyarakat, suasana di Stasiun LRT Manggarai terbilang ramai. Ada penumpang yang tampak sudah memahami arah perjalanan, tetapi ada pula yang masih harus mengikuti petunjuk dan arahan petugas. Beberapa petugas berjaga di sejumlah titik untuk membantu penumpang yang hendak naik maupun keluar dari stasiun.

Salah satu penumpang, Iwan, mahasiswa BSI ini termasuk salah satu penumpang yang mencoba langsung perjalanan tersebut. Kampusnya berada di kawasan Rawamangun, sementara jalur LRT yang baru diperpanjang dari Velodrome menuju Manggarai melewati kawasan tersebut.

Experience saya tentang tujuan Manggarai dan Kelapa Gading ini menurut saya bagus banget. Apalagi saya seorang mahasiswa yang kampusnya itu berada di daerah Rawamangun dan kebetulan banget rute ini melewati daerah Rawamangun yaitu pemberhentian Velodrome,” ujar laki-laki berusia 22 tahun itu saat ditemui detikX.

Menurut Iwan, LRT yang baru beroperasi tersebut menawarkan perjalanan yang nyaman. Namun, ia juga menemukan sejumlah kekurangan, terutama terkait akses menuju stasiun.

“Saya merasa akses dari Manggarai ke Kelapa Gading itu masih sulit karna JPO-nya itu belum disambung. Jadinya dari parkiran motor sampai dengan stasiun LRTnya itu sangat jauh,” ungkapnya.

Sebuah papan petunjuk mengarahkan perjalanan menuju Kelapa Gading
Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

Masalah lain yang ia temui adalah ketika penumpang melakukan tap in dan tap out. Menurut Iwan, kendala pada kartu sejumlah penumpang dapat memperlambat proses keluar-masuk stasiun.

“Ada antrian panjang di pintu masuk LRT, jadi ketika ingin tap in dan tap out, ada beberapa orang yang bermasalah dengan kartunya yang memperlambat proses masuk dan keluar di pintu LRT,” katanya.

Iwan kemudian mencoba perjalanan langsung dari Manggarai menuju Kelapa Gading. Ia memperkirakan perjalanan tersebut berlangsung sekitar 30 menit dan menilai waktu tempuh itu membantu ketika hendak menuju kampus.

“Saya dari Manggarai coba langsung ke Kelapa Gading jaraknya itu sekitar 30 menit-an dan itu bagus banget buat mempersingkat waktu saya saat sedang ingin menuju ke kampus,” ujarnya. “Tiap rute itu 5 menit sampai 7 menit waktu tempuhnya, nggak lama-lama dan tiap pemberhentiannya berhenti sebentar langsung jalan lagi.”

Bukan hanya mahasiswa yang memanfaatkan jalur tersebut. Bagi pekerja yang setiap hari bergerak menuju pusat Jakarta, LRT juga menawarkan pilihan perjalanan baru. Salah satu gambaran pengguna datang dari Bondan Prakoso Wijaya, 33 tahun, pekerja yang tinggal di Rawamangun. Setiap hari ia harus bergerak menuju kawasan pusat Jakarta untuk bekerja. Dengan adanya stasiun di sekitar Rawamangun dan jalur yang tersambung hingga Manggarai, LRT menjadi salah satu pilihan untuk perjalanan rutinnya.

“Kalau dari Rawamangun ke Manggarai menurut saya cukup membantu ya, apalagi buat yang setiap hari kerja ke arah pusat kota. Jadi nggak perlu terlalu lama di jalan dan waktunya juga sudah jelas,” katanya.

Bagi pekerja yang setiap hari menghitung waktu keberangkatan dan kedatangan, kepastian waktu perjalanan menjadi salah satu pertimbangan. Perjalanan darat di Jakarta dapat berubah mengikuti kepadatan lalu lintas, sementara perjalanan dengan LRT lebih mudah diperkirakan karena kereta bergerak di jalurnya sendiri.

LRT menjadi salah satu pilihan transportasi publik bagi warga Jakarta untuk beraktivitas

Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

Penumpang berada di dalam LRT Jakarta yang melayani rute Kelapa Gading Manggarai.

Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

Aktivitas penumpang di salah satu stasiun LRT Jakarta jalur Kelapa Gading–Manggarai.

Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

Kehadiran jalur hingga Manggarai juga memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi warga di sekitar Rawamangun. Namun, manfaat tersebut tetap bergantung pada kemudahan akses menuju dan dari stasiun. Seorang penumpang dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat di dalam kereta, tetapi tetap membutuhkan akses yang praktis dari rumah menuju stasiun dan dari stasiun menuju tempat kerja.

“Kalau akses dari rumah ke stasiunnya gampang, menurut saya LRT ini bisa jadi pilihan buat perjalanan sehari-hari. Tapi kalau harus muter atau pindah kendaraan terlalu banyak, manfaat cepatnya di dalam kereta bisa jadi berkurang,” ungkapnya.

Jalur LRT Jakarta menuju Manggarai memang tidak dibangun dalam sehari. Sebelumnya, LRT Jakarta hanya melayani rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang sekitar 5 kilometer sejak 2019. Perpanjangan dari Velodrome menuju Manggarai menambah jalur sepanjang 6,4 kilometer dan menghadirkan lima stasiun, yakni Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Dengan tambahan tersebut, panjang keseluruhan jalur Kelapa Gading hingga Manggarai mencapai 12,2 kilometer. Pembangunan jalur dari Velodrome ke Manggarai dilakukan oleh PT Waskita Karya, sementara LRT Jakarta dioperasikan oleh PT Jakarta Propertindo.

Stasiun Manggarai juga ditempatkan sebagai bagian penting dari jaringan transportasi karena terhubung dengan KRL Commuter Line, TransJakarta, dan kereta bandara menuju Bandara Soekarno-Hatta. Posisi itu membuat LRT tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang menghubungkan Kelapa Gading dengan Manggarai, tetapi juga membuka kemungkinan perpindahan menuju moda transportasi lain.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan LRT Jakarta dibangun sepenuhnya oleh Jakpro sebagai BUMD dengan pendanaan penuh dari APBD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Nilai investasinya mencapai Rp12,1 triliun.

Kereta LRT Jakarta melaju di jalur layang di tengah aktivitas warga ibu kota
Foto : Kalingga Shagufta Islam (magang)

“LRT dari Kelapa Gading sampai dengan Manggarai ini panjangnya 12,2 km, investasinya Rp 12,1 triliun dalam satu trainset 270 penumpang,” jelasnya.

Dengan investasi tersebut, kapasitas dan target pengguna menjadi bagian penting dari keberlanjutan layanan. Pemerintah menargetkan LRT dapat mengangkut sekitar 80 ribu penumpang setiap hari. Artinya, jumlah pengguna pada masa percobaan bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari upaya membuat warga terbiasa menggunakan moda tersebut.

“Bapak Presiden kalau ini sudah dijalankan maka hariannya kurang lebih 80 ribu penumpang setiap harinya,” jelas Pramono.

Untuk memperkenalkan layanan tersebut, pemerintah memberikan tarif khusus selama masa sosialisasi. Selama delapan hari pertama, warga dapat menggunakan LRT dengan tarif Rp8.

“Selama 8 hari kami menyampaikan bagi warga Jakarta yang akan menggunakan selama 8 hari tarifnya Rp 8 perak. Saya yakin sosialisasi selama 8 hari ini masyarakat akan merasakan kenyamanan menggunakan LRT Jakarta ini,” jelasnya.

Tarif tersebut membuat pengalaman mencoba menjadi lebih ringan. Orang yang sebelumnya belum pernah menggunakan LRT memiliki kesempatan untuk masuk, tap in, duduk atau berdiri di dalam kereta, berpindah stasiun, lalu melihat sendiri bagaimana perjalanan dari satu kawasan ke kawasan lain berlangsung.


Reporter/Penulis: Kalingga Shagufta Islam (magang)/Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE