INTERMESO

Jurus Sapta Kriya Sukses Ubah Badung

Gebrakan Atasi Macet, Air Bersih Kini Terang-Rakyat Makin Nyaman

"Kami selaku Bupati sudah membuat program di tahun 2026, bahkan ini akan segera dilakukan tender pembangunan jalan baru untuk kawasan Kuta Utara".

Foto-foto : dok. Prokopim Badung

Jumat, 20 Februari 2026

Satu tahun sudah duet I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta menakhodai Kabupaten Badung sejak resmi menjabat pada 20 Februari 2025. Dengan visi "Mewujudkan Pariwisata Badung yang Berkualitas Berlandaskan Nilai-Nilai Sat Kerthi Loka Bali", Pemkab Badung meluncurkan program unggulan "Sapta Kriya Adi Cipta" untuk membenahi masalah fundamental di "Gumi Keris".

"Dalam kaitannya mengimplementasikan pariwisata Badung yang berkualitas, kami akan fokus pada pembangunan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata, termasuk penanganan masalah kemacetan, masalah sampah, air bersih, hingga peningkatan infrastruktur," jelas Adi Arnawa saat diwawancarai detikBali di Badung.

Jurus Urai Macet: Rekayasa Lalu Lintas hingga Jalan Baru Rp 2,8 T
Pemkab Badung melakukan langkah cepat mengatasi kemacetan di titik-titik krusial pariwisata, salah satunya melalui Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) satu arah di wilayah Kerobokan Kelod. Hasilnya, waktu tempuh rata-rata yang semula 19,8 menit terpangkas drastis menjadi 4,93 menit dengan kecepatan rata-rata kendaraan naik menjadi 39,9 km/jam.

"Di samping kami sedang mendorong program pembangunan infrastruktur jalan, ini yang kami lakukan dalam upaya minimal untuk bisa mengurai kemacetan, khususnya di depan Lapas Kerobokan yang setiap hari macet. Jadi, ini langkah jangka pendek sambil kita siapkan jalan baru," kata politikus PDIP itu kepada detikBali.

Tak hanya rekayasa lalin, Pemkab Badung tengah mengebut pembangunan empat trase jalan baru di Kuta Utara yang didanai pinjaman PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 2,8 triliun. Meliputi Trase Jalan Pecatu-Melasti hingga Banjar Semer-Kedampang, proyek ini ditargetkan rampung pada akhir 2026 sebagai solusi permanen kenyamanan wisatawan.

"Kami selaku Bupati sudah membuat program di tahun 2026, bahkan ini akan segera dilakukan tender pembangunan jalan baru untuk kawasan Kuta Utara. Kami akan segera mengerjakan pengerjaan fisik dari Berawa hingga tembus ke Jalan Teuku Umar Barat agar aksesibilitas makin lancar," terang Adi Arnawa saat ditemui di Puspem Badung.

Sementara itu, proyek strategis Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga terus merangkak maju dengan progres pembebasan lahan yang didukung penuh oleh masyarakat pemilik lahan. Targetnya, pengadaan lahan tuntas pada April 2026 untuk mendukung pengerjaan fisik yang direncanakan berlangsung hingga tahun 2027.

"Sekarang kami sedang persiapan tender fisik, sembari mengebut pembebasan lahan untuk tiga trase sisa di Kuta Selatan seperti jalur Pantai Balangan sampai Jimbaran Hijau. Kami ingin memastikan mobilitas di wilayah selatan tidak lagi terkendala kepadatan kendaraan yang parah," ungkap pihak Dinas PUPR Badung dalam keterangannya.

Perang Melawan Sampah: Optimalisasi TPS3R dan Normalisasi Irigasi
Dalam penanganan sampah, Bupati Adi Arnawa mendorong kemandirian desa melalui optimalisasi TPS3R seperti yang telah berjalan di Desa Pecatu, Tanjung Benoa (TPS Panca Lestari), dan Kedonganan. Strategi ini dibarengi dengan pembersihan sungai dan saluran irigasi secara berkala untuk mencegah pendangkalan dan banjir di wilayah rawan.

Lalin di kabupaten Badung


Penanganan Banjir


Penanganan Banjir


Penghargaan


Penghargaan


"Kita buka ruang seluas-luasnya bagi vendor teknologi sampah untuk berkolaborasi dengan perangkat desa dan lurah demi menemukan solusi pengolahan yang paling efektif. Selain sampah rumah tangga, tim Dinas PUPR juga rutin angkut sedimen dan lumpur di drainase agar fungsi irigasi tetap terjaga saat musim hujan," tutur Adi Arnawa menjelaskan strategi lingkungannya.

Tak hanya di daratan, kebersihan pesisir pantai yang menjadi magnet wisata juga diperhatikan melalui pembersihan intensif bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Lokasi seperti Pantai Kelan, Jimbaran, hingga Petitenget menjadi fokus utama pembersihan sampah laut yang sering kali menumpuk akibat faktor cuaca.

"Kegiatan ini langkah nyata kami menangani sampah laut yang mengganggu keindahan pantai, jadi armada pengangkut disiagakan setiap hari di titik-titik pariwisata itu. Kami libatkan banyak personel agar sampah yang terkumpul bisa langsung diangkut dan tidak menumpuk lama di bibir pantai," tambahnya lagi.

Dahaga Air Bersih Badung Selatan Terjawab Lewat Pipa Bawah Laut
Krisis air bersih yang menahun di wilayah Badung Selatan mulai menemui titik terang melalui proyek groundbreaking jaringan pipa bawah laut dari IPA Estuary menuju Nusa Dua pada September 2025. Kerjasama business to business (B to B) antara Perumda Tirta Mangutama dengan PT Pipa Ticini ini meningkatkan distribusi air dari 420 liter per detik menjadi 490 liter per detik.

"Pemkab Badung berkomitmen menuntaskan persoalan air bersih ini, mulai dari penambahan air baku sampai pemasangan pipa bawah laut ke Kuta Selatan. Saya optimis proyek ini segera rampung dan air mulai mengalir lancar ke rumah warga pada pertengahan Februari 2026," tegas Adi Arnawa penuh keyakinan.

Jaga Tradisi: Dana Ogoh-Ogoh Naik Dua Kali Lipat
Keberpihakan pada adat dan budaya ditunjukkan dengan kenaikan dana kreativitas ogoh-ogoh bagi 597 Sekaa Teruna di Badung, dari Rp 20 juta menjadi Rp 40 juta per banjar pada tahun 2026. Selain itu, dana bantuan hari ulang tahun (HUT) Sekaa Teruna juga ditingkatkan menjadi Rp 20 juta sebagai stimulan kreativitas generasi muda.

"Bantuan ogoh-ogoh tahun 2026 sudah cair Rp 40 juta per sekaa teruna, naik dua kali lipat dibanding tahun lalu. Pesan saya, manfaatkan ini untuk karya seni yang bagus, tapi jangan sampai ada mabuk-mabukan karena itu mencoreng citra ritual yang kita banggakan," pesan Adi Arnawa saat penyerahan bantuan di Balai Budaya Giri Nata Mandala.

Pemkab juga memperkuat ikon budaya melalui pembangunan Patung Mekotek di Desa Munggu sebagai simbol pelestarian tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Kehadiran pemerintah sebagai Upasaksi (saksi suci) dalam upacara keagamaan masyarakat juga dibarengi dengan bantuan dana hibah pembangunan pura yang mencapai miliaran rupiah.

"Saya hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban, seperti saat di Desa Adat Kapal kami bantu Rp 3 miliar untuk pembangunan pura dan balai banjar. Semangat gotong royong warga ini luar biasa, jadi sudah kewajiban kami mendukung kelestarian adat melalui anggaran daerah," jelasnya usai menandatangani prasasti di Balai Banjar Adat Tegal Saat Delodan.


Pendidikan Berkualitas: Bimbel Inggris Gratis Masuk Balai Banjar
Di bidang pendidikan, Pemkab Badung meluncurkan Program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris Gratis Berbasis Banjar yang menyasar siswa SD dan SMP di 62 desa/kelurahan. Program ini dilaksanakan dua kali seminggu untuk mencetak generasi muda Badung yang mampu bersaing di kancah internasional tanpa meninggalkan jati diri budaya.

"Bayangkan di daerah pedalaman Badung sana, anak-anak fasih berbahasa Inggris, siapa yang tidak bangga kalau mereka nanti gampang cari kerja bahkan sampai ke luar negeri. Bahasa Inggris ini jendela dunia, jadi tidak akan ada sekat lagi bagi anak-anak kita untuk bersaing di level global," papar Adi Arnawa mengenai visinya sejak April 2025.

Selain itu, komitmen terhadap akses pendidikan juga diwujudkan melalui pemberian beasiswa bagi anak-anak petani dan nelayan untuk jenjang SMA hingga S1. Program ini bertujuan memutus rantai kemiskinan dan memastikan pemerataan kualitas SDM di seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Badung.

"Kami ingin mendorong pemerataan pendidikan bagi keluarga petani dan nelayan lewat bantuan biaya pendidikan yang selektif dan terencana. Jadi bukan hanya anak-anak di kota saja, tapi semua warga berhak punya mimpi tinggi lewat jalur beasiswa ini," imbuhnya.

Layanan Kesehatan 'Nak Badung Sehat' dan Santunan Lansia
Di sektor kesehatan dan sosial, Pemkab Badung menghadirkan layanan homecare gratis melalui aplikasi "Nak Badung Sehat" dan layanan darurat 24 jam melalui TAKSU Badung. Inovasi ini memungkinkan dokter atau perawat datang langsung ke rumah warga untuk perawatan luka hingga pemantauan kesehatan pascaoperasi.

"Layanan ini sangat membantu karena simpel, secara waktu juga efisien buat saya yang kadang tidak ada keluarga yang bisa mengantar ke rumah sakit. Harapan saya semoga program ini terus berlanjut lama karena sangat memudahkan masyarakat kecil," ungkap Ni Ketut Suci, warga Banjar Celuk, Kelurahan Kapal.

Bagi kelompok rentan, Adi-Cipta merealisasikan bantuan uang tunai sebesar Rp 1 juta per bulan bagi veteran dan penyandang disabilitas, serta Rp 3 juta bagi lansia di atas 75 tahun. Hingga Desember 2025, tercatat ribuan warga mulai dari 187 veteran hingga 9.438 lansia telah merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini.

"Terima kasih atas bantuannya, setidaknya saya bisa beli makanan enak, susu, dan kebutuhan upacara tanpa merepotkan anak cucu lagi. Tadi juga kaget sekaligus senang dapat akta perkawinan yang diserahkan langsung oleh Bapak Bupati," kata I Made Kupig (96), seorang veteran asal Desa Baha yang tampak semringah.

Keluarga lansia lain, Anak Agung Ketut Ardhika, juga menyambut baik bantuan Rp 3 juta untuk kakeknya yang berusia 103 tahun, meski ia berharap nominalnya terus disesuaikan dengan harga kebutuhan pokok. "Untuk bantuan ini sudah bagus sekali, tapi kalau bisa ditingkatkan ya, apalagi lansia ada risiko sakit dan harga bahan-bahan terus naik setiap tahunnya," ujarnya.

Bersih Pantai


Bantuan


Bantuan Barongan


Pembangunan Pipa Bawah Laut


Penyerahan Piala


Bansos Rp 2 Juta per KK: Jurus Jitu Tekan Inflasi Hari Raya
Salah satu program yang paling dirasakan dampaknya adalah pemberian Bantuan Sosial sebesar Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK) menjelang hari raya keagamaan. Program ini terbukti efektif menjaga daya beli masyarakat dan menekan angka inflasi tahun 2025 lebih rendah dibandingkan tahun 2024 pada momentum hari besar seperti Galungan dan Lebaran.

"Bantuan ini bagaikan rezeki nomplok, apalagi untuk persiapan Galungan modal makan sekeluarga dan upacara bisa habis Rp 3 juta. Saya yang kerja serabutan merasa beban berkurang drastis berkat uang Rp 2 juta ini," cetus Putu Eka Merta, warga Desa Sangeh dengan senyum lega.

Data BPS menunjukkan inflasi saat Galungan dan Kuningan pada April 2025 hanya sebesar 1,61 persen, jauh lebih terkendali dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai angka lebih tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa subsidi langsung kepada masyarakat mampu meredam lonjakan harga yang biasanya dipicu tingginya permintaan komoditas.

"Penyaluran bantuan sengaja dilakukan menjelang hari raya untuk menekan angka inflasi yang kerap terjadi akibat tingginya permintaan. Kami ingin memastikan pemerintah hadir untuk meringankan beban ekonomi warga, baik itu umat Hindu saat Galungan maupun umat lain di hari besarnya masing-masing," pungkas Adi Arnawa.

Reward Tertib Administrasi: Rp 10 Juta untuk Pelapor Cepat
Kebijakan santunan kematian kini bertransformasi menjadi "Reward Tertib Administrasi" melalui Perbup Nomor 9 Tahun 2025, di mana ahli waris bisa mendapatkan hingga Rp 10 juta. Penghargaan ini diberikan jika pengurusan akta kematian dilakukan dalam waktu 1-7 hari kerja sebagai bentuk apresiasi atas kesadaran administrasi kependudukan.

"Penyerahan penghargaan ini wujud empati pemerintah sekaligus apresiasi karena keluarga sudah tertib mengurus akta kematian tepat waktu. Kami ingin buat kemudahan bagi masyarakat, makanya kami imbau aparat desa untuk mendampingi warga agar laporan diproses cepat," kata Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

I Wayan Sumantyayasa, warga Kelurahan Sading, mengaku sangat terbantu dengan dana tersebut untuk biaya upacara kematian yang tidak sedikit di Bali. "Bantuan ini sangat menolong kami yang tidak punya bekal cukup saat ada kematian mendadak, apalagi biaya upacara di sini cukup tinggi, jadi reward ini benar-benar terasa manfaatnya," tuturnya.

Terakhir, di sektor ekonomi, Pemkab Badung meningkatkan limit subsidi bunga melalui Program Sidi Kumbara dari Rp 25 juta menjadi Rp 100 juta bagi pelaku UMKM. Dengan alokasi subsidi lebih dari Rp 1 miliar, program ini menargetkan 120 pelaku usaha pada tahun 2026 agar mampu naik kelas dan memperkuat sendi ekonomi daerah.

Menutup tahun pertama pemerintahannya, Adi-Cipta berkomitmen untuk terus menyempurnakan setiap program unggulan demi kesejahteraan masyarakat yang merata. Kehadiran pemerintah di setiap lini kehidupan diharapkan mampu menjadikan Badung sebagai kabupaten teladan dalam pelayanan publik yang humanis.

"Pembangunan monumen dan program ekonomi ini harus sejalan, tujuannya satu yaitu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan krama Badung. Kami akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan masa depan yang lebih baik," tutup Adi Arnawa.



Penulis: Agus Eka Purna Negara
Desainer: Fuad Hasim

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE