Tingkat literasi masyarakat Indonesia kian meningkat. Ini terjadi seiring dengan peningkatan layanan, koleksi, dan penambahan tenaga perpustakaan.
Jika ditinjau dari Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia pada 2024, terdapat pertumbuhan 5,33 poin dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), IPLM Indonesia pada 2024 sudah mencapai angka 73,52 poin dari sebelumnya hanya 68,19 poin pada 2023.
Peningkatan IPLM boleh dikatakan cukup baik, meski masih belum bisa dikatakan cukup memuaskan. Data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) menunjukkan IPLM Indonesia terus melonjak gradual setiap tahunnya. Mulai dari 48,17 poin pada 2019, lalu 61,55 pada 2020, 64,4 poin pada 2021, dan 64,48 poin pada 2022.
Kalau dibandingkan dengan data 2019 itu, peningkatan IPLM Indonesia sudah sekitar 34,48% atau 25,35 poin. Peningkatan tertinggi terjadi pada 2019-2022 dengan total 13,38 poin. Sedangkan terendah terjadi pada 2021-2022 dengan hanya 0,08 poin.
Beberapa faktor yang mendorong peningkatan IPLM antara lain:
Secara nasional, tingkat buta aksara penduduk usia 15 tahun ke atas menurun dari 3,65 persen pada 2022 menjadi 3,47 persen pada 2023, dan kembali turun ke 3,33 persen pada 2024. Provinsi dengan angka tertinggi pada 2024 tercatat di Papua Pegunungan (29,63 persen), Papua Tengah (15,31 persen), dan Papua Selatan (5,79 persen), sedangkan yang terendah berada di Sulawesi Utara (0,25 persen) dan DKI Jakarta (0,35 persen).
Angka buta huruf penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia tiga tahun terakhir menunjukkan tren menurun dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 3,34 persen pada 2022, 3,18 persen pada 2023, dan 3,05 persen pada 2024. Data ini menggambarkan adanya perbaikan bertahap dalam kemampuan literasi dasar masyarakat.
Tingkat Kegemaran Membaca
Tiga Provinsi dengan tingkat kegemaran membaca penduduknya tertinggi di Indonesia menurut data BPS 2024: DI Yogyakarta (79,99) Kepulauan Bangka Belitung (77,47) Jawa Timur (77,15) Nilai rata-rata tingkat kegemaran membaca penduduk Indonesia adalah 72,44 pada 2024. Meningkat dibandingkan 2023 (66,7) da 2022 (63,9).
Pada 2024 majalah CEOWORLD melakukan survei terhadap 6,5 juta orang di 102 negara. Survei ini bertujuan mencari tahu frekuensi membaca buku per tahunnya di masing-masing negara.
Negara dengan Penduduk Rajin Membaca Buku
Amerika Serikat
India
Inggris
Prancis
Italia
Indonesia berada di posisi ke-31, dengan rata-rata buku yang dibaca per tahun adalah 5,91 dengan jumlah jam membaca per tahun mencapai 129 jam.
Sumber: DetikEdu
Berdasarkan data Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), penjualan buku fisik di Indonesia terus menurun sejak pandemi COVID-19, sementara kontribusi buku digital masih kecil, baru sekitar 10 persen dari total pasar, sehingga belum bisa mengimbangi kemerosotan pasar cetak.
Data terbaru juga menunjukkan jumlah penerbit aktif menurun drastis: dari 2.721 penerbit terdaftar hingga Desember 2024, hanya 992 yang masih aktif, sisanya kemungkinan hanya menjual stok lama. Cetakan pertama buku mengalami penyusutan. Sebelum pandemi, banyak judul dicetak sekitar 3.000 eksemplar. Kini banyak hanya mencapai 1.000 eksemplar, bahkan sebagian hanya 300 eksemplar.
Dari segi ISBN, Perpustakaan Nasional mencatat adanya penurunan. Terlebih, sepanjang tahun 2024 sudah diterbitkan sekitar 70 ribu ISBN, dengan sekitar 65 ribu di antaranya untuk buku. Pada 2022, tercatat 98 ribu buku diterbitkan, ini menurun dari periode sebelumnya.
Festival Buku di Indonesia
Jogja Book Fair 2025
Berlangsung 4–14 September 2025 di Grhatama Pustaka, Yogyakarta, dengan diskon besar dan ribuan judul.
TIM Book Festival (Taman Ismail Marzuki, Jakarta)
Pameran buku yang menawarkan judul dari harga mulai sekitar Rp 10 ribu dengan diskon menarik.
Bazar Buku Murah di Banjarnegara
Diselenggarakan 11–25 Juli 2025 oleh Dinas Perpustakaan & Arsip Banjarnegara.
Pasar Buku Sastra Festival Yogyakarta
Diselenggarakan 11–25 Juli 2025 oleh Dinas Perpustakaan & Arsip Banjarnegara.
Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)
Festival sastra terbesar di Asia Tenggara, berlangsung 29 Oktober–2 November 2025 di Ubud, Bali. Dihadirkan penulis lokal & global di event penuh diskusi, workshop, peluncuran buku, dan pertunjukan budaya.
Borobudur Writers and Cultural Festival (BWCF)
Festival skala internasional di Yogyakarta dan Magelang dengan rangkaian diskusi penulis, workshop, pembacaan sastra, tur relief Candi Borobudur, dan penghargaan budaya.



