Bus listrik TransJakarta mengaliri ruas Ibu Kota dengan senyap tanpa deru mesin dan kepulan asap. Transportasi massal ini diharapkan mengurangi kemacetan dan mengantarkan Jakarta menuju kota yang lebih ramah lingkungan.
Rute Bus Listrik
BRT (koridor)
Pengadaan Bus Listrik
Pengadaan bus listrik TransJakarta sudah dimulai sejak 2022. Tender pengadaan bus listrik pertama dimenangkan pabrikan bus listrik asal China, Build Your Dream (BYD) Auto Co.Ltd, sebanyak 30 unit. Bus ini memiliki kapasitas 324 kWh.
Pada Juli 2022, unit bus listrik yang dikelola TransJakarta kembali bertambah menjadi 52 unit. Tambahan 22 unit itu berasal dari PT Mayasari Bakti. Namun angka ini masih jauh dari target awal pengadaan bus listrik pada 2022, yang dipatok sebanyak 100 unit.
Meski sudah dikebut pengadaannya, target pengadaan bus listrik pada akhir 2022 belum tercapai. Hingga akhir 2022, bus listrik yang dikelola TransJakarta hanya sekitar 56 unit. Target 100 unit bus listrik baru tercapai pada akhir 2023.
TransJakarta kemudian kembali menambah unit bus listrik pada 2024. Totalnya sebanyak 200 unit. Tambahan sekaligus menggenapi jumlah bus listrik yang beroperasi pada 2024 menjadi 300 unit.
Terbaru, TransJakarta berencana kembali menambah pengadaan bus listrik menjadi 500 unit pada 2025. Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza mengatakan tambahan 200 unit akan dilakukan secara bertahap mulai Juli 2025.
Target Pengadaan Bus Listrik
Harga dan Spesifikasi Bus Listrik
Berikut adalah daftar bus listrik yang telah beroperasi sebagai transportasi massal di Jakarta, khususnya dalam layanan TransJakarta, beserta spesifikasi dan informasi harga:
Keunggulan dan Kelemahan Bus Listrik
Bus listrik memiliki keunggulan dan kekurangannya sebagai teknologi baru, berikut di antaranya:
Kelebihan
- Ramah Lingkungan
Pengoperasian bus listrik tidak menghasilkan emisi pencemar udara, sehingga membantu mengurangi polusi udara dan dianggap ramah lingkungan.
- Kurangi Polusi Suara
Dibandingkan dengan bus berbahan bakar fosil, bus listrik beroperasi dengan suara lebih tenang dan minim getaran, ini meningkatkan kenyamanan penumpang serta mengurangi polusi suara di perkotaan.
- Biaya Operasional Jangka Panjang Lebih Rendah
Modal pembelian awal bus listrik memang tinggi, tetapi biaya pemeliharaan dan operasional bus listrik cenderung lebih murah karena memiliki lebih sedikit komponen yang bergerak dan konsumsi energi yang lebih efisien.
Kekurangan
- Harga Masih Mahal
Pembelian bus listrik mengeluarkan biaya yang mahal dibandingkan bus konvensional, bahkan bisa mencapai dua hingga empat kali lipat lebih mahal.
- Infrastruktur Pengisian Daya Terbatas
Bukan hanya busnya, pembangunan infrastruktur penunjang, seperti pengisian daya, diperlukan untuk mengoperasikan bus listrik secara optimal, sehingga perlu investasi tambahan.
- Risiko Gangguan Teknis
Bus listrik merupakan teknologi baru dan memiliki risiko tertentu, seperti potensi gangguan kelistrikan yang dapat menyebabkan kendala operasional, ataupun kebakaran.
Stasiun Pengisian Daya
PT Transportasi Jakarta mulai mengoperasikan bus listrik di Jakarta. Untuk melancarkan pengoperasiannya, telah disiapkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mengisi daya baterai setiap harinya.
Beberapa lokasi yang menjadi tempat pengisian daya:
- 9 Unit Depo Klender, Jakarta Timur
- 26 Unit Depo Pupar Cakung, Jakarta Timur
- Pool DAMRI Kemayoran, Jakarta Pusat
- Pool Cibubur, Jakarta Timur
- Pejaten, Jakarta Selatan
- Kelapa Gading, Jakarta Utara
Setiap bus bisa mengisi daya listrik penuh selama 1,5 hingga 2 jam dengan kapasitas baterai 350 kWh dengan kapabilitas penggunaan unit maksimal mencapai 250 km
Fasilitas Bus Listrik
Bus listrik TransJakarta menawarkan beberapa fasilitas yang membuat perjalanan lebih nyaman dan ramah lingkungan. Fasilitas utama yang dimiliki bus listrik TransJakarta di antaranya:
Fasilitas ini mendukung upaya TransJakarta dalam menyediakan transportasi yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan nyaman bagi warga Jakarta.



