INTERMESO

Melimpah Tuah Rempah Nusantara

Jamu adalah wujud kearifan lokal yang terus hidup karena dipercaya mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara alami, tanpa efek samping. Resep warisan leluhur itu dilestarikan dan dikembangkan hingga kini.

Jumat, 27 September 2024

Jamu adalah obat tradisional tanpa efek samping yang diracik dari rempah Nusantara. Ini menjadi bagian dari etnomedisin yang berasal dari ramuan warisan leluhur. Hal tersebut yang memacu Indah Purnamasari mengembangkan produk minuman Dapur Jamu Ibu.

Modifikasi jamu harus mengalir sesuai perkembangan zaman agar bisa diterima pecintanya. Makanya, model pengembangannya, tidak hanya mencapai aspek menyehatkan tetapi juga memperkaya cita rasa. Tujuannya agar produk bisa menyesuaikan selera zaman dan bahkan mengonsumsi jamu bisa menjadi bagian gaya hidup.

“Jamu telah dipercaya berkhasiat berdasarkan pengalaman empirik masyarakat dari generasi ke generasi. Jamu kini menjadi lifestyle sebagai minuman penyegar dan memberikan efek menyehatkan badan,” kata Indah kepada detikX.

Indonesia kaya akan tanaman obat dan rempah, anugerah alam yang melimpah ruah dan menyimpan sejuta khasiat. Dalam racikan jamu, tertanam keanekaragaman budaya dan hayati yang mengalir selama ratusan tahun. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda. Salah satunya karena jamu menjadi metode pengobatan di Indonesia.


Jamu adalah salah satu kearifan lokal warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang saat ini keberadaannya menarik minat dan perhatian berbagai bangsa untuk mempelajari jamu lebih jauh."

Dari hulunya, jamu lahir melalui kesabaran dan kearifan petani rempah. Para petani harus menjaga kualitas setiap tanaman, yang menjadi inti dari bahan baku ekstrak alami, agar keaslian dan khasiatnya tetap terjaga di setiap proses pengolahan. Berdasarkan data Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) oleh Kementerian Kesehatan tahun 2012, 2015, dan 2017 mengidentifikasi lebih dari 4000 spesies tumbuhan obat. 

Dapur Jamu Ibu berusaha merangkul atau memberdayakan para petani. Dengan sentuhan tangan para peracik jamu rumahan, bahan-bahan alami dari petani itu diolah menjadi minuman tradisional yang sarat akan khasiat dan sejarah panjang.

“Jamu adalah salah satu kearifan lokal warisan nenek moyang bangsa Indonesia yang saat ini keberadaannya menarik minat dan perhatian berbagai bangsa untuk mempelajari jamu lebih jauh,” kata perempuan berusia 28 tahun ini.

Kini UMKM yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur ini telah mengembangkan 18 varian rasa. Mereka juga mengemas jamu dalam bentuk serbuk dan kapsul agar dapat dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih lama. Sejauh ini ada tiga varian serbuk instan. Ini ternyata membuat produknya melanglang buana menembus berbagai sekat pasar internasional.

Proses produksi Dapur Jamu Ibu.
Foto : Dok. Dapur Jamu Ibu

“Produk serbuk instan sudah menembus pasar retail modern dan produk kami 2023 sudah berhasil ekspor ke Taiwan. Dan dalam waktu dekat awal Oktober 2024 nanti kami akan mengirim lagi ke India dan Swiss untuk produk jahe merah instan. Produk ini best seller karena cocok untuk negara yang akan memasuki musim dingin disana,” terangnya.

Dapur Jamu Ibu juga penerapan prinsip Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin (5R) guna meningkatkan produktivitas UMKM. Bahkan mereka juga menjadi bagian dari upaya untuk mencapai environmental, social, governance (ESG) dengan zero waste. Mereka memaksimalkan pemanfaatan limbah sebagai bahan baku yang lain.

“Kami memanfaatkan limbah menjadi ransum pakan ternak dan bumbu memasak,” ujar perempuan kelahiran asli Malang, Jawa Timur ini.

Produk racikan Indah juga telah diganjar berbagai penghargaan. Dia berulang mendapatkan juara satu di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan bukan hanya produknya, mereka juga pernah meraih juara terkait Quality Control Circle (QCC) dan kreasi merchandise. Berbagai prestasi ini tak lepas dari pengaruh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra International Tbk yang didirikan oleh founder Astra, William Soeryadjaya.

Pada 2022, Dapur Jamu Ibu menerima pembinaan dari YDBA. Ini salah satu yang membuatnya berkembang lebih pesat.

“(YDBA) membantu dalam hal akses pemasaran, membuat produk dapur jamu ibu makin dikenal secara nasional, dan memberikan pelatihan intensif untuk menjadikan diri ini sosok pembinis yang tangguh,” ujarnya.

Awal Indah memulai bisnis ini karena melihat peluang, banyak masyarakat yang merasakan sulitnya mendapatkan jamu yang higenis dan bersih. “Karena selama ini yang ada jamu dikemas dalam botol bekas dan dijual dipasar atau orang keliling,” tuturnya. Kemudian pasang-surut perkembangan bisnis ia jalani. Baginya ketika surut bukanlah fase untuk terpuruk, melainkan justru terpacu untuk berinovasi melihat perilaku konsumen apa yang mereka butuhkan.

Produknya sudah bersertifikat Badan Pengawas Obat dan Makanan, Halal, dan Hak kekayaan intelektual (HKI). Ini yang membuat Indah kerap diundang untuk berbagi ilmu meracik hingga memasarkan jamu. 

“Saya memberikan materi membuat jamu, cara mengembangkan bisnis, dan masih banyak lagi. Bagi saya apa pun bisnisnya, semua orang bisa meniru tetapi rezeki pasti tidak akan pernah tertukar,” tegasnya.

Setiap pelaku bisnis jamu, kata Indah, perlu mencintai pekerjaannya. Kemudian fokus untuk terus membuatnya menjadi lebih besar. 

“Percayalah usaha maksimal tidak akan mengkhianati hasil. Bersabarlah, dan jangan terburu-buru untuk mendapatkan hasil yang besar karena semua membutuhkan proses yang tidak instan. kita harus yakin dan optimis dengan produk sendiri. Teruslah belajar dan berinovasi,” ujarnya.

Reporter/Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Irwan Nugroho

[Widget:Baca Juga]
SHARE