Ilustrasi: Paus Fransiskus (REUTERS/Willy Kurniawan)
Minggu, 08 September 2024Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia dalam rangka perjalanan apostolik ke kawasan Asia Pasifik pada 3-6 September 2024 menarik perhatian banyak masyarakat, terutama tentang kesederhanaan Bapak Suci Umat Katolik itu. Menurut Ketua Konferensi Waligereja Indonesia atau KWI, Uskup Anton Subianto, Paus menolak hal-hal yang eksklusif. Paus memilih terbang ke Indonesia menggunakan pesawat komersil. Selama mengemban tugas di Jakarta, ia menolak menggunakan mobil kepresidenan bermerk Mercedes-Benz dan memilih kendaraan biasa. Ketimbang hotel mewah, Paus Fransiskus memilih menginap di Kedutaan Besar Vatikan. Arloji jadul seharga ratusan ribu yang ia kenakan juga sempat menjadi perbincangan di lini masa media sosial.
Pria bernama Jorge Mario Bergoglio yang lahir pada 17 Desember 1936 ini sudah dikenal dengan gaya hidupny sederhana, bahkan jauh sebelum ia ditunjuk menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik di Vatikan. Bergoglio lahir di Buenos Aires pada 17 Desember 1936 dari keluarga imigran Italia. Bergoglio tumbuh dalam keluarga yang biasa. Ayahnya, Mario Jose Bergoglio, merupakan seorang akuntan di perusahaan kereta api, sementara ibunya, Regina Sivori, adalah seorang ibu rumah tangga yang membesarkan lima anak. Saat itu kondisi keluarga Bergoglio serba berkecukupan, ayahnya memiliki gaji di atas rata-rata. Berada dalam kondisi itu, ayahnya khawatir jika anaknya yang pada saat itu masih berusia 13 tahun terjebak dalam zona nyaman. Meski baru lulus sekolah dasar, ayahnya berinisiatif meminta Bergoglio mencari pekerjaan.
“Saya sangat bersyukur ketika ayah saya menyuruh saya bekerja. Di sana, apa yang saya kerjakan itu menjadi salah satu hal terbaik dalam hidup saya. Pemahaman saya mengenai segala hal baik dan buruk dari usaha manusia di dunia dimulai di situ,” kata Paus Fransiskus seperti dikutip oleh Sergio Rubin dan Francesca Ambrogetti dalam bukunya 'Pope Francis, His Life in His Own Words: Conversations with Jorge Bergoglio'. Prinsip kesederhanaan yang dipetuahkan oleh ayahnya diwujudkan dalam bentuk tindakan. Selama bekerja di sebuah laboratorium kimia, ia memasak sendiri makanannya. Bergoglio juga bepergian ke tempat kerja menaiki bus.

Paus Fransiskus dan jam kesayangannya yang sederhana
Foto: Superwatchman
Anak pertama dari lima bersaudara ini lantas lulus sebagai teknisi kimia dan kemudian memilih jalan imamat, memasuki Seminari Keuskupan Villa Devoto. Pada 11 Maret 1958 ia memasuki novisiat Serikat Jesus atau Jesuit. Saat menjadi seorang kardinal, peran yang telah diembannya sejak 2001, Bergoglio menghindari banyak kemewahan yang biasa diberikan kepada para uskup senior, terutama di Amerika Latin. Bergoglio terpilih sebagai Paus melalui Konklaf Kepausan pada 13 Maret 2013, setelah Konklaf berlangsung selama dua hari. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Uskup Agung Buenos Aires sejak 1998. Bergoglio memilih nama Fransiskus karena terinspirasi dari kehidupan Santo Fransiskus yang menekankan kerendahan hati dan kehidupan sederhana. Bergoglio merupakan Paus pertama dari ordo atau konggregasi Imam Jesuit yang berasal dari benua Amerika.
Setelah menjadi Paus Fransiskus, ia masih dikenal dengan gaya hidupnya yang sederhana. Hal itu kontras dengan gaya hidup mencolok atau penuh kemewahan yang kerap diasosiasikan pada Gereja Vatikan. Paus Fransiskus tidak suka menggunakan pendekatan serba formal dan prosedural. Usai terpilih menjadi Paus, ia menolak mengenakan jubah kebesaran paus yang terdiri dari mozetta berwarna merah dan justru memilih jubah putih sederhana yang biasa dikenakan para pastor kala diperkenalkan ke publik di balkon Basilika Santo Petrus. Di hari perkenalan itu, ia juga menolak mengenakan kalung salib emas dan memilih kalung salib besi yang biasa ia gunakan sehari-hari. Aksinya sempat membuat marah beberapa kelompok tradisionalis gereja.
Paus Fransiskus juga meninggalkan apartemen mewah yang diperuntukan untuk Paus dan memilih tinggal di sebuah suite kecil di Wisma Vatikan. Ia juga menolak penggunaan istana musim panas Castel Gandolfo. "Yesus mengajarkan kita cara lain: Keluarlah. Keluarlah dan bagikan kesaksianmu. Keluarlah dan berinteraksilah dengan saudara-saudaramu. Keluarlah dan bagikanlah. Keluarlah dan bertanyalah. Jadilah Sabda dalam tubuh dan jiwa," kata Bergoglio kepada para pendeta Argentina beberapa tahun lalu, sebelum menjadi paus.
Paus Fransiskus menyadari, sejak terpilih menjadi Paus, tugas yang ia emban tidak akan ringan. Apalagi ia menggantikan Paus terdahulu yaitu Paus Benediktus XVI yang katanya mundur dengan alasan kesehatan. Namun tidak semua orang menelan alasan itu bulat-bulat. Seorang jurnalis dari Vanity Fair, John Cornwell, melontarkan kemungkinan Paus Benediktus XVI mundur karena tidak sanggup menghadapi masalah bertubi-tubi yang dibebankan pada gereja kala itu. Di era kepemimpinan Paus Benediktus XVI, Vatikan mendapat banyak tekanan, terutama ketika kasus-kasus kekerasan seksual yang dilakukan para pastor, kardinal, uskup, terbongkar.
Paus Fransiskus memulai langkah kepemimpinannya dengan membuat dobrakan terhadap konservatisme Gereja Katolik. Dengan latar belakang sebagai Jesuit dan keterhubungannya yang kuat dengan masyarakat, Paus Fransiskus dikenal karena pendekatannya yang lebih terbuka dan reformis, berbeda dengan kebijakan konservatif yang sering diadopsi oleh Paus Benediktus XVI. Ketika otoritas Katolik Roma cenderung lebih tertutup dan serba procedural, Paus Fransiskus dinilai lebih dekat dengan kehidupan. Selama menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik di seluruh dunia, Paus Fransiskus mereformasi gereja Katolik dan menyesuaikannya dengan perkembangan ilmu. Selama menjadi Paus, ia memang dikenal dengan pemikiran-pemikiran progresifnya.

Paus Fransiskus tiba di Kedutaan Besar (Kedubes) Vatikan, tempatnya bermalam selama di Indonesia
Foto: Ari Saputra/detikcom
Paus Fransiskus sempat mengejutkan kaum liberal dan tradisionalis dalam wawancara dengan La Civiltà Cattolica, sebuah majalah Jesuit Italia pada 2013 silam. Ia mengkritik gereja karena terobsesi dengan topik pembicaraan mengenai masalah aborsi, kontrasepsi buatan dan homoseksual. Paus Fransiskus metasa tugas utama gereja yaitu membantu mereka yang miskin dan terpinggirkan justru selama ini telah terabaikan. Paus dalam pandangannya tentang kerahiman mengatakan bahwa pesan yang paling kuat dari Yesus Kristus adalah rahmat, berikut pula tentang belas kasihan Yesus terhadap orang-orang berdosa. Pada September 2015, Paus Fransiskus kembali mengguncang status quo di Gereja Katolik ketika ia mengumumkan bahwa para imam di seluruh dunia akan diizinkan untuk mengampuni “dosa aborsi” selama “tahun belas kasih", yang dimulai pada 8 Desember 2015 dan berakhir pada 20 November 2016.
Pernyataan dan tindakan Paus Fransiskus mendorong spekulasi baik di dalam maupun di luar gereja. Namun pada tahun-tahun berikutnya Paus Fransiskus berbicara menentang pernikahan sesama jenis dan membela keluarga "tradisional." Dia menegaskan penolakan kategoris gereja terhadap aborsi. Meskipun Paus Fransiskus berbicara dengan simpatik tentang hak-hak wanita dan mengakui peran bersejarah wanita di gereja, dia tidak mendukung penahbisan wanita sebagai imam.
“Saya memikirkan khususnya semua wanita yang telah melakukan aborsi. Saya sangat menyadari tekanan yang membuat mereka mengambil keputusan ini. Saya tahu bahwa itu adalah cobaan eksistensial dan moral. Saya telah bertemu dengan banyak wanita yang menyimpan luka di hati mereka akibat keputusan yang menyakitkan dan menyiksa ini. Apa yang terjadi adalah sangat tidak adil, namun hanya dengan memahami kebenarannya, seseorang dapat tetap tidak kehilangan harapan," ucap Sri Paus. Langkah-langkah Paus Fransiskus dalam menghadapi permasalahan duniawi itu dianggap sebagian umat sebagai pembawa angin segar bagi perkembangan Gereja Katolik di zaman modern. Namun, tak sedikit golongan konservatif yang menolak berbagai langkah baru yang dibawa Sri Paus.
Sepanjang akhir 2014 dan hingga 2015, Paus Fransiskus melanjutkan keterlibatannya yang mendalam dengan konflik politik dan lingkungan di seluruh dunia. Berbagai masalah global dan penyalahgunaan kekuasaan politik dan ekonomi semakin keras dia suarakan. Ia terlibat aktif dalam menjembatani masalah politik, berhasil menginisiasi pertemuan bersejarah antara Presiden Kuba Raul Castro dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Pertemuan itu disebut memicu perubahan kebijakan luar negeri yang signifikan. Misinya terus berlanjut, dengan kunjungan ke Paraguay, Bolivia, dan Ekuador. Paus Fransiskus secara vokal mengkritik kebijakan yang membatasi hak-hak pengungsi dan imigran. Ia juga kerap mengkritik kebijakan imigrasi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat periode 2017-2021, yang membangun proyek tembok perbatasan Amerika Serikat-Meksiko.
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho