INTERMESO

Laki-laki Juga Boleh Pakai Make Up

“Buat saya sih nggak ada yang salah dengan cowok yang pakai makeup. Tujuannya kan demi menunjang penampilan dan merawat diri."

Ilustrasi: Pria muda sedang berelaksasi dengan masker di wajahnya (Getty Images/Kemal Yildirim)

Minggu 04 Agustus 2024

Selain mandi dan gosok gigi, ada rutinitas yang wajib dilakukan Ferry Halim sebelum bertugas sebagai sales di acara pameran otomotif. Ia selalu menyempatkan diri untuk menggunakan skincare dan memakai riasan wajah. Biasanya dengan menggunakan sebuah kuas, Ferry mengoleskan concelear untuk menutupi area kehitaman di bawah matanya. Setelah memastikan seluruh noda di wajahnya tersamarkan, Ferry melukis bagian hidung dan rahangnya supaya terlihat lebih tegas dan mancung. Tak lupa Ferry mengoleskan pelembab di bibirnya yang kering.

Umumnya hanya perempuan yang dianggap berhak menggunakan make up, namun Ferry tak sungkan menggunakannya. Ia merasa penggunaan riasan sangat menunjang penampilannya. Apalagi pekerjaan kerap menuntut Ferry untuk berpakaian kemeja dan setelan jas rapi. Ia pun tampil lebih percaya diri.

“Saya pakai make up karena pengen tampilannya sedikit lebih berbeda, tetap natural tapi lebih fresh. Sebelum ke make up, awalnya saya coba-coba pakai skincare dulu,” ucapnya. Ferry coba-coba menambahkan skincare karena wajahnya memiliki masalah jerawat. “Setelah rajin pakai skincare teman-teman tuh pada notice. ‘Eh, kok, wajah lo sekarang bersihan, ya.’ Habis dipuji saya malah jadi ketagihan.”

Ilustrasi laki-laki sedang memakai krim di wajah
Foto: iStock/Canart7

Perkakas kecantikan Ferry yang semulanya hanya sabun dan krim cukur lambat laun bertambah menjadi sabun wajah, pelembab, sunscreen, concelear, contour, dan lipbalm. Ferry menimba ilmu gratisan dari konten skincare dan makeup yang tersebar di sosial media. Kehadiran beauty vloggers laki-laki menjadi pemantik bagi Ferry untuk merasa bahwa laki-laki juga bisa menggunakan make up. Di Indonesia ada sederet influencer laki-laki yang kerap membahas tentang skincare dan make up seperti Endi Feng, Andreas Lukita, Tsyna Putra dan Hans Daniel. Make up artist Charlotte Tilbury dan Fenty, merek make up milik penyanyi Rihanna pun pernah mengeluarkan tutorial khusus untuk laki-laki yang ingin menggunakan make up tipis demi menunjang penampilan.

“Buat saya, sih, nggak ada yang salah dengan cowok yang pakai make up. Tujuannya kan demi menunjang penampilan dan merawat diri. Bukan cewek saja yang boleh merawat diri, cowok juga,” kata Ferry.

Kemunculan pesepak bola David Beckham dalam sampul majalah fesyen LOVE 20.5. sempat mengejutkan banyak orang. Sosok Beckham yang kerap melambangkan maskulinitas modern tampil dengan menggunakan make up. Suami Victoria Beckham itu menggunakan eyeshadow berwarna hijau zamrud. Penampilan Beckham sangat metroseksual, didukung dengan setelan jas berwarna putih. Foto Beckham seolah ingin menunjukkan bahwa perkara gender dan jenis kelamin tidak bisa membatasi seseorang dalam berpenampilan.

Persepsi terhadap kosmetik tak lagi kental dengan barang yang merepresentasikan perempuan. Industri kecantikan pun secara terang-terangan menyasar pasar barunya yaitu laki-laki. Desainer kelas atas seperti Chanel telah mengikuti tren ini dengan meluncurkan lini perawatan kulit dan kosmetik pertama yang dibuat untuk pria yang dikenal sebagai ‘Boy De Chanel’ pada September 2019.

Koleksi yang dihadirkan berupa pensil alis empat warna, lip balm dan foundation. Chanel menggandeng aktor Korea Selatan Lee Dong Wook sebagai brand ambassador-nya. Lalu MAC, produsen kosmetik yang berkantor di Toronto, Kanada, berkolaborasi dengan kakak beradik sosialita asal New York, Peter dan Harry. Kolaborasi ini dihadirkan untuk unisex, yang bisa digunakan oleh laki-laki dan perempuan. Rangkaian kosmetik terdiri dari eyeshadow, lip marker, dan lainnya.

Ilustrasi perlengkapan make up laki-laki
Foto: iStock/Mizina 

"Chanel meminjam unsur-unsur pakaian laki-laki untuk pakaian perempuan. Chanel juga meminjam inspirasi dari dunia perempuan untuk konsep estetika baru bagi pria," ujar perwakilan Chanel seperti dikutip ELLE dari WWD."Garis, warna, sikap, gerak tubuh, tidak ada prasyarat feminin atau maskulin yang mutlak. Seseorang berhak menentukan seperti apa gaya yang diinginkan," lanjutnya.

Sementara di Indonesia, beberapa produsen makeup juga sudah mulai memasarkan produk khusus untuk laki-laki. Selain menyediakan produk perawatan untuk perempuan, MS Glow juga menawarkan lini baru yang di khususkan untuk para pria. MS Glow for Men hadir di tahun 2019 dengan merilis beberapa produk perawatan kulit bagi pria. Di antaranya ada basic skincare seperti facial wash, moisturizer, sunscreen spray, serum, sampai maskulin 2in1 body lotion dan parfum. Produk lokal seperti Rollover-Reaction, Dear Me Beauty, BLP Beauty, dan Mad for Makeup mengikut sertakan laki-laki sebagai modelnya.

Jika menengok ke belakang, kosmetik telah menjadi bagian dari kehidupan kaum laki-laki. Awal 4000 SM, laki-laki memakai pigmen hitam untuk membuat desain mata kucing. Riasan ini menjadi simbol kekayaan, kelas sosial sekaligus agar terlihat menarik. Para firaun menggunakan eyeliner yang terbuat dari arang dicampur dengan emas, zamrud dan rubi. Selain itu Inggris pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, riasan bedak yang sangat putih sempat popular dikalangan laki-laki dan perempuan. Pemakluman merias wajah bagi laki-laki mulai berubah drastis pada masa pemerintahan Victoria di abad ke-18, ketika sang ratu mengeklaim make up tidak sopan digunakan dan mengasosiasikannya dengan pekerja seks.

Di tahun 1930-an, industri kecantikan laki-laki masuk ke Hollywood. Pria di film memakai riasan dan menata rambut mereka.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE