INTERMESO

Clean Eating Perbaiki Kualitas Hidup

"Saya makin cinta sama clean eating karena kualitas hidup saya jadi lebih baik. GERD-nya udah nggak pernah kambuh lagi."

Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/KucherAV

Sabtu, 27 Juli 2024

Transformasi tubuh artis yang dikenal lewat perannya di sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, Prilly Latuconsina, belakangan ini berhasil menjadi sorotan publik. Perempuan berusia 27 tahun itu rupanya telah memangkas berat badan dari 49 kg menjadi 37 kg atau turun sebanyak 12 kg. Di akun Instagram @prillylatuconsina96, Prilly berfoto sambil menggunakan minidress yang pernah ia kenakan semasa SMA. Dalam setahun terakhir, ia konsisten menjalani pola makan baru.

“Aku merasa lebih sehat dan lebih bugar dengan clean eating," kata Prilly menjawab rasa penasaran para penggemarnya dalam salah satu unggahan di akun TikToknya @prillylatuconsina15 yang telah ditonton jutaan kali.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, pola makan clean eating yang dijalani Prilly berorientasi pada kebiasaan konsumsi makanan yang belum melalui banyak proses pengolahan atau hampir alami. Pola makan ini memberikan nutrisi pada tubuh melalui makanan sehat dan padat nutrisi. Makanan bersih akan mengisi tubuh dengan banyak vitamin dan mineral, protein berkualitas tinggi, dan lemak sehat.

Dengan pola makan clean eating, produser dan Chief of Marketing Promotion di production house Sinemaku Pictures ini memilih secangkir kopi hitam sebagai teman sarapan di pagi hari. Sementara untuk makan siang dan makan malam, Prilly mengkonsumsi makanan gizi seimbang dengan kandungan karbohidrat, protein dan serat.

“Siangnya aku makan sayur dan protein. Ini aku makan tauge dan telur. Terus aku makan buah lontar karena ini kalorinya nggak banyak dan buahnya nggak terlalu manis. Sorenya aku makan nasi goreng kinoa, terong bakar, dan tahu. Minumnya harus air putih, ya," kata Prilly. Ia juga membatasi asupan karbohidrat.

Prilly Latuconsina diet mengonsumsi buah lontar
Foto: ikTok @prillylatuconsina15

Di hari-hari tertentu, Prilly masih dapat menikmati makanan favoritnya. Hal ini penting bagi perempuan yang memiliki hobi masak ini agar ia dapat menjalani diet yang fleksibel dan lebih menyenangkan. “Aku masih makan makanan manis, apalagi kalau lagi liburan, aku nggak diet,” ujarnya.

Selain turun berat badan, bonus yang Prilly rasakan dengan menjalani kebiasaan clean eating misalnya keluhan GERD dan migrain sudah jarang datang. Nyeri selama menstruasi tidak lagi ia rasakan. Selain itu Prilly merasa badannya terasa lebih sehat dan bugar.

Sebelum istilah clean eating turut dipopulerkan oleh artis Safitri Damayanti. Ibu satu anak yang kini fokus menjadi ibu rumah tangga ini ternyata sudah lebih lama menjalani pola makan tersebut. Baru belakangan wanita yang akrab disapa Fitri ini menyadari jika kebiasaan makan yang ia jalani merupakan clean eating.

Fitri sudah menerapkan clean eating selama enam tahun. Motivasi wanita berusia 36 tahun ini menjalani clean eating adalah karena ia terkena GERD. Pola makan yang tidak teratur dan tekanan di pekerjaan membuat Fitri mengalami stress. Kedua hal itu memperburuk kondisi kesehatan Fitri. Hingga puncaknya ia mesti dirawat di rumah sakit karena muntah darah dan pingsan.

“Waktu masih jadi karyawan kantor, pekerjaan saya sebagai auditor, sering lembur, makannya udah berantakan terus nggak sehat. Olahraga juga apalagi hampir tidak pernah,” ucap Fitri.

Dengan dorongan ingin menjadi lebih sehat, Fitri mulai meninggalkan kebiasaan buruknya. Apalagi kini Fitri sudah berkeluarga. Wanita berdomisili di Bogor, Jawa Barat ini mulai pilah pilih bahan baku yang akan ia olah di dapur. Ia menyingkirkan segala makanan dan minuman ultra proses seperti nugget, mie instant maupun makanan kalengan. Makanan seperti ini umumnya mengandung tinggi gula dan garam. Oleh karena itu, Fitri menggantinya dengan makanan yang belum banyak melalui proses pengolahan seperti telur, kacang-kacangan atau umbi-umbian.

Ilustrasi makan makanan ultra proses 
Foto: Getty Images/iStockphoto/Farknot_Architect 

Sejak menerapkan pola hidup ini, Fitri menyadari betapa sulitnya mengakses makanan ‘bersih’ yang tidak banyak diproses. “Apalagi kalau lagi jalan-jalan ke mall atau belanja di supermarket. Ternyata produk makanan yang dijual banyak yang ultra proses. Kita sebagai customer harus lebih pintar dalam memilih,” kata Fitri. Ia dan keluarga perlahan juga mengurangi konsumsi makanan cepat saji.

Kebiasaan rutin makan bersih membuat perut Fitri terasa lebih nyaman dan kenyang lebih lama. “Saya makin cinta sama clean eating karena kualitas hidup saya jadi lebih baik. GERD-nya udah nggak pernah kambuh lagi. Bonusnya badan jadi lebih langsing, badan terasa lebih enteng,” ucapnya.

Spesialis gizi klinik dr Putri Sakti, MGizi, SpGK menjelaskan, dengan mengutamakan makanan segar yang tidak diolah secara berlebihan, harapannya, kandungan gizi di dalam makanan tersebut masih terjaga dengan baik. Diet clean eating tidak hanya ditujukan untuk orang-orang yang ingin menurunkan berat badan saja. Sebab pola makan ini bisa memberikan banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan kesehatan jantung dan otak, membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dan meningkatkan energi.

"Tujuannya bagus, lebih sehat, lebih menekan berbagai risiko penyakit misalnya diabetes, obesitas, darah tinggi, dan lainnya," tuturnya. "Sebenarnya lebih ke salah satu strategi diet saja. Seperti makan 'real dan home cooked' tentunya akan lebih sehat dibandingkan dengan makan di luar rumah atau makanan proses, misalnya sosis gitu, ya.”

Penerapan pola makan clean eating sehat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, namun alangkah baiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Jika clean eating dilakukan secara ekstrem, pola makan ini justru bisa berdampak buruk pada kesehatan tubuh.

"Biar clean eating ini tidak berlebihan, ya, pastinya sesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Jadi kita nggak bisa, nih, cuma melihat dari pola orang lain, karena setiap orang punya kebutuhan nutrisi dan kalori yang berbeda-beda," jelas dr Putri.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE