INTERMESO

Ketiban Untung Tumbler Sultan

"Ternyata orang Indonesia itu melihat public figure pakai apa, pasti langsung tren. Nggak peduli harganya berapa."

Ilustrasi: Getty Images/Daria Leliukh

Minggu, 14 Juli 2024

Dalam sebuah unggahan foto di Instagram, aktris Nagita Slavina nampak sedang minum dari sebuah botol tumbler. Belakangan diketahui wadah air yang digunakan istri dari ‘Sultan Andara’ itu bukanlah tumber biasa melainkan Corkcicle seri Sport Canteen Glam Disco rancangan Karim Rashid, desain ternama asal Kanada, Amerika Serikat. Corkcicle sendiri dikenal sebagai salah satu merk Tumbler high end. Maka tak heran jika tumbler dengan perpaduan warna-warna menyala yang eksentrik ini dijual dengan harga Rp 1 juta per botolnya.

Sebagian orang mungkin akan merasa enggan merogoh kocek sedalam itu untuk sebuah tempat minum. Tetapi, ketika foto Nagita dan Corkcicle miliknya terekspos di media sosial, tanpa pikir panjang orang-orang langsung memburu botol minum itu. Nadine Bestmann, pemilik bisnis jastip berbagai merk tumbler turut kecipratan rezeki. Tiba-tiba saja ia menerima banyak pesan masuk di akun Instagramnya yang menanyakan ketersediaan Corkcicle milik Nagita.

“Padahal sebelumnya aku stok tumbler itu dan biasa-biasa saja nggak ada yang tanya. Ternyata orang Indonesia itu melihat public figure pakai apa, pasti langsung tren. Nggak peduli harganya berapa yang penting aku dapat barangnya. Walaupun langka juga tetap dibela-belain,” ucap Nadine yang sudah menyediakan jasa jastip tumbler sejak tahun 2019.

Hal serupa terjadi ketika gerai kopi Starbucks berkolaborasi dengan grup K-pop asal BLACKPINK dengan menelurkan merchandise terbatas berupa tumbler pertengahan tahun lalu. Tumbler ini diburu oleh para penggemar BLACKPINK sekaligus para penyedia layanan jastip. Sejak pagi Nadine sudah antri di cabang Starbucks yang berada di rest area Bogor.

Tumbler Corkcicle yang dijual Nadine Bestmann 
Foto: Dok Pribadi Nadine Berstmann

“Itu aku juga benar-benar perjuangan banget buat ngedapetinnya. Aku ngantre dari pukul 06.00 pagi di rest area. Sengaja milih lokasi itu karena kalau di cabang yang ada di kota pasti ramai dan susah banget,” kata perempuan berusia 27 tahun ini.

Tidak perlu menunggu lama, tumbler Starbucks edisi spesial itu ludes dibeli pelanggan Nadine. Salah satunya dibeli oleh Elsa atau Eca Japasal, talent AURA Esports yang juga dikenal sebagai kreator konten TikTok. “Waktu itu Kak Eca request buat hadiahin tumbler ini untuk temannya yang ulang tahun.”

Nadine memulai bisnis jastip tumbler saat ia sedang menyelesaikan skripsi. Lulusan Universitas Pakuan Bogor, jurusan manajemen ini awalnya hanya menyediakan jasa layanan titip tumbler merk Starbucks saja. Brand tumbler merk Starbucks misalnya, tidak hanya mengeluarkan satu model tumbler saja. Mereka mengeluarkan beragam model dan variasi beserta edisi-edisi spesial yang membuat penggemarnya rela membeli dan mengumpulkan semua edisi satu per satu. Keluaran terbatas itu terkadang hanya tersedia di luar negeri saja. Celah ini yang kemudian dimanfaatkan Nadine untuk menawarkan layanan jastip.

Customer aku nggak butuh-butuh amat sama botol minum, tapi mereka nggak mau ketinggalan tren. Terutama yang kolektor tumbler, ya. Koleksi tumbler mereka mah udah banyak,” ucap perempuan asal Bogor ini. Tumbler turut menjadi aksesoris yang fashionable. “Dari situ aku baru tahu kalau botol minum sekarang bukan sekedar untuk dipakai sebagai tempat minum tapi juga menjadi bagian dari lifestyle mereka.”

Tumbler bukan sekedar botol minuman, namun juga trens
Foto: Dok Pribadi Nadine Berstmann

Saat pandemi COVID-19 kemarin, penjualan tumbler Nadine justru meroket. Melalui sebuah e-commerce, Nadine bisa menjual botol minum yang tengah ready stock ke berbagai negara seperti Malaysia, Filipina, Singapura dan Vietnam. Nadine bisa mengambil keuntungan mulai dari Rp 50 hingga 100 ribu per botol. Namun, di luar sana, banyak yang mengambil untung hingga Rp 200 sampai 300 ribu.

“Kayaknya ada aja yang mau beli kalau udah kepengin banget,” tutur Nadine yang kini menyediakan tumbler keluaran Starbucks, Corkcicle dan Owala. Botol minum itu ia kumpulkan dari berbagai jaringan miliknya, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagai penyedia jastip tumbler, ia mesti rajin memantau tren terkini. “Harus bisa tahu dan nyari barang langka, pintar ngamatin tren karena berubah-ubah terus. Barang langka apapun merknya, harga pasarannya bakal cepat banget naik.”

Sama halnya dengan mengoleksi tas branded, kolektor tumbler dapat menjadikan botol minum miliknya sebagai bentuk investasi. Terkadang, tumbler yang tentunya belum pernah dipakai bisa dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Semakin langka barangnya, maka nilai jualnya akan semakin meningkat.

“Tumber selain dipakai bisa juga buat investasi. Jualnya tergantung jenis tumbler dan momentum juga, ya. Customer aku pernah nawarin tumbler-nya, mungkin sudah kepenuhan atau lagi butuh uang makanya dijual lagi,” ujar Nadine yang pernah menjual hampir 20 tumbler dalam sehari.


Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho

***Komentar***
[Widget:Baca Juga]
SHARE