Ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Jatuporn Tansirimas
Jumat, 12 Juli 2024Selain lanyard Coach dan sepatu Tory Burch, tumbler yang sejatinya memiliki fungsi sebagai wadah minuman kini turut menjadi starter pack wajib mbak-mbak pegawai kantor di kawasan elite SCBD. Di akhir tahun 2022, botol minum alias tumbler merk Corkcicle sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Konon katanya berjalan sambil membawa Corkcicle sama halnya dengan menenteng tas branded. Sama-sama dapat meningkatkan rasa percaya diri lantaran harganya yang tidak murah. Untuk ukuran sebuah wadah minum, tumbler Corkcicle termahal dijual dengan harga Rp 1 juta. Para pemborong tumbler ini sampai tak rela melepaskan stiker label Corkcicle yang terdapat pada badan tumbler.
“Lu nggak bisa bilang ini botol minum ataupun tumbler. You have to say this is Corkcicle. Kayak lu beli Macbook sih, you’re just stop saying you’re re using laptop, but instead you’re using Macbook,” ucap Asti Candramaya dalam akun TikTok miliknya @c_asti. Konten kreator ini yang katanya pertama kali memperkenalkan tumbler merk Corkcicle.
Semenjak viral, banyak orang yang akhirnya penasaran dan ikut-ikutan membeli Corkcicle. Fatima Shanika, pegawai keuangan di kawasan SCBD, sudah mengantongi tiga jenis tumbler dengan jenis dan merk yang berbeda-beda. Tumbler Corkcicle pertama ia dapatkan sebagai hadiah ulang tahun dari teman-teman kantor.
“Di kantor ngehadiahin botol minum kayak gini, tuh, udah biasa banget. Soalnya hampir semuanya pada punya tumbler. Ke mana-mana, mau ngopi, mau makan, pasti sambil bawa tumbler,” ucap perempuan berusia 28 tahun yang menolak disebut mbak-mbak SCBC ini.
Sebelum menggunakan tumbler, kopi susu yang rutin dinikmati Fatima kerap berujung mubazir, esnya mencair karena kelamaan ditinggal bekerja. Baru setelah menggunakan tumbler ‘sultan’ itu, ia merasakan manfaatnya. Tumber Corkcicle yang berbasis di Orlando, Florida, Amerika Serikat ini terbuat dari tiga lapisan stainless steel, sehingga bisa menjaga minuman tetap dingin hingga 9 jam dan panas selama 3 jam.

Tumbler Corkcicle
Foto : Tangkapan layar web corkcicle.com
“Aku beli es kopinya pagi, sampai sore, tuh, bisa masih utuh esnya. Gara-gara itu aku jadi ketagihan beli tumbler lagi. Terus kan desain dan warnannya lucu-lucu,” kata Fatima.
Meski harganya menguras kantong, Fatima tidak keberatan membeli tumbler 'sultan' ini. Selain Corkcicle, Fatima memiliki Tumbler merk Stanley dan Owala yang juga sama mahalnya. Variasi dan bentuk yang beragam membuat Fatima dapat menyesuaikan tempat minum ini sesuai kebutuhan. Layaknya topi atau kacamata, tumbler pun dapat dipadu padankan dengan outfit pemiliknya.
“Misalnya kalau aku mau olahraga, aku bawa tumbler yang look-nya lebih sporty. Atau kalau lagi pakai baju feminim bisa pakai tumbler yang warna ombre atau yang ada motif floralnya,” tutur perempuan yang tinggal di Jakarta Barat ini.
Jauh sebelum tren Tumbler Corkcicle, Ayu Nita Sari sudah lebih dulu memiliki Tumbler keluaran jaringan kedai kopi global asal Amerika Serikat, Starbucks. Ia kepincut memiliki Tumbler karena promo Tumbler Day yang disediakan Starbucks. Setiap tanggal 22 setiap bulannya, pembelian minuman menggunakan Tumbler akan mendapatkan potongan sebesar 30 hingga 50 persen. Promo ini sudah cukup popular di kalangan pecinta kopi Starbucks.
Belakangan berbagai kedai kopi ikut mengadakan promo serupa, seperti Kopi Kenangan maupun Point Coffee. Promo semacam ini digagas demi menjaga keberlangsungan hidup lingkungan serta mengurangi limbah sampah plastik.
“Kalau buat penikmat kopi yang rutin beli kayak saya, punya tumbler bikin pengeluaran beli kopi jadi berkurang. Lumayan juga lah. Dari segi lingkungan juga membantu banget. Secara nggak langsung saya jadi ikut mengurangi sampah plastik,” ungkap perempuan berusia 32 tahun ini.

Tumbler Stanley
Foto : Site News
Beberapa merk wadah minuman ini biasanya mengeluarkan edisi-edisi spesial terbatas dan berkolaborasi dengan brand lain. Fans setia tumbler tak segan merogoh kocek lebih dalam demi mendapatkan tumbler edisi terbatas. Mereka juga rela terbang ke luar negeri demi mendapatkan tumbler incarannya. Bagi sebagian orang, koleksi tumbler edisi terbatas ini sama seperti saat mengoleksi baju dan tas bermerek.
“Saya kebetulan tipe orang yang beli seperlunya aja. Kalau mau ngikutin setiap seriesnya jatuhnya boros, ya. Tapi saya punya beberapa Tumbler Starbucks yang edisi luar negeri. Ada yang dari Singapura, Jepang, sama London. Itu dapatnya karena hadiah dari teman dan ada yang nitip,” kata Ayu.
Starbucks edisi luar negeri mencantumkan nama negara pada setiap tumblernya. Ada pula edisi kota-kota di Indonesia seperti Surabaya, Makassar dan Bali. Karena hal ini, Starbucks tumbler juga jadi oleh-oleh yang paling diminati ketika sedang berkunjung di suatu negara. Meski harganya tidak murah, ada kepuasan dan kesenangan tersendiri karena mengkoleksinya.
Dalam website muri.org, seorang wiraswastawan yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat PPMG (Perkumpulan Perempuan Marga Gan Indonesia), Tjahjono Gani, telah mengumpulkan 248 Tumbler keluaran Starbucks yang ia kumpulkan dari 106 kota di 33 negara. Sementara 109 tumbler lainnya merupakan edisi tematik untuk merayakan hari tertentu. Tjahjono dikatakan sering bepergian ke mancanegara, baik urusan dinas maupun wisata. Ia kerap mengoleksi pernak-pernik yang ikonik dari kota atau negara yang dikunjungi.
Penulis: Melisa Mailoa
Editor: Irwan Nugroho
Desainer: Fuad Hasim